HSN 2026 Martapura Usai, Bupati Banjar Beri Apresiasi dan Umrah Gratis untuk Santri Berprestasi
Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Sukses Digelar Peringatan Hari Santri Nasional HSN 2026 di Martapura Ditutup secara resmi oleh Bupati Banjar H Saidi Mansyur yang diwakili Sekretaris Daerah Banjar H Yudi Andrea di Alun-alun Ratu Zalecha Martapura, Selasa (27/10/2026) sore. Rangkaian acara yang berlangsung selama sepekan itu melibatkan 54 pondok pesantren dari 10 kabupaten/kota dan sembilan kategori lomba.
Dalam sambutannya, Yudi Andrea menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan selama sepekan dengan melibatkan puluhan pesantren bukanlah pekerjaan mudah. Namun, semangat para santri dari hari pertama hingga akhir membuat semua lelah terbayar.
“Alhamdulillah, tentu bukan pekerjaan yang ringan. Namun, melihat semangat kalian dari hari pertama sampai sore ini, rasanya lelah panitia pasti langsung terbayar lunas,” ujar Yudi Andrea.
Ia juga mengucapkan selamat kepada para santri dan santriwati yang berhasil meraih juara dalam setiap kategori perlombaan. Pesan penting disampaikan agar prestasi yang diraih menjadi motivasi untuk terus belajar, menambah wawasan, dan tetap rendah hati. Bagi yang belum meraih piala, ia menegaskan agar tidak berkecil hati karena di pesantren tidak ada istilah kalah, yang ada hanyalah pengalaman berharga dan bonus silaturahmi.
“Anggap saja ini latihan kesabaran sebelum mendapat keberkahan yang lebih besar di masa depan. Yang terpenting bukanlah piala yang dipajang, melainkan nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, keikhlasan dan ukhuwah yang kita pupuk selama kegiatan ini berlangsung,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelaksana Ainudin Azzukhairi mengatakan rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga penutupan. Meski sempat diguyur hujan menjelang kirab santri, kondisi cuaca kembali mendukung sehingga kegiatan dapat dimulai. “Alhamdulillah, hujannya reda ketika kirab santri mau dimulai,” ujarnya.
Ainudin menjelaskan, jumlah 54 pondok pesantren yang mengikuti kegiatan telah sesuai dengan target panitia. Meski pendaftar sebenarnya lebih banyak, beberapa peserta terpaksa didiskualifikasi karena tidak memenuhi ketentuan sebagai pondok pesantren. “Ada beberapa yang terpaksa kita keluarkan karena bukan pondok pesantren seperti ketentuan,” jelasnya.
Ia berharap pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional tahun depan dapat berlangsung lebih baik dengan jumlah peserta dan kategori perlombaan yang lebih banyak. Untuk mewujudkan hal tersebut, dukungan anggaran yang memadai juga diperlukan.
Pada penutupan peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, Pondok Pesantren Nurul Hidayah asal Kecamatan Sungai Tabuk mendapatkan hadiah berupa satu paket umrah gratis dari panitia. Penghargaan ini menjadi puncak acara yang disambut antusias oleh para santri.
Pendamping Pondok Pesantren Takashus Diniah Gambut, Prasetya Putra Sanjaya, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan pondok pesantrennya meraih penghargaan sebagai stan terbaik. “Alhamdulillah, kami bangga dan terharu. Ini nikmat yang sungguh luar biasa dan tidak disangka-sangka. Namun, semuanya tidak lepas dari dukungan para pemangku kepentingan yang ada di pondok. Semua ini merupakan hasil kerja mereka yang mempersiapkan stan selama lebih dari satu minggu,” ujarnya.
Prasetya mengatakan, pihaknya telah mengikuti kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi penghargaan sebagai stan terbaik baru berhasil diraih pada tahun ini. Ke depan, ia optimistis dapat meraih prestasi lebih baik di seluruh cabang perlombaan yang diikuti. “Insya Allah, seluruh perlombaan wajib juara satu. Kami optimistis,” pungkasnya.
Rangkaian penutupan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Banjar juga diisi dengan tausiah agama dan doa bersama yang dipimpin KH Muhammad Wildan Salman. Acara berlangsung khidmat dan menjadi penutup yang bermakna bagi seluruh peserta.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Sukses Digelar Peringatan Hari Santri Nasional HSN 2026 di Martapura Ditutup menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, pondok pesantren, dan masyarakat dalam memperingati Hari Santri Nasional. Semangat kebersamaan dan nilai-nilai positif yang ditanamkan diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi santri ke depan.
