Budayawan Banten Mengecam Maraknya Kedatangan Konten Kreator ke Baduy, Seperti Mengeksploitasi Perempuan Muda Badui

- Sabtu, 6 Juli 2024 | 08:38 WIB
Suku Badui, sebuah masyarakat yang telah hidup di pegunungan barat Provinsi Banten, Indonesia, telah lama menjadi perhatian dunia karena gaya hidup mereka yang sangat tradisional. (Okezone Travel)
Suku Badui, sebuah masyarakat yang telah hidup di pegunungan barat Provinsi Banten, Indonesia, telah lama menjadi perhatian dunia karena gaya hidup mereka yang sangat tradisional. (Okezone Travel)

KALIMANTAN UPDATE - Suku Badui viral usai kecaman budayawan yang menilai kaum perempuan dieksploitasi di TikTok dan Instagram.

Budayawan Banten Uday Suhada mengecam eksploitasi perempuan Badui yang kini marak dilakukan oleh para konten kreator ke media sosial (medsos), baik Instagram maupun TikTok.

"Kita sangat prihatin dan marah atas kelakuan sejumlah pihak konten kreator atau influencer medsos atau apapun namanya, yang makin ke sini semakin mengeksploitasi perempuan muda Badui," kata Uday dalam keterangan tertulis di Rangkasbitung, Lebak, Selasa (2/7/2024).

 

Baca Juga: Penjual Cantik Fried Chicken di Thailand Mirip Lisa BLACKPINK Jadi Viral di Media Sosial

Berkunjung ke Kampung Badui

Sebelum menginjakkan kaki di kampung Badui, saya masih menyimpan persepsi bahwa mereka adalah masyarakat yang terasing, terpencil dan terisolasi dari perkembangan dunia luar.

Maka, pada saat pertama kali berjumpa dengan orang-orang Badui, saya agak takut mendekati mereka. Saya khawatir mereka tidak suka berinteraksi, atau ada hal-hal lain yang menjadi pantangan bagi mereka yang tidak saya ketahui.

Di luar dugaan, orang-orang Badui cukup terbuka. Dengan ramah, mereka menjelaskan tradisi mereka, cara hidup mereka, kebiasaan mereka.

Baca Juga: Terkenal Miliki Wanita Cantik Alami, Ternyata Suku Baduy Masih Mempertahankan Adat Istiadat Hingga Banyak Peraturan

Suku Badui adalah warga Kerajaan Padjajaran yang memilih untuk mengasingkan diri demi menjaga kemurnian tradisi. Sejak awal mula, mereka memang dengan sengaja memilih hidup sederhana, menyatu dengan alam dan menjauhkan diri dari pengaruh dunia luar.

Beberapa literasi menyebutkan bahwa orang Badui percaya bahwa mereka adalah keturunan Batara Cikal, dewa yang diutus ke bumi untuk menjaga harmoni. Tak heran bila orang Badui sangat menghargai alam.

Pekerjaan mereka umumnya bercocok tanam. Sesekali mereka juga menjual hasil bumi, madu, gula kawung serta hasil tenunan mereka pada masyarakat di luar Badui.

Baca Juga: Nyesel Tak Cari Tahu Lebih Mendalam Tentang Suami Sebelum Menikah, Kisah Selebgram Aida Selvia Bongkar Sejumlah Perselingkuhan Suaminya

Karena memiliki prinsip hidup tidak ingin merusak keseimbangan alam, orang-orang Badui memiliki cara tersendiri untuk mengusir hama wereng yang mengganggu tanaman. Mereka membuat alat musik unik yang terbuat dari bambu atau pelepah kawung, bernama karinding.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Detiktravel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X