Peringati Hari Kartini Setiap 21 April, Ketahui Sederet Fakta Menariknya

- Kamis, 20 April 2023 | 11:14 WIB
R.A. Kartini merupakan salah satu tokoh wanita pahlawan nasional Republik Indonesia, berbagai fakta menarik mengenai dirinya, salah satu terciptanya buku Habis Gelap Terbitlah Terang. /Twitter/@RumahCemara
R.A. Kartini merupakan salah satu tokoh wanita pahlawan nasional Republik Indonesia, berbagai fakta menarik mengenai dirinya, salah satu terciptanya buku Habis Gelap Terbitlah Terang. /Twitter/@RumahCemara

KALIMANTAN UPDATE - Siapa yang tak kenal salah satu ikon pejuang wanita di era terdahulu yang bernama Raden Ajeng Kartini, sosonya merupakan salah satu panutan generasi wanita masa kini.

Kartini semasa hidupnya memiliki kisah perjuang hidup yang amat Panjang. Baik itu permasalah keluarga, asmara hingga untuk negara tanah air tercinta.

Adapun fakta menarik mengenai sosok Kartini yang perlu Anda ketahui, sekaligus sebagai pembelajaran dan pengetahuan, serta penyemangat generasi wanita masa kini.

Baca Juga: Perwakilan Indonesia Raih Medali dan Penghargaan Dalam Ajang Peneliti Muda Internasional di Serbia

1. Perpaduan darah bangsawan dan ulama

Kartini lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Ayahnya adalah seorang bangsawan bernama Mas Adipati Ario Sosroningrat, yang saat itu menjabat sebagai seorang Bupati Jepara.

 

Sementara sang ibu, M.A. Ngasirah, merupakan putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Baca Juga: Carlo Saba Meninggal Dunia di Usia 54 Tahun, Dugaan Alami Serangan Jantung

2. Buku Habis Gelap Terbitlah Terang

Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa.

Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda.

Baca Juga: Dugaan Bunuh Diri, Moonbin Astro Meninggal di Usia 25 Tahun di Kediamannya

Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”.

Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir
terdapat tambahan surat Kartini.

3. Belanda Mengabadikan Nama kartini Sebagai Nama Jalan

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X