Betrand Peto Jelaskan Video Pesta Akibat Peretasan Email, Buka Suara Usai Diperiksa Polda Metro Jaya
Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Penyanyi Betrand Peto Putra Onsu akhirnya angkat bicara mengenai beredarnya video pesta dan minum-minuman keras yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam klarifikasinya, Betrand Peto jelaskan video pesta akibat peretasan email pribadinya yang diduga dibobol oleh pihak tidak bertanggung jawab. Penjelasan ini disampaikan usai dirinya menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Kamis (8/10/2026), sebuah momen yang langsung menarik perhatian publik dan awak media yang menunggu di lokasi.
Kepada para wartawan, pria yang akrab disapa Betrand itu menegaskan bahwa rekaman yang beredar luas bukanlah gambaran utuh dari sebuah kejadian. Menurutnya, video tersebut merupakan dokumentasi lama yang kemudian diedit dan digabungkan sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan yang berbeda dari kenyataan sebenarnya. Ia menyayangkan bagaimana potongan-potongan gambar itu bisa tersebar tanpa konteks yang jelas dan memicu beragam spekulasi di ruang publik.
“Rekaman itu dokumentasi lama yang diedit dan digabungkan, jadi kesannya berbeda dari kejadian yang sebenarnya,” ujar Betrand di hadapan awak media, menjelaskan duduk perkara yang membuat namanya kembali menjadi perbincangan hangat.
Kronologi dan Dugaan Peretasan Email
Dalam kesempatan yang sama, Betrand Peto jelaskan video pesta akibat peretasan email yang ia yakini sebagai pintu masuk penyebaran konten tersebut. Ia membenarkan bahwa akun email pribadinya telah dibobol oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dugaan peretasan ini menjadi salah satu persoalan yang ingin ia telusuri lebih lanjut, meski saat ini ia memilih untuk memprioritaskan perkara hukum yang sedang berjalan.
Betrand menyampaikan klarifikasi tersebut setelah menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang tengah ditangani Polda Metro Jaya. Kedatangan putra dari pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah itu ke markas kepolisian bukan hanya untuk memenuhi panggilan penyidik, tetapi juga untuk memberikan keterangan seputar beredarnya video yang dinilainya telah merugikan dirinya secara pribadi maupun profesional.
Publik tentu masih ingat bagaimana kasus ini berkembang cepat di media sosial. Video berdurasi pendek yang memperlihatkan suasana pesta dan aktivitas minum-minuman keras itu langsung menuai reaksi beragam, mulai dari kecaman hingga dukungan kepada Betrand. Banyak warganet yang menilai bahwa penyebaran konten semacam itu berpotensi merusak reputasi seseorang, terutama jika terbukti telah melalui proses editing yang menyesatkan.
Fokus pada Proses Hukum yang Sedang Berjalan
Meski menyoroti dugaan peretasan, Betrand menegaskan bahwa ia tidak ingin terburu-buru menyimpulkan siapa pihak yang bertanggung jawab. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian dan berharap kasus ini dapat diungkap secara transparan. Menurutnya, langkah hukum adalah jalan yang paling tepat untuk menuntaskan persoalan yang telah mencoreng nama baiknya.
Dalam keterangannya, Betrand Peto jelaskan video pesta akibat peretasan email sebagai bagian dari rangkaian persoalan yang saling berkaitan. Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan momen tersebut untuk menggiring opini publik. Namun, ia memilih untuk tetap tenang dan fokus pada perkara yang saat ini sedang ditangani oleh penyidik.
Pengamat komunikasi digital menilai bahwa kasus seperti ini semakin sering terjadi di era informasi yang serba cepat. Konten yang telah diedit dapat dengan mudah menyebar dan menciptakan persepsi yang keliru di masyarakat. Oleh karena itu, literasi digital dan kehati-hatian dalam menerima informasi menjadi kunci agar publik tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum tentu kebenarannya.
Dampak bagi Publik Figur dan Pentingnya Verifikasi
Sebagai figur publik yang tumbuh besar di dunia hiburan, Betrand tentu menghadapi tekanan tersendiri ketika namanya terseret dalam kontroversi. Ia menyadari bahwa setiap gerak-geriknya selalu menjadi sorotan, termasuk ketika ia berusaha menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Dukungan dari keluarga, penggemar, dan rekan sesama artis pun menjadi penyemangat baginya untuk menghadapi situasi ini dengan kepala tegak.
Betrand juga mengingatkan pentingnya verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan sebuah konten. Ia berharap masyarakat tidak langsung menghakimi berdasarkan potongan video yang belum jelas asal-usulnya. Ajakan ini sejalan dengan kampanye literasi media yang terus digaungkan untuk menekan penyebaran hoaks dan konten manipulatif di platform digital.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan terkait dugaan peretasan email dan laporan TPKS yang menyeret nama Betrand masih terus berjalan di Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan, sementara kuasa hukum Betrand memilih untuk tidak banyak berkomentar di luar materi yang telah disampaikan kliennya.
Kesimpulan
Kasus yang menimpa Betrand Peto menjadi pengingat bahwa dunia digital menyimpan risiko yang nyata, terutama bagi publik figur. Klarifikasi Betrand Peto jelaskan video pesta akibat peretasan email menunjukkan bahwa tidak semua konten yang beredar di media sosial dapat diterima mentah-mentah. Dengan menempuh jalur hukum dan mengedepankan asas praduga tak bersalah, Betrand berharap kebenaran dapat terungkap secara utuh, sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak
