Messi Gantung Sepatu dari Timnas Argentina, Modric hingga Presiden FIFA Beri Penghormatan
Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Lionel Messi resmi mengambil keputusan untuk gantung sepatu dari Timnas Argentina. Laga uji coba melawan Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, pada Rabu (7/10/2026) WIB menjadi momen perpisahan La Pulga setelah dua dekade membela La Albiceleste. Dalam pertandingan tersebut, Messi tampil penuh dan menyumbang satu gol serta dua assist, membawa Argentina menang 3-0. Keputusan gantung sepatu ini sebenarnya telah diumumkan pada akhir Agustus 2026, namun laga kontra Benin menjadi kesempatan terakhir baginya untuk mengucapkan salam perpisahan langsung kepada para suporter.
Kabar pensiunnya Messi dari tim nasional mengguncang dunia sepak bola. Berbagai ucapan penghormatan mengalir dari para legenda dan pesepakbola dunia. Luka Modric, gelandang veteran Kroasia, menyampaikan pesan perpisahan yang menyentuh. “Messi adalah pemain yang sangat unik. Apa lagi yang bisa saya katakan tentang dirinya? Sangat disayangkan ia harus pensiun, tetapi itu adalah keputusannya dan kita semua harus menghormatinya,” ujar Modric. Ia juga menyoroti pencapaian fenomenal Messi yang berhasil meraih gelar juara dunia bersama Argentina sebagai penutup karier internasional yang sempurna.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, turut memberikan pesan haru. Melalui akun media sosial pribadinya, ia menulis, “Selamat dan terima kasih, Lionel Messi,” sambil menyebut sang pemain sebagai legenda. Selama memperkuat Argentina, Messi telah mencatatkan 15 tahun sebagai kapten dan membawa tim meraih dua gelar Copa America, satu Finalissima, serta satu Piala Dunia. Ia juga memegang rekor sebagai top skor sepanjang masa timnas Argentina.
Pertanyaan besar kini muncul: siapa yang akan mewarisi nomor punggung 10 ikonis milik Messi? Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) sempat berencana memensiunkan nomor tersebut secara permanen sebagai bentuk penghormatan. Namun, regulasi FIFA menolak permohonan itu karena mewajibkan setiap tim nasional mendaftarkan pemain dengan nomor urut 1 hingga 26 tanpa ada angka yang terlewati. Aturan ini berlaku pada kualifikasi dan turnamen Piala Dunia. Meski demikian, AFA masih memiliki ruang untuk mengosongkan nomor 10 pada laga persahabatan atau turnamen tingkat benua seperti Copa America.
Pelatih Lionel Scaloni belum menentukan siapa pemakai nomor 10 selanjutnya. Ia memilih bersabar sampai ada pemain yang tidak hanya mumpuni secara skill, tetapi juga siap memikul beban sejarah nomor tersebut. Nama Nico Paz, gelandang muda yang kini membela Como 1907, menjadi kandidat paling favorit. Pemain berusia 22 tahun itu dikenal memiliki kemampuan olah bola mumpuni dan kaki kiri dominan yang cocok untuk melanjutkan tradisi playmaker klasik Argentina. Nama-nama lain seperti Franco Mastantuono, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Thiago Almada juga masuk dalam pertimbangan.
Sementara itu, di Portugal, Cristiano Ronaldo masih menjadi sorotan. Meski belum memutuskan gantung sepatu dari timnas, ia terancam hukuman larangan bermain enam bulan dari Federasi Sepak Bola Portugal setelah meninggalkan kamp latihan pada 29 September 2026. Polemik dengan pelatih Jorge Jesus menambah ketidakpastian masa depan Ronaldo di panggung internasional. Banyak yang bertanya-tanya, kapan CR7 akan menyusul Messi untuk gantung sepatu?
Di sisi lain, dunia sepak bola juga dihebohkan dengan comeback David Silva. Legenda Manchester City dan timnas Spanyol itu resmi keluar dari masa pensiun di usia 40 tahun dan bergabung dengan klub Hong Kong, Supreme Sha Tin. Silva, yang sebelumnya gantung sepatu pada musim panas 2023 akibat cedera lutut serius, mengaku antusias memulai petualangan baru. Klub yang promosi ke kasta teratas Liga Hong Kong musim lalu itu menyebut Silva akan segera bergabung dalam sesi latihan untuk membangun kebugaran sebelum debut.
Keputusan Messi untuk gantung sepatu dari timnas menandai berakhirnya sebuah era emas. Rivalitasnya dengan Ronaldo telah menghiasi sepak bola dunia selama lebih dari satu dekade. Kini, saat satu per satu megabintang memasuki fase senja, pertanyaan tentang siapa penerus mereka menjadi perbincangan hangat. Argentina harus segera menemukan sosok yang mampu mengemban tanggung jawab besar nomor 10, sementara Portugal menanti kepastian masa depan Ronaldo. Yang jelas, warisan Messi dan Ronaldo akan terus dikenang sepanjang sejarah sepak bola.
