Franco Mastantuono Debut di San Siro, Inter Milan Comeback Dramatis di Injury Time
Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Nama Franco Mastantuono menjadi salah satu sorotan ketika Fiorentina bertandang ke markas Inter Milan di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, pada Minggu (25/10/2026). Penyerang muda Argentina yang berstatus pemain pinjaman dari Real Madrid itu menjalani laga pertamanya di salah satu stadion paling bergengsi di Italia, sekaligus menjadi bagian dari drama comeback Nerazzurri yang menang 2-1 berkat dua gol di masa injury time.
Laga yang digelar pada siang waktu setempat ini berjalan sengit sejak menit awal. Franco Mastantuono langsung terlibat dalam momen penting ketika ia dilanggar Alessandro Bastoni pada dua menit pertama, sehingga Fiorentina mendapat tendangan bebas. Mastantuono mengambil eksekusi tersebut, namun sepakannya masih terlalu mudah dipatahkan lini belakang Inter. Setelah itu, tuan rumah mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan membongkar pertahanan disiplin La Viola.
Peluang berbahaya pertama Inter baru tercipta setelah pertandingan melewati setengah jam. Umpan silang dari sayap kanan ditanduk Pio Esposito di dalam kotak penalti, namun kiper David de Gea sigap jatuh ke arah kanan untuk menyelamatkan gawang Fiorentina. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Fiorentina justru mengejutkan tuan rumah. Alex Jimenez membobol gawang Inter pada menit ke-65 dan membawa La Viola unggul 1-0. Keunggulan itu bertahan hampir sepanjang sisa pertandingan, dan kemenangan Fiorentina tampak sudah di depan mata.
Namun mentalitas pantang menyerah Inter akhirnya berbicara di menit-menit akhir. Marcus Thuram menyamakan kedudukan di masa injury time, sebelum Piotr Zielinski memastikan kemenangan lewat titik penalti. Dua gol dalam waktu singkat itu membalikkan keadaan dan membuat Stadion Giuseppe Meazza bergemuruh.
Bagi Franco Mastantuono, laga ini memiliki makna tersendiri. Setelah sebelumnya merasakan atmosfer Stadion Monumental dan Santiago Bernabeu, ia kini menjejakkan kaki di San Siro, stadion yang dijuluki La Scala del Calcio. Penyerang yang kini menjadi andalan pelatih Paolo Vanoli itu disebut-sebut ingin meninggalkan kesan mendalam pada debutnya di kota Milan.
Menariknya, Mastantuono tidak datang sendirian. Ia bersama rekannya sesama pemain Argentina, Mateo Pellegrino, yang memiliki kisah tersendiri karena pernah menimba ilmu di akademi muda Inter ketika ayahnya menjadi asisten pelatih Nerazzurri. Pellegrino kini berupaya mencari ketajaman setelah terakhir mencetak gol pada 15 September, dan sempat bersaing dengan Beto untuk posisi di lini depan.
Kedua pemain tersebut dikenal memiliki hubungan erat di luar lapangan. Mereka bahkan sempat menggelar acara barbekyu bersama seluruh skuad di Viola Park, serta memiliki taruhan kecil yang lucu: Pellegrino berjanji akan mentraktir Mastantuono barbekyu jika mampu memberikan setidaknya lima assist untuknya. Keduanya saat ini menjadi top skor Fiorentina dengan masing-masing tiga gol di kompetisi liga dan Coppa Italia.
Di sisi lain, nama Franco Mastantuono juga sempat ramai dibicarakan di luar dunia sepakbola. Presenter Argentina, Sabrina Rojas, sempat membuat heboh setelah mengaku menerima pesan dari seorang pesepakbola berusia 19 tahun yang bermain di luar negeri. Spekulasi publik langsung mengarah kepada Mastantuono, namun Rojas segera membantah dan menegaskan bahwa ia tidak memiliki hubungan apa pun dengan pemain Fiorentina tersebut.
“Saya terkejut melihat diri saya diberitakan bersama orang yang bahkan tidak saya kenal, yang tidak pernah saya ajak bicara dan yang saya tidak tahu kehidupannya,” ujar Rojas dalam program All Access. Ia mengaku sempat mencampur fakta dengan sedikit fantasi untuk mengalihkan perhatian publik agar sang pemain tidak terekspos. “Saya tidak menyebut tim, tidak menyebut di mana ia bermain, tidak menyebut apakah ia bermain untuk tim nasional. Saya tidak menyebut apa pun,” tegasnya.
Terlepas dari hiruk-pikuk di luar lapangan, hasil di San Siro menjadi pukulan bagi Fiorentina. Kekalahan ini membuat La Viola terpuruk di posisi ke-18 klasemen dengan koleksi empat poin, hanya meraih satu kemenangan liga dalam 45 hari terakhir, yakni di Venezia. Sementara itu, Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen dengan 22 poin dari delapan pertandingan, menyamai perolehan Lazio namun unggul selisih gol.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, disebut berhasil menanamkan mentalitas juara pada anak asuhnya, terbukti dari kemampuan tim bangkit di detik-detik akhir. Bagi Fiorentina, sinergi antara Franco Mastantuono dan Mateo Pellegrino masih menjadi harapan utama untuk bangkit dari keterpurukan, meski keduanya perlu meningkatkan ketajaman dan kerja sama di sepertiga akhir lapangan.
Dengan performa yang terus berkembang, Franco Mastantuono diprediksi akan tetap menjadi tumpuan Fiorentina di laga-laga berikutnya. Debutnya di San Siro memang belum berbuah manis, tetapi pengalaman bertanding di panggung sebesar La Scala del Calcio menjadi modal berharga bagi karier sang talenta muda Argentina.
