Bupati Kukar Usulkan Bangun PLTU Mulut Tambang, Solusi Nyata Atasi Krisis Listrik di Kaltim
Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, secara resmi mengusulkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang di wilayahnya sebagai langkah strategis mengatasi kekurangan pasokan listrik yang masih menghantui sebagian warga Kalimantan Timur. Langkah ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa Bupati Kukar Usulkan Bangun PLTU Mulut Tambang untuk Atasi Masalah Listrik bukan sekadar wacana, melainkan upaya konkret yang telah disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya pada bidang kelistrikan.
Usulan tersebut disampaikan Aulia saat ditemui awak media di Tenggarong, Selasa (27/10/2026). Menurutnya, daerah yang menjadi penghasil batu bara seharusnya tidak lagi bergelut dengan persoalan pemadaman listrik. Ironi inilah yang mendorong pemerintah daerah untuk mengambil inisiatif dan menyuarakan kebutuhan mendasar masyarakatnya kepada pemerintah pusat.
Koordinasi Intensif dengan PLN dan Kementerian ESDM
Aulia menegaskan bahwa pemerintah daerah memang tidak memiliki kewenangan langsung untuk mengintervensi operasional PT PLN. Namun, Pemkab Kukar tetap menjalin komunikasi dan koordinasi intensif guna membahas berbagai kendala yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
“Sebagai pemerintah daerah yang hari ini juga ingin memperjuangkan kesejahteraan dan kebahagiaan warga masyarakat, kami sudah berkomunikasi dan melaksanakan koordinasi dengan pihak PLN terkait kendala-kendala yang mereka alami dalam proses pemadaman ini,” kata Aulia.
Melalui langkah tersebut, Bupati Kukar Usulkan Bangun PLTU Mulut Tambang untuk Atasi Masalah Listrik dipandang sebagai solusi jangka panjang yang perlu dipertimbangkan serius oleh pemerintah pusat, mengingat wilayah Kukar memiliki potensi sumber daya energi yang melimpah.
Tabang, Wilayah Tambang yang Kerap Gelap
Persoalan kelistrikan di Kecamatan Tabang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengusulan pembangunan pembangkit tersebut. Di wilayah itu, pemadaman listrik atau yang akrab disebut biarpet disebut terjadi hampir setiap hari. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena Tabang merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas pertambangan batu bara berskala besar, termasuk PT Bayan yang menyuplai batu bara untuk PLN.
Aulia menilai situasi tersebut memerlukan perhatian serius agar masyarakat di sekitar wilayah penghasil sumber daya alam juga dapat merasakan layanan listrik yang memadai. Bukan hal yang adil apabila warga terus menyaksikan aliran batu bara melintas di depan mata, sementara di sisi lain mereka masih hidup dalam keterbatasan pasokan listrik.
“Saya sampaikan kepada Kementerian ESDM Bidang Kelistrikan bahwa Bapak-Ibu bisa merasakan betapa sakitnya hati warga masyarakat Kukar yang setiap hari melihat ponton batu bara lewat di depan mata mereka, sementara di sisi lain kondisi listrik ini masih menjadi salah satu yang terkendala,” tuturnya.
Pengalaman Tabang Jadi Dasar Pengusulan
Dijelaskan Aulia, ketika usulan tersebut disampaikan kepada kementerian, pemadaman listrik yang belakangan terjadi belum berlangsung. Namun, pengalaman panjang masyarakat Tabang yang kerap mengalami biarpet menjadi dasar kuat bagi pemerintah daerah untuk mengangkat persoalan ini ke tingkat nasional.
Kondisi tersebut menegaskan bahwa Bupati Kukar Usulkan Bangun PLTU Mulut Tambang untuk Atasi Masalah Listrik merupakan respons atas realitas yang telah lama dirasakan warga, bukan sekadar reaksi sesaat terhadap gangguan pasokan yang baru muncul.
Pemkab Kukar, lanjut Aulia, akan terus menyuarakan kebutuhan listrik masyarakat melalui koordinasi dengan PLN dan Kementerian ESDM. Langkah tersebut ditempuh mengingat kewenangan pemerintah daerah dalam mengintervensi operasional kelistrikan sangat terbatas.
“Kami sekali lagi akan terus menyuarakan ini karena kewenangan kami untuk mengintervensi terlalu jauh terhadap ini tidak ada. Akan tetapi, kami selalu berkoordinasi dengan PLN, dengan Kementerian ESDM Bidang Kelistrikan, sehingga kondisi ini tidak terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutupnya.
Harapan Baru bagi Warga Kukar
Usulan pembangunan PLTU Mulut Tambang ini membawa angin segar bagi masyarakat Kukar, khususnya warga di Kecamatan Tabang yang selama ini merasakan langsung dampak pemadaman listrik. Dengan konsep mulut tambang, pembangkit listrik dibangun berdekatan dengan lokasi penambangan batu bara sehingga dapat menekan biaya distribusi bahan bakar dan meningkatkan efisiensi pasokan energi.
Jika terealisasi, langkah ini tidak hanya menjawab persoalan kelistrikan, tetapi juga memperkuat posisi Kukar sebagai daerah strategis dalam mendukung ketahanan energi di Kalimantan Timur. Dukungan dari Kementerian ESDM dan PLN menjadi kunci agar Bupati Kukar Usulkan Bangun PLTU Mulut Tambang untuk Atasi Masalah Listrik dapat segera terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Kesimpulan
Langkah Bupati Aulia Rahman Basri mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak dasar warga atas layanan listrik yang layak. Meski kewenangan terbatas, koordinasi yang terus dibangun dengan PLN dan Kementerian ESDM menjadi bukti keseriusan Pemkab Kukar. Pembangunan PLTU Mulut Tambang diharapkan menjadi solusi berkelanjutan yang tidak hanya mengatasi pemadaman listrik, tetapi juga memastikan bahwa daerah penghasil energi mampu menikmati hasil dari kekayaan alamnya sendiri. Kini, bola berada di tangan pemerintah pusat untuk merespons usulan tersebut demi kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara.
