Laporkan Dua Anak Perempuannya Dicabuli ke Polres Baubau, Tapi Anak Sulungnya Dijadikan Tersangka

- Rabu, 15 Maret 2023 | 11:28 WIB
ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak (tangkapan layar dari m.kominfo.go.id)
ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak (tangkapan layar dari m.kominfo.go.id)

KALIMANTAN UPDATE- Seorang ibu tunggal yang memiliki tigaa anak melaporkan dugaan pencabulan kedua anak perempuannya ke Polres Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

Diduga tanpa adanya diberi akses pendampingan hukum yang memadai saat proses pemeriksaan, si Ibu justru mendapati anak sulungnya dijadikan tersangka.

Merasa ada yang janggal penyelidikan Polisi yang tidak beres, ditambah ia juga membawa tekanan batin, ekonomi rumah tangga hingga ancaman terduga pelaku sebenarnya.

Baca Juga: Potret Kejadian Asli Antara Saksi dan Agnes Gracia Usai Kasus Penganiayaan Dilakukan Mario Dandy

Sang Ibu lantas memutuskan untuk menyelidiki kasus tersebut sendirian. Setelah didapati lebih lanjut, seorang ibu pun menemukan pelaku diduga setidaknya ada tujuh pria dewasa, orang-orang yang berada di sekitar lingkungan rumahnya.

Peristiwa pencabulan terhadap dua putrinya itu terjadi ketika ibu bersama anak sulungnya sedang berjualan sayur di pasar, di hari si Ibu yang tidak biasanya meninggalkan ketiga anak perempuannya yang masih kecil di rumah.

Si Ibu bersama putra sulungnya sehari-hari berjualan di pasar mulai dari pagi hingga malam hari, jarak rumah mereka ke pasar sekitar 14 km.

Baca Juga: Mengenal The Dancing Lady Serbia, Nyata Atau Tidak?

Adapun kediaman tempat ibu ini berada di pinggiran kota Baubau, kompleks perumahan subsidi. 

Mereka juga diketahui tinggal di tempat tersebut sudah dua bulan lamanya, dan saat inilah kekerasan seksual mulai terjadi.

Sang ibu tersebut yang diketahui bernama Ratih sangat menyesal tinggal di kompleks perumahan tesebut, yang dimana ia sebelumnya sempat nge-kos selama 25 tahun di lingkungan lainnya tidak terjadi apa-apa dalam kehidupan keluarga.

Baca Juga: Kesal Merasa Ditipu, Wanita ini Sewa Preman Untuk Habisi Nyawa Pria Kenalannya

Ratih mengetahui kejadian yang menimpa kedua putrinya pada 24 Desember 2022, ketika didapati anak perempuan yang bungsu mengeluh kemaluannya sakit saat buang air kecil.

Setelah diperiksa, ia kaget melihat kemaluan anak perempuannya tersebut. Keesokan harinya anak perempuan bungsunya bercerita bahwa seorang pria di lingkungan perumahan telah memvaksin lengannya.

Bekas suntikan pun lantas didapati oleh Ratih, putri bungsunya juga mengaku tidak hanya dirinya saja disuntik. Melainkan kedua kakaknya yang masih di bawah umur 10 tahun.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Twitter @porjectm_org

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X