Kalimantan Update – 05 November 2026 | Persoalan sarana dan prasarana pendidikan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kekurangan Mebel Masih Jadi Persoalan Sekolah SMP di Kukar, terutama menyangkut ketersediaan meja dan kursi yang menjadi kebutuhan dasar siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar mengakui bahwa pemenuhan perlengkapan furnitur tersebut belum sepenuhnya tuntas di sejumlah satuan pendidikan.
Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menyatakan bahwa kebutuhan mebel siswa merupakan salah satu prioritas yang terus diupayakan pemerintah daerah. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat menentukan kenyamanan dan kelancaran proses pembelajaran di ruang kelas.
“Rata-rata yang masih kekurangan itu mebel. Nah, ini sudah kita usahakan untuk pemenuhan mebel siswa, terkait jumlah sekolahnya saya lupa berapa,” ujar Emy saat ditemui di Tenggarong, Rabu (4/11/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Kekurangan Mebel Masih Jadi Persoalan Sekolah SMP di Kukar bukan isu yang bisa diabaikan. Meski demikian, Emy belum dapat merinci secara pasti berapa jumlah sekolah yang masih membutuhkan tambahan meja dan kursi pada tahun ini.
Bantuan Revitalisasi dari Pemerintah Pusat
Upaya pemenuhan sarana pendidikan tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah kabupaten. Emy menjelaskan bahwa sejumlah sekolah di Kukar telah menerima bantuan dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan untuk memperbaiki kondisi fasilitas sekolah yang membutuhkan penanganan.
Dengan adanya bantuan tersebut, pemenuhan sarana pendidikan di Kukar dapat dilakukan melalui beberapa sumber pembiayaan. Meski begitu, masih terdapat berbagai kebutuhan fasilitas yang harus diperhatikan sesuai kondisi masing-masing satuan pendidikan.
“Kebutuhan mebel menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian karena berkaitan langsung dengan aktivitas siswa selama berada di ruang kelas,” sebutnya.
Ketersediaan meja dan kursi yang memadai merupakan bagian dari fasilitas dasar yang mendukung proses pembelajaran. Tanpa mebel yang layak, siswa berpotensi mengalami kendala dalam mengikuti pelajaran, mulai dari ketidaknyamanan duduk hingga kesulitan mencatat materi.
Disdikbud Kukar pun terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan tersebut agar fasilitas pendidikan di tingkat SMP semakin memadai. Berbagai langkah ditempuh, termasuk mengalokasikan anggaran dan memanfaatkan program bantuan dari pemerintah pusat.
“Dukungan melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat kami harap dapat membantu sekolah yang membutuhkan perbaikan maupun peningkatan sarana dan prasarana,” ucapnya.
Dampak bagi Proses Belajar Mengajar
Kekurangan Mebel Masih Jadi Persoalan Sekolah SMP di Kukar memiliki dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran. Meja dan kursi yang tidak memadai dapat mengurangi konsentrasi siswa, memicu ketidaknyamanan, bahkan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jika digunakan dalam jangka panjang.
Selain itu, kekurangan mebel juga menyulitkan guru dalam mengatur ruang kelas. Pembelajaran yang seharusnya berlangsung kondusif bisa terganggu ketika sebagian siswa harus berbagi meja atau menggunakan fasilitas seadanya.
Oleh karena itu, pemenuhan mebel bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh. Pemerintah daerah dituntut untuk terus memetakan kebutuhan riil di lapangan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Harapan dan Langkah ke Depan
Emy berharap program revitalisasi dari pemerintah pusat dapat berjalan optimal dan menjangkau sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, dan pihak sekolah dalam mengatasi persoalan sarana prasarana.
Ke depan, Disdikbud Kukar berkomitmen untuk terus memantau kondisi fasilitas pendidikan di jenjang SMP. Pendataan yang akurat menjadi kunci agar pemenuhan mebel dapat dilakukan secara bertahap dan merata.
Meski belum ada angka pasti mengenai jumlah sekolah yang kekurangan mebel, pengakuan dari Disdikbud menunjukkan bahwa persoalan ini masih nyata. Kekurangan Mebel Masih Jadi Persoalan Sekolah SMP di Kukar menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya soal kurikulum, tetapi juga soal fasilitas dasar yang menunjang kenyamanan belajar siswa.
Kesimpulan
Kekurangan mebel di sejumlah SMP di Kutai Kartanegara masih menjadi pekerjaan rumah bagi Disdikbud Kukar. Pemerintah daerah telah berupaya memenuhi kebutuhan tersebut, salah satunya melalui dukungan program revitalisasi dari pemerintah pusat. Namun, tantangan tetap ada karena kebutuhan setiap sekolah berbeda-beda. Diperlukan pendataan yang cermat, alokasi anggaran yang tepat, serta pengawasan berkelanjutan agar fasilitas meja dan kursi dapat tersedia secara merata. Dengan begitu, proses belajar mengajar di jenjang SMP di Kukar dapat berlangsung lebih nyaman, kondusif, dan berkualitas.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Syaifullah
Sumber Berita: Updatekaltim.com
