Kukar Libatkan 200 Guru dalam Festival Gemini Academy Impact Awards 2026, Terpilih dari 514 Kabupaten/Kota
Kalimantan Update – 28 Oktober 2026 | Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kukar Libatkan 200 Guru dalam Festival Gemini Academy Impact Awards 2026, sebuah ajang bergengsi yang menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan. Festival ini digelar di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang, pada Selasa (27/10/2026), dan dibuka langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pembelajaran. Sebanyak 200 guru dari 20 kecamatan di Kukar terlibat aktif dalam festival yang berlangsung selama dua hari tersebut.
“Kukar terpilih setelah melalui proses kurasi dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dan kita berkesempatan menjadi daerah pertama yang melaksanakan festival tersebut pada 2026,” ujar Aulia Rahman Basri dalam sambutannya.
Terpilihnya Kukar sebagai satu dari 10 kabupaten/kota penyelenggara Festival Lokal Gemini Academy Impact Awards 2026 tidak lepas dari keaktifan para guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi. Menurut Aulia, keterlibatan tenaga pendidik menjadi fondasi penting dalam memperkuat kualitas pendidikan di daerah.
“Kita bisa terpilih menjadi pelaksana kegiatan ini oleh karena keaktifan dari Bapak-Ibu sekalian, Bapak-Ibu guru sekalian,” tuturnya.
Berbeda dengan kompetisi AI pada umumnya yang menitikberatkan pada karya atau produksi teknologi, Gemini Academy Impact Awards lebih mengutamakan dampak penggunaan AI terhadap proses pembelajaran di satuan pendidikan. Hal ini ditegaskan Aulia dalam pidatonya.
“Kita berharap dengan Gemini Award ini, karena Gemini Award ini lebih menekankan pada dampaknya, bukan pada produksi AI-nya sendiri, akan tetapi pada dampak yang ditimbulkan dari penggunaan AI sebagai metode atau alat pembelajaran yang dilaksanakan di satuan-satuan pendidikan kita,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Aulia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan pendekatan yang mengutamakan aspek kemanusiaan. AI hanya berfungsi sebagai alat bantu, sedangkan guru tetap memegang peran utama dalam menentukan arah pembelajaran, membimbing siswa, serta membangun hubungan emosional yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
“Tugas pendidik bukan sekadar menyampaikan pelajaran hingga selesai, melainkan membimbing siswa agar berkembang melalui proses pendidikan yang menyeluruh,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menjelaskan bahwa pelatihan selama dua hari tersebut memberikan materi tentang penggunaan AI untuk membantu guru membuka pelajaran dan menyajikan materi pembelajaran, termasuk melalui video yang memuat pengetahuan bagi siswa.
“Pelatihan selama dua hari itu memberikan materi tentang penggunaan AI untuk membantu guru membuka pelajaran dan menyajikan materi pembelajaran, termasuk melalui video yang memuat pengetahuan bagi siswa,” terang Heriansyah.
Heriansyah menambahkan, penyebaran pengetahuan dari peserta kepada guru lain menjadi salah satu tujuan kegiatan. Dengan pola tersebut, jumlah tenaga pendidik yang memanfaatkan AI dalam pembelajaran diharapkan bertambah di setiap sekolah.
“Kalau cuma satu saja di sekolah ini bisa menjadi lima, itu kan suatu hal yang luar biasa,” tuturnya.
Kegiatan ini juga melibatkan narasumber dari APT Repo Indonesia yang disebut sebagai mitra Google Indonesia. Pelatihan ini berkaitan dengan pengembangan kemampuan guru, termasuk jenjang sertifikasi sebagai coach atau pelatih.
Meski memanfaatkan teknologi, Heriansyah mengingatkan bahwa AI tidak dapat digunakan sepenuhnya untuk menggantikan proses pendidikan. Guru tetap harus memberikan perhatian kepada siswa dan membangun kedekatan yang mendukung perkembangan mereka.
Festival Gemini Academy Impact Awards 2026 di Kukar menjadi bukti nyata bahwa daerah di Kalimantan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi global. Kukar Libatkan 200 Guru dalam Festival Gemini Academy Impact Awards 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas pendidikan di seluruh pelosok Kukar.
Dengan pelatihan yang berkelanjutan dan semangat berbagi pengetahuan antarguru, pemanfaatan AI di sekolah-sekolah Kukar diprediksi akan semakin masif. Para guru yang telah mengikuti pelatihan diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh lebih banyak siswa.
Keberhasilan Kukar menjadi tuan rumah festival ini juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan Disdikbud Kukar yang terus mendorong inovasi pembelajaran. Ke depan, Kukar Libatkan 200 Guru dalam Festival Gemini Academy Impact Awards 2026 diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan teknologi AI secara bijak dan beretika.
Sebagai penutup, partisipasi Kukar dalam Festival Gemini Academy Impact Awards 2026 menegaskan komitmen daerah untuk terus berinovasi di bidang pendidikan. Kukar Libatkan 200 Guru dalam Festival Gemini Academy Impact Awards 2026 bukan sekadar ajang seremonial, melainkan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang melek teknologi namun tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, AI benar-benar menjadi alat bantu yang memberdayakan guru dan siswa, bukan menggantikan peran manusia dalam proses pendidikan.
