Deretan Kota Dengan Tingkat Kasus Pemerkosaan Tertinggi di Indonesia

- Sabtu, 13 Juli 2024 | 15:24 WIB
Ilustrasi pemerkosaan (Istimewa)
Ilustrasi pemerkosaan (Istimewa)

KALIMANTAN UPDATE - Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis data mengejutkan terkait kasus pemerkosaan di Indonesia. Berdasarkan data BPS yang bertajuk "Statistik Kriminal 2023" menunjukkan bahwa Aceh menjadi provinsi dengan kasus pemerkosaan tertinggi.

Kejadian pemerkosaan di provinsi Aceh ini bahkan mencapai angka 135 kasus sepanjang tahun 2023.

Lebih lanjut, Jawa Barat berada di posisi kedua kasus pemerkosaan tertinggi di Indonesia dengan total 114 kasus.

Baca Juga: Profil dan Biodata Xaviera Putri Jadi Sorotan Publik, Sosok Wanita Cantik dan Pintar Peserta Clash of Champions

Di sepanjang tahun 2023 terdapat 1.443 kasus pemerkosaan di Indonesia. Dari kasus-kasus yang terdaftar, anak-anak dan perempuan masih menjadi korban utamanya.

Masih berdasarkan data BPS, angka kasus pemerkosaan tahun 2023 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan kasus pemerkosaan ini bahkan mencapai 23,97 persen.

Tingginya kasus pemerkosaan di Aceh ini seakan menjadi ironi. Apalagi Aceh dikenal dengan julukan Kota Serambi Makkah yang menjalankan syariat Islam.

Baca Juga: Pembangunan IKN Mendadak Dihentikan Mulai 10 Agustus 2024?

Dikutip dari laman Kompas.com, Aceh bahkan menerapkan adanya hukum cambuk. Hukuman ini diberikan kepada orang-orang yang melakukan perzinahan atau hubungan intim secara ilegal.

Berkaca dari tingginya angka kasus pemerkosaan di Aceh, timbul pertanyaan mengapa perempuan masih rentan mengalami kekerasan seksual?

Mengutip dari laman Pemerintah Kabupaten Bantul, ada beberapa alasan mengapa perempuan sering menjadi korban kekerasan seksual:

Baca Juga: Dugaan Motif Ekonomi, Seorang Pria Tega Jual Foto Syur Istri Secara Online

1. Budaya Meninggikan Laki-Laki

Adanya budaya atau norma-norma dalam masyarakat yang lebih mengistimewakan, atau menganggap laki-laki memiliki status yang lebih tinggi dari perempuan, juga turut menjadi faktor risiko kekerasan terhadap perempuan. Dalam hubungan rumah tangga, perempuan juga diajarkan untuk tunduk pada suami, sehingga harus menerima apa pun perlakuan suami meskipun dengan kekerasan.

2. Kurangnya Pendidikan Seksual

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Parapuan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Spoiler One Piece Chapter 1120: Atlas Vegapunk

Kamis, 11 Juli 2024 | 13:06 WIB
X