Menurut Studi Ini, Pria Jomblo 2 Kali Lebih Mungkin Meninggal Karena Gagal Jantung

- Kamis, 2 Maret 2023 | 18:57 WIB
Ilustrasi gambar animasi seorang pria. (pixabay / ShabdBeej)
Ilustrasi gambar animasi seorang pria. (pixabay / ShabdBeej)

KALIMANTAN UPDATE - Belakangan ini ada sebuah studi mengatakan bahwa pria jomblo atau lajang seumur hidupnya, dua kali lebih mungkin meninggal karena gagal jantung dalam waktu setidaknya lima tahun dibandingkan pria nyang sudah menikah.

Studi itu juga menambahkan, hal itu bisa terjadi karena cenderung tidak meminta orang lain memantau kesehatan mereka.

Namun efek perlindungan yang sama juga tampaknya berlaku untuk pria yang menduda, bercerai, atau berpisah.

Baca Juga: Fakta Fenomena Gunung Bergerak Tutup Jalan di Takari NTT

Melansir Daily Mail Health, temuan tersebut, berdasarkan analisis terhadap lebih dari 6.800 orang dewasa Amerika, menambah bukti yang menyoroti manfaat kesehatan tak terduga dari menikah, termasuk penurunan risiko demensia dan diabetes tipe 2.

Akademisi dari Universitas Colorado mengambil data dari studi yang melibatkan orang dewasa berusia 45 tahun ke atas.

Catatan dari 94 relawan yang telah didiagnosis secara medis dengan gagal jantung kemudian dibandingkan.

Baca Juga: Tiga Remaja Tewas Usai Dipaksa Minum Miras Yang Diracik Alkohol 96 Persen

Hal itu dilakukan memungkinkan para ahli melihat rata-rata berapa lama pasien dari kelompok yang berbeda bertahan hidup. Peserta melacak mereka masing-masing selama sekitar lima tahun.

Alhasil, ditemukan jomblo atau bujangan seumur hidup sekitar 2,2 kali lebih mungkin meninggal dalam waktu lima tahun setelah didiagnosis daripada pria yang berada dalam pernikahan. 

Namun bagi wanita, tidak ada hubungan antara status perkawinan dan risiko kematian akibat gagal jantung.

Baca Juga: Persiapan Konser BLACKPINK di Gelora Bung Karno Imbas Pertandingan Persija vs Persib Dibatalkan

Terpisah, Penulis penelitian mengatakan interaksi sosial dan isolasi memainkan peran penting dalam suasana hati dan kesehatan secara keseluruhan.

Mereka juga menyarankan pria untuk mengandalkan wanita untuk menjaga kesehatan mereka dan mengingatkan mereka untuk minum obat.

Ilmuwan mengatakan dokter harus selalu mempertimbangkan status perkawinan saat merawat pasien dengan gagal jantung.

Baca Juga: Seringkali Pamer Moge dan Mobil Antik, Eko Darmanto Dicopot Dari Kepala Bea Cukai Yogyakarta

Dr Katarina Leyba, dokter residen di University of Colorado dan penulis utama studi tersebut, mengatakan: "Sebagai dokter, kita perlu memikirkan pasien kita tidak hanya dalam hal faktor risiko medis mereka, tetapi juga konteks kehidupan mereka".

Penelitian ini juga nantinya akan dipresentasikan di Sesi Ilmiah Tahunan American College of Cardiology bersama dengan World Congress of Cardiology pada 4 Maret 2023.***

Editor: Syaifullah

Sumber: viva.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masyarakat Indonesia Kurang Konsumsi Sayur dan Buah

Jumat, 17 Februari 2023 | 17:35 WIB

Arti HS Dalam Bahasa Gaul Yang Perlu Untuk Diketahui

Selasa, 7 Februari 2023 | 11:05 WIB

Perbedaan Bear Brand Limited Edition Dengan Original

Selasa, 17 Januari 2023 | 13:27 WIB
X