FIFA Buka Peluang Gelar Lebih Banyak Turnamen di Indonesia Usai Sukses ASEAN Cup 2026
Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | FIFA Buka Peluang Gelar Lebih Banyak Turnamen di Indonesia menjadi angin segar bagi dunia sepak bola nasional. Presiden FIFA Gianni Infantino secara resmi menyatakan apresiasinya terhadap Indonesia yang sukses menjadi tuan rumah ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Pernyataan ini disampaikan usai pertemuan resmi dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Umum PSSI Erick Thohir, menandakan keseriusan pemerintah dan federasi dalam mengembangkan sepak bola Tanah Air.
Keberhasilan Indonesia menyelenggarakan Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya turnamen kawasan Asia Tenggara masuk dalam kalender resmi FIFA. Sementara itu, Challenge Division digelar di Hong Kong. Gianni Infantino menilai Indonesia memiliki infrastruktur, antusiasme, dan manajemen yang mumpuni untuk menjadi tuan rumah event sepak bola internasional lainnya. Hal ini memperkuat wacana bahwa FIFA Buka Peluang Gelar Lebih Banyak Turnamen di Indonesia di masa mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyambut baik kepercayaan FIFA. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas stadion, transportasi, dan akomodasi guna mendukung event berskala global. “Kami berterima kasih atas kepercayaan FIFA. Indonesia siap menjadi tuan rumah yang lebih baik lagi,” ujar Prabowo dalam keterangan resmi.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan menggelar ASEAN Cup 2026 menjadi fondasi penting untuk menargetkan turnamen yang lebih besar, seperti Piala Dunia U-20 atau bahkan Piala Dunia Antarklub. “Kami akan terus berbenah agar FIFA Buka Peluang Gelar Lebih Banyak Turnamen di Indonesia dapat terwujud dalam waktu dekat,” ujar Erick.
Dampak positif dari penyelenggaraan turnamen internasional tidak hanya dirasakan secara sportif, tetapi juga ekonomi. Data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa event sepak bola skala besar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan hingga 30 persen dan menggerakkan sektor UMKM di sekitar venue. Oleh karena itu, peluang yang dibuka FIFA ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Namun, tantangan tetap ada. Indonesia perlu memastikan kesiapan infrastruktur di berbagai kota, bukan hanya Jakarta. Beberapa stadion di daerah seperti Palembang, Surabaya, dan Makassar perlu direnovasi sesuai standar FIFA. Selain itu, aspek keamanan, perizinan, dan promosi juga menjadi faktor penentu. PSSI bersama pemerintah berencana membentuk gugus tugas khusus untuk menyambut peluang ini.
FIFA sendiri memiliki sejumlah agenda turnamen yang bisa digelar di Indonesia, antara lain FIFA U-17 World Cup, FIFA Beach Soccer World Cup, dan FIFA Futsal World Cup. Jika Indonesia mampu menyelenggarakan salah satunya, maka statusnya sebagai kekuatan sepak bola Asia Tenggara akan semakin diperhitungkan. Hal ini sejalan dengan visi FIFA untuk meratakan pembangunan sepak bola di seluruh dunia.
Pengamat sepak bola nasional, Ahmad Rizal, menilai bahwa peluang ini harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kita tidak hanya butuh stadion megah, tetapi juga wasit, pelatih, dan panitia yang berstandar internasional. Jangan sampai kita hanya menjadi tuan rumah, tetapi tidak berprestasi,” tegasnya.
Dengan segala potensi dan dukungan yang ada, bukan tidak mungkin jika FIFA Buka Peluang Gelar Lebih Banyak Turnamen di Indonesia akan menjadi kenyataan dalam beberapa tahun ke depan. Sinergi antara pemerintah, PSSI, dan masyarakat menjadi kunci utama. Jika berhasil, Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara dengan penggemar fanatik, tetapi juga sebagai penyelenggara event kelas dunia.
Ke depan, FIFA berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan ASEAN Cup 2026. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar apakah Indonesia layak dipercaya kembali. Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyatakan optimismenya. “Kami akan jadikan evaluasi sebagai pijakan untuk terus maju. Target kami adalah masuk dalam daftar negara tuan rumah tetap turnamen FIFA,” pungkasnya.
Dengan demikian, kabar baik ini patut disambut dengan kerja nyata. FIFA Buka Peluang Gelar Lebih Banyak Turnamen di Indonesia bukan sekadar wacana, melainkan tantangan untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di panggung global. Dukungan semua pihak sangat diperlukan agar sepak bola Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga meraih prestasi gemilang.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak
