Bupati Banjar Lantik 28 Pejabat, Jabatan Kepala BKPSDM dan DPMPTSP Akhirnya Terisi

Foto: Istimewa

Bupati Banjar Lantik 28 Pejabat, Jabatan Kepala BKPSDM dan DPMPTSP Akhirnya Terisi

Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | Setelah sekian lama dibiarkan kosong, kekosongan kursi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar akhirnya tuntas. Dalam momentum yang ditandai dengan Jabatan Kepala BKPSDM dan DPMPTSP Terisi Bupati Banjar Lantik 28 Pejabat, Bupati Banjar H Saidi Mansyur secara resmi mengambil sumpah jabatan puluhan aparatur di Aula Kantor BKPSDM Kabupaten Banjar, Jumat (23/10/2026) pagi.

Pelantikan kali ini menjadi perhatian karena dua posisi pimpinan tinggi pratama yang cukup lama vakum kini memiliki pejabat definitif. Nor Azizah, yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Pengembangan Karier dan Mutasi BKPSDM, naik kelas menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar. Sementara itu, Heryanto, mantan Camat Mataraman, dipercaya menduduki kursi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Pengisian dua jabatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tengah merapikan struktur organisasi yang selama ini berjalan dengan pelaksana tugas. Dengan adanya pejabat definitif, diharapkan roda birokrasi di dua instansi kunci itu bergerak lebih cepat, terutama dalam urusan kepegawaian dan pelayanan perizinan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha.

Penataan Organisasi dan Penguatan Tata Kelola

Bupati Saidi Mansyur menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni rutin. Menurutnya, momen Jabatan Kepala BKPSDM dan DPMPTSP Terisi Bupati Banjar Lantik 28 Pejabat merupakan bagian dari upaya penataan organisasi, penguatan tata kelola pemerintahan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar.

“Jabatan yang saudara emban hari ini merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Amanah tersebut tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada pimpinan dan organisasi, tetapi juga kepada masyarakat, bangsa dan negara, serta kepada Allah SWT,” ujar Saidi di hadapan para pejabat yang dilantik.

Orang nomor satu di Kabupaten Banjar itu juga menekankan lima poin penting yang harus menjadi pegangan setiap pejabat dalam menjalankan tugas. Pertama, mempertahankan integritas dan profesionalisme. Kedua, meningkatkan standar mutu pelayanan publik. Ketiga, mewujudkan budaya kerja berbasis capaian. Keempat, menjadi pemimpin yang andal dalam merajut kekuatan tim. Kelima, mendukung sistem merit dan manajemen talenta aparatur.

Lima arahan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan birokrasi modern yang menuntut transparansi dan akuntabilitas. Integritas menjadi fondasi utama, sementara budaya kerja berbasis capaian diharapkan mendorong aparatur untuk tidak sekadar bekerja rutin, tetapi berorientasi pada hasil yang terukur dan berdampak bagi masyarakat.

Dukungan Sistem Merit dan Manajemen Talenta

Dalam kesempatan itu, Saidi berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing, menjaga integritas, memahami serta melaksanakan tugas dan kewajiban, dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Hal tersebut penting untuk mendukung terwujudnya sumber daya manusia aparatur yang kuat, sekaligus menerjemahkan visi dan misi daerah ke dalam pelaksanaan program pemerintahan yang konkret. Menurutnya, koordinasi yang solid akan meminimalisasi tumpang tindih kewenangan dan mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan.

Prosesi pelantikan ditandai dengan penandatanganan berita acara sumpah jabatan oleh perwakilan pejabat yang dilantik bersama Bupati Banjar, disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar. Turut hadir Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarbaru, para asisten dan staf ahli bupati, kepala SKPD, camat, serta sejumlah undangan.

Selain dua pimpinan tinggi pratama, bupati juga melantik sejumlah camat dan kepala bidang pada beberapa dinas. Total ada 28 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas yang mengucapkan sumpah jabatan pada pagi itu. Komposisi ini menunjukkan bahwa rotasi dan promosi dilakukan secara menyeluruh, menyentuh level pimpinan maupun pengawas.

Publik tentu menaruh harapan besar pada pelantikan ini. Apalagi, peristiwa Jabatan Kepala BKPSDM dan DPMPTSP Terisi Bupati Banjar Lantik 28 Pejabat terjadi di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan bebas pungli. DPMPTSP, misalnya, menjadi etalase daerah dalam menarik investasi, sedangkan BKPSDM memegang kunci pengelolaan karier aparatur yang profesional.

Dengan terisinya dua jabatan strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar diharapkan mampu mempercepat reformasi birokrasi, memperkuat manajemen talenta, dan menghadirkan pelayanan yang lebih prima. Sebab, pada akhirnya, mutu pelayanan kepada warga menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah pelantikan, bukan sekadar lengkapnya struktur organisasi di atas kertas.

Peristiwa Jabatan Kepala BKPSDM dan DPMPTSP Terisi Bupati Banjar Lantik 28 Pejabat menjadi titik awal bagi para pejabat baru untuk membuktikan kinerja. Masyarakat akan menilai bukan dari pidato pelantikan, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan di lapangan, mulai dari kemudahan mengurus izin hingga kepastian karier aparatur yang berintegritas.