Fabian Hürzeler Tolak Manchester United, Fokus Bawa Brighton Tantang Liverpool di Anfield
Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Nama Fabian Hürzeler kembali menjadi sorotan dalam peta sepak bola Premier League pekan ini. Pelatih asal Jerman tersebut menegaskan komitmennya bersama Brighton & Hove Albion di tengah spekulasi yang menyebut namanya sebagai kandidat pengganti Michael Carrick di kursi kepelatihan Manchester United. Penolakan halus itu disampaikan Fabian Hürzeler dengan nada tenang, namun tegas, saat menghadapi awak media pada Jumat (23/10/2026).
“Saya tidak punya waktu untuk memikirkan rumor ini. Lagi pula, saya sangat menghormati Michael Carrick,” ujar Fabian Hürzeler, seperti dikutip dari kantor berita AFP. Pernyataan itu sekaligus memadamkan spekulasi yang berkembang setelah Manchester United dilanda rentetan hasil buruk, termasuk kekalahan 1-4 dari Como 1907 di Liga Champions.
Tekanan di Old Trafford dan Nama yang Muncul
Posisi Carrick memang tengah goyah. Manajer berusia 45 tahun itu menjalani konferensi pers berdurasi lebih dari enam menit untuk membela diri dan menegaskan keyakinannya mampu menghentikan tren negatif. United tercatat belum meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan resmi beruntun, menorehkan start terburuk dalam sejarah Premier League mereka, tersingkir dari Piala Liga oleh Brighton, serta kalah dua kali dari tiga laga awal di kompetisi Eropa.
Selain Fabian Hürzeler, sejumlah nama besar disebut-sebut masuk dalam radar manajemen United, mulai dari mantan pelatih timnas Jerman Julian Nagelsmann hingga Antonio Conte. Namun, baik Conte maupun Fabian Hürzeler sama-sama membantah spekulasi tersebut. Situasi di dalam klub juga memanas setelah kapten tim Bruno Fernandes mengkritik pendekatan bermain Carrick yang dinilai terlalu defensif usai kekalahan di Como.
Brighton Datang dengan Modal Percaya Diri
Di sisi lain, Fabian Hürzeler justru tengah menikmati periode terbaik bersama Brighton. Klub berjuluk The Seagulls itu menempati posisi ketiga klasemen dengan 16 poin dari tujuh pertandingan, mengoleksi selisih gol positif 18, dan belum terkalahkan dalam delapan laga resmi terakhir. Yang paling mencolok, gawang Brighton tidak kebobolan selama 530 menit pertandingan.
Modal tersebut membuat pasukan Fabian Hürzeler percaya diri menjelang lawatan ke Anfield untuk menghadapi Liverpool pada lanjutan Premier League, Minggu (25/10/2026). Liverpool sendiri baru mengumpulkan 12 poin dari tujuh laga dan berada di peringkat kelima. Tuan rumah juga dipastikan tampil tanpa gelandang andalan Szoboszlai Dominik yang masih dibekap cedera.
Fabian Hürzeler menilai tiga pertandingan ke depan menjadi peluang istimewa bagi Brighton. Setelah menantang Liverpool, timnya harus dua kali bertandang ke markas Manchester City dalam rentang empat hari. “Pertandingan-pertandingan berikutnya menawarkan kesempatan besar untuk membuktikan diri. Saya percaya kami mampu melakukannya dan menunjukkan bahwa kami benar-benar layak berada di posisi sekarang,” katanya.
Kedewasaan Skuad Setelah Perombakan
Winger Brighton Maxim De Cuyper turut menyuarakan optimisme senada. Menurut pemain yang telah mencetak empat gol musim ini, perombakan skuad pada bursa transfer musim panas justru membuat tim lebih matang dan kompak. Sejumlah pemain penting musim lalu hengkang, namun hal itu membuka ruang bagi pemain lain untuk berkembang dan mengambil tanggung jawab lebih besar.
Pendekatan kolektif inilah yang dinilai menjadi kunci performa solid Brighton di bawah arahan Fabian Hürzeler. Disiplin taktik, soliditas lini belakang, dan efisiensi serangan menjadi ciri khas tim yang kini bersaing di papan atas. Tantangan di Anfield akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi yang telah dibangun Fabian Hürzeler sejak awal musim.
Duel Taktik di Anfield
Laga nanti akan mempertemukan dua filosofi berbeda. Liverpool yang bermain di hadapan pendukung sendiri berambisi bangkit setelah inkonsistensi awal musim, sementara Brighton datang dengan kepercayaan diri tinggi dan rekor pertahanan impresif. Kemampuan Fabian Hürzeler meracik strategi di lini tengah akan menentukan apakah rekor 530 menit tanpa kebobolan mampu diperpanjang di salah satu stadion paling ikonik di Inggris.
Bagi Manchester United, penolakan Fabian Hürzeler menjadi sinyal bahwa pelatih muda bertalenta kini semakin selektif memilih proyek. Carrick sendiri menegaskan masih yakin mampu menemukan kembali identitas timnya sebelum menjamu Bournemouth pada Minggu. Namun, tekanan publik dan dinamika internal klub tetap menjadi bayangan yang sulit dihindari.
Terlepas dari hiruk-pikuk rumor, fokus Fabian Hürzeler saat ini jelas: membawa Brighton melewati rangkaian laga berat dengan kepala tegak. Jika mampu mencuri hasil positif di Anfield dan markas Manchester City, nama Fabian Hürzeler akan semakin kokoh sebagai salah satu pelatih paling menjanjikan di Premier League, sekaligus membungkam spekulasi yang beredar.
Penulis: Sukardi
Editor: Rudi Hamdani
Sumber: AFP / Ligaportal
