Posyandu Berpeluang Menjadi Bagian Pelaksana Makanan Bergizi bagi Balita dan Lansia di Kukar
Kalimantan Update – 28 Oktober 2026 | Program penyediaan makanan bergizi untuk balita dan lansia di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dimatangkan. Dalam rencana pelaksanaannya, Posyandu Berpeluang Menjadi Bagian Pelaksana Makanan Bergizi bagi Balita dan Lansia melalui skema RT-Ku Terbaik yang digagas pemerintah daerah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Muffidah, yang menegaskan bahwa posyandu dapat dilibatkan dalam pengolahan makanan bagi kelompok sasaran.
Program ini dirancang melalui kolaborasi antara Dinkes dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Dinkes berperan menyiapkan data balita dan lansia, sekaligus memastikan makanan yang disediakan memenuhi standar kebutuhan gizi. “Dinkes itu nanti bertugas memberi data. Siapa lansianya di RT situ, karena kita punya data siapa balitanya,” ujar Ismi lagi.
Posyandu dipilih karena pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat kini telah terintegrasi. Posyandu tidak hanya melayani balita, tetapi juga lansia dan ibu hamil dalam satu kegiatan pelayanan. Dengan kondisi tersebut, kader posyandu dinilai dapat dilibatkan dalam pengaturan penyediaan makanan bagi kelompok sasaran. Namun, mekanisme pelaksanaannya tetap diserahkan kepada pengaturan di tingkat RT dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah.
“Teman-teman kader yang masak. Posyandu atau terserah RT yang mengatur. Tidak SPPG,” jelasnya. Ismi menegaskan, sejauh ini belum ada rencana pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program tersebut. Pengolahan makanan direncanakan dapat dilakukan secara langsung oleh kader atau melalui mekanisme yang ditetapkan pengurus RT.
Sementara itu, Dinkes Kukar telah menyiapkan petunjuk teknis mengenai menu dan takaran makanan untuk memastikan kebutuhan gizi penerima manfaat terpenuhi. Ketentuan tersebut mencakup komposisi makanan, termasuk jumlah nasi dan jenis lauk yang diberikan. “Untuk yang ideal itu berapa, kita ada juknisnya,” katanya.
Dalam perencanaan anggaran, Dinkes juga akan berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar untuk menghitung biaya penyediaan setiap porsi makanan berdasarkan menu yang telah ditetapkan. Terkait waktu pelaksanaan, Ismi membeberkan program tersebut masih menyesuaikan kondisi anggaran. Meski demikian, pembahasan bersama DPMD telah dilakukan untuk mengupayakan pelaksanaannya pada tahun depan melalui dukungan dana RT. “Kalau tahun depan insyaallah itu sudah kita diskusikan dengan DPMD,” tutupnya.
Dengan adanya program ini, Posyandu Berpeluang Menjadi Bagian Pelaksana Makanan Bergizi bagi Balita dan Lansia semakin terbuka lebar. Peran serta kader posyandu diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama balita dan lansia yang menjadi kelompok rentan. Selain itu, keterlibatan RT dalam pengelolaan makanan bergizi ini juga dapat memperkuat kemandirian masyarakat di tingkat lokal.
Sebagai informasi, program penyediaan makanan bergizi bagi balita dan lansia ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan lansia. Dengan sinergi antara Dinkes, DPMD, BRIDA, serta posyandu dan RT, diharapkan program ini dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Posyandu Berpeluang Menjadi Bagian Pelaksana Makanan Bergizi bagi Balita dan Lansia menjadi bukti bahwa layanan kesehatan berbasis masyarakat dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan warga.
Ke depan, Dinkes Kukar akan terus melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar program ini dapat segera terealisasi. Masyarakat diharapkan mendukung penuh inisiatif ini demi terciptanya generasi yang sehat dan lansia yang sejahtera. Dengan demikian, Posyandu Berpeluang Menjadi Bagian Pelaksana Makanan Bergizi bagi Balita dan Lansia bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju Kukar yang lebih sehat.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber: UpdateKaltim.com
