Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat menangani kebutuhan dasar ratusan warga yang terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Melalui kolaborasi lintas instansi, Dinsos dan BPBD Kukar Buka Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Tenggarong guna memastikan para penyintas tetap mendapatkan asupan makanan layak setiap hari.
Langkah ini diambil setelah insiden kebakaran menghanguskan puluhan bangunan di kawasan permukiman padat tersebut. Dapur umum yang didirikan menjadi tumpuan utama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan peralatan memasak mereka.
Data Korban Masih Dinamis, 151 Jiwa Terdampak
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, Rinda Desianti, mengungkapkan bahwa jumlah korban terus mengalami pembaruan seiring proses pendataan di lapangan. Pada Selasa (6/10/2026), tercatat sekitar 151 jiwa atau 50 kepala keluarga yang membutuhkan bantuan.
“Data yang disampaikan tadi malam dengan hari ini berbeda. Hari ini sekitar 151 jiwa atau 50 kepala keluarga. Karena itu kami membuat dapur umum untuk beberapa hari ke depan,” kata Rinda.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan sarapan pagi warga telah dibantu oleh Baznas. Sementara untuk makan siang dan makan malam, pasokan sepenuhnya disiapkan melalui sinergi antara Dinsos dan BPBD Kukar. Kolaborasi ini memastikan tidak ada jeda layanan bagi para korban.
Sepuluh Personel Dinsos Dikerahkan
Untuk mendukung operasional dapur umum, Dinsos menurunkan sekitar sepuluh personel yang terdiri dari staf dan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana). Jumlah tersebut dinilai masih dapat ditambah apabila kebutuhan di lapangan meningkat, mengingat dapur umum harus melayani makan hingga tiga kali sehari.
Rinda menegaskan bahwa bantuan pascakebakaran tidak berhenti pada penyediaan makanan. Dinsos juga menyiapkan bantuan sembako serta bantuan khusus yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing korban.
“Kami membutuhkan data yang lebih detail terkait kriteria korban. Misalnya usia, kalau anak sekolah bisa kita bantu seragam atau sepatu. Untuk lansia juga ada bantuan yang disesuaikan,” jelasnya.
Pendataan rinci dinilai krusial agar penyaluran bantuan tepat sasaran. Untuk kebutuhan seperti seragam sekolah, Dinsos Kukar akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur apabila stok di daerah tidak mencukupi.
“Kami akan meminta bantuan agar kebutuhan tersebut bisa didukung dari provinsi. Selama ini, kalau stok bantuan di daerah kami kurang, biasanya kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi untuk mendapatkan tambahan,” tandas Rinda.
BPBD Targetkan 200 Porsi Makanan per Hari
Dari sisi kebencanaan, Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji, menegaskan bahwa dapur umum merupakan wujud kolaborasi pemerintah daerah bersama Dinsos, kecamatan, dan kelurahan. Tujuannya satu: memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.
“Penanganan kebutuhan dasar masyarakat supaya bisa terpenuhi. Kita usahakan bisa dua hari untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar, terutama makanan,” ujarnya.
BPBD Kukar menyiapkan bahan pokok berupa beras, sarden, susu, gula, mi instan, dan kebutuhan lainnya untuk diolah menjadi makanan siap saji. Dapur umum ditargetkan menyediakan sekitar 200 porsi makanan per hari dengan pembagian tiga kali makan.
Namun, layanan pada hari pertama dimulai dari makan siang karena sarapan telah disiapkan Baznas. Enam personel BPBD dikerahkan sebagai tenaga memasak, sementara logistik yang digunakan berasal dari persediaan gudang BPBD Kukar.
“Jadi kita menyediakan bahan pokok seperti beras, sarden, susu, gula, Indomie dan sebagainya. Tapi nanti kita wujudkan dalam bentuk makanan yang siap saji,” sebut Setianto.
Prioritas bagi Warga Terdampak Langsung
Setianto menegaskan bahwa makanan diprioritaskan bagi warga yang terdampak langsung. Pendataan dan pembagian dilakukan dengan berkoordinasi bersama lurah dan camat setempat agar tidak terjadi tumpang tindih penerima manfaat.
“Kami dahulukan masyarakat yang terdampak. Nanti kami koordinasi dengan kelurahan dan kecamatan,” tegasnya.
Durasi operasional dapur umum sementara ditetapkan selama dua hari. Meski demikian, layanan dapat diperpanjang apabila warga masih membutuhkan bantuan berdasarkan perkembangan di lapangan dan hasil koordinasi dengan camat serta lurah.
“Kalau masih dibutuhkan, kami akan melanjutkan layanan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan hasil koordinasi bersama camat serta lurah,” pungkas Setianto.
Langkah Dinsos dan BPBD Kukar Buka Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Tenggarong menjadi contoh nyata respons cepat pemerintah daerah dalam situasi darurat. Sinergi antara Dinsos, BPBD, Baznas, kecamatan, dan kelurahan menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.
Bagi warga, kehadiran dapur umum setidaknya meringankan beban psikologis dan ekonomi pascakebakaran. Ke depan, akurasi data korban akan menentukan kualitas bantuan lanjutan, mulai dari seragam sekolah anak hingga kebutuhan khusus lansia.
Keberhasilan Dinsos dan BPBD Kukar Buka Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Tenggarong juga menjadi pengingat bahwa koordinasi lintas sektor adalah kunci utama dalam setiap penanganan bencana di daerah. Dengan perpanjangan layanan yang bersifat fleksibel, pemerintah berharap pemulihan warga Tenggarong dapat berjalan lebih cepat dan manusiawi.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: UpdateKaltim.com

