Tuntutan Demo Hari Ini: Mahasiswa Trisakti Kepung Patung Kuda, Serukan Tritura ke Depan Istana Negara
Kalimantan Update – 30 Oktober 2026 | Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026) sore hingga malam. Aksi tersebut menjadi sorotan karena tuntutan demo hari ini menyuarakan tiga tuntutan rakyat atau Tritura yang menyentuh persoalan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, kesehatan, hingga penegakan supremasi sipil. Massa mulai memadati kawasan Patung Kuda yang berdekatan dengan Istana Negara sejak sekitar pukul 15.53 WIB, datang secara bergerombol menggunakan angkutan kota dan konvoi sepeda motor.
Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti periode 2025/2026 Kabinet Karya Bersama, Arief Rizquna, menyampaikan langsung isi tuntutan demo hari ini di hadapan massa. Tuntutan pertama ialah pemulihan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional. “Yang kedua, kami menyampaikan untuk para penguasa agar menghapus dan memberantas semua pejabat yang tidak inkompeten di bidangnya,” ujar Arief dalam orasinya. Adapun tuntutan ketiga adalah penegakan supremasi sipil. Seluruh tuntutan tersebut juga dituangkan dalam spanduk dan atribut demonstrasi yang dibawa massa.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa bendera hitam bertuliskan pesan bernada kekecewaan, lengkap dengan siluet dua tokoh nasional. “Hari ini saya ingin menunjukkan kepada masyarakat sipil sekalian bahwa ada simbol kekecewaan, ada simbol kemirisan yang kami bawa dari Trisakti,” kata Arief. Massa bergerak menuju area aksi di sekitar Patung Kuda, sementara aparat kepolisian telah bersiaga dengan memblokade akses menuju Jalan Medan Merdeka Selatan ke arah Monumen Nasional. Sejumlah kendaraan Brimob dan pembatas jalan berwarna hitam disiapkan untuk mendukung pengamanan.
Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai aksi unjuk rasa mahasiswa merupakan bagian dari dinamika demokrasi dan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Menurutnya, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan yang perlu dievaluasi, mulai dari kondisi ekonomi, lapangan pekerjaan, beasiswa, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan bahwa demonstrasi adalah hak warga negara yang dijamin konstitusi, sehingga pemerintah diharapkan mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi tersebut, sementara aksi tetap berlangsung aman, damai, dan tertib.
Persoalan ekonomi menjadi salah satu isu penting dalam tuntutan demo hari ini karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Penanganan karhutla juga dinilai perlu dievaluasi mengingat dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga hingga ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Sorotan mahasiswa terhadap berbagai sektor tersebut menunjukkan bahwa tuntutan yang dibawa bukan sekadar retorika, melainkan cerminan kegelisahan atas kondisi nasional yang dinilai perlu segera dibenahi melalui dialog dan perbaikan kebijakan.
Menanggapi aksi tersebut, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menemui perwakilan mahasiswa dan berjanji menindaklanjuti tuntutan rakyat yang disampaikan. Janji tersebut menjadi salah satu hasil konkret dari gelombang tuntutan demo hari ini, meski mahasiswa menegaskan akan terus mengawal realisasinya. Sejumlah aksi demonstrasi memang tercatat berlangsung di Jakarta dan Yogyakarta pada periode yang sama, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda-beda.
Setelah massa mahasiswa Universitas Trisakti membubarkan diri dari lokasi aksi di depan BSI Tower sekitar pukul 18.53 WIB, polisi membuka barikade yang sebelumnya terpasang. Lalu lintas di kedua sisi Jalan Medan Merdeka Selatan pun kembali normal. Sebelumnya, polisi sempat menutup jalan di sekitar kawasan Patung Kuda dan depan BSI Tower atau Menara Danareksa arah menuju Istana Negara dan Jalan Jenderal Sudirman. Kendaraan dari arah Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan Jenderal Sudirman sempat dialihkan melalui Jalan Kebon Sirih karena akses utama menuju kawasan Istana diblokade menggunakan pembatas air yang dijaga petugas.
Secara keseluruhan, rangkaian tuntutan demo hari ini yang disuarakan mahasiswa Trisakti mencerminkan aspirasi atas pemulihan berbagai sektor nasional, pemberantasan pejabat yang tidak kompeten, serta penegakan supremasi sipil. Aksi berlangsung tertib dan berakhir damai, dengan lalu lintas di kawasan Medan Merdeka Selatan kembali dibuka untuk umum. Pemerintah kini dihadapkan pada harapan publik agar tuntutan tersebut tidak berhenti sebagai simbol di atas spanduk, melainkan diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Sukardi
Editor: Rudi Hamdani
Sumber: Liputan6.com, Kompas TV, IDN Times
