Sempat Dapatkan Perawatan Intensif, Siswi SMP Korban Diperkaos Teman Dekat Prianya Meninggal

- Senin, 27 Februari 2023 | 13:29 WIB
Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan

KALIMANTAN UPDATE - Polisi berhasil ringkus pelaku pemerkosaan yang menyebabkan Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Cenrana, Kabupate Bone, Sulawesi Selatan mengalamo depresi berart hingga meninggal dunia.

Pelaku merupakan teman dekat satu sekolah Siswi tersebut berinisial AM (15), sebagaimana keterangan dari Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Boby Rachman.

AM ditetapkan sebagai tersangka dikarenakan adanya bukti pesan singkat yang dikirimkan terkait insiden pemerkosaan tersebut.

Baca Juga: Model Fashion China Abby Choi Ditemukan Tewas Mengenaskan, Pelaku Diduga Mantan Suami Beserta Keluarganya

Ia juga telah mengakui perbuatannya di hadapan penyidik, saat dimintai keterangan lebih lanjut.

AM disangkakan pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Boby beserta pihaknya juga menambahkan akan terus mencari lebih lanjut keterangan atas kasus pemerkosaan yang dikabarkan lebih dilakukan oleh satu pria.

Baca Juga: Mengenal Adinda Nezma, Mahasiswi Kedokteran Unsri Raih Medali Emas Dalam Inovasi Sains Internasional

Sebelumnya dilaporkan bahwa seorang Siswi Sekolah menengah Pertama (SMP) di Bone, Sulsel menjadi korban pemerkosaan oleh teman dekat sekolahnya.

Dikabarkan juga terdapat lebih dari satu pelaku memperkosa remaja putri yang berusia 15 tahun itu pada hari Jumat (17/2/2023).

Sempat mengalami depresi berat dan mengalami beberapa sakit dideritainya seperti sakit kepala.

Baca Juga: Melayani Jasa Open BO, Bocah Perempuan Diciduk Satpol PP di Hotel Malang

Selain itu ia juga kesulitan untuk duduk, setelah diperiksa lebih lanjut ternyata terdapat luka di bagian alat vitalnya.

Pihak keluarga merasa curiga melaporkan kepada pihak kepolisan, lantas lambat laun kondisi Siswi ini pun kian terpuruk sehingga dilarikan ke rumah sakit M Yasin kabupaten Bone.

Setalah menjalani lima hari perawatan intesif di rumah sakit itu. Sayang, nyawanya sudah tak dapat tertolong lagi.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Liputan 6

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X