Piala Suhandinata 2026: Indonesia Dihantam Malaysia 0-2, Mimpi Final Pupus di Kairo
Kalimantan Update – 11 Oktober 2026 | Langkah tim bulu tangkis junior Indonesia di Piala Suhandinata 2026 harus terhenti di babak semifinal. Garuda Muda menyerah 0-2 dari Malaysia pada laga yang digelar di Kairo, Mesir, Jumat (9/10/2026) malam waktu setempat. Kekalahan dengan skor set 49-55 dan 42-55 ini memupus harapan Indonesia melaju ke partai puncak sekaligus memastikan tim Merah Putih pulang membawa medali perunggu.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal, terlebih dengan format relay point yang membuat setiap poin begitu berharga. Malaysia yang berstatus unggulan teratas tampil lebih tenang di momen-momen krusial, sementara Indonesia yang hanya ditempatkan sebagai unggulan kesepuluh harus mengakui keunggulan lawan dalam pengelolaan tekanan.
Jalannya Pertandingan
Pada set pertama, Indonesia sempat menunjukkan perlawanan menjanjikan. Tunggal putra Fardhan Rainanda Joe membuka keunggulan 11-6 atas Tiew Wei Jie. Sayangnya, Malaysia berbalik memimpin setelah ganda putri Indonesia kalah 17-22. Tunggal putri Jolin Angelia sempat memperkecil ketertinggalan lewat kemenangan dramatis 33-32 atas Carine Tee, namun ganda campuran dan ganda putra Indonesia tak mampu membendung laju Malaysia yang menutup set pertama dengan skor 55-49.
Set kedua berjalan lebih berat bagi Garuda Muda. Tunggal putra kembali kalah 7-11, ganda putri takluk 11-22, dan tunggal putri menyerah 28-33. Pasangan ganda campuran Moses Andar Simanjuntak dan Reya Azzahra Yulianti kalah 37-44, sebelum ganda putra Faizal Pangestu dan Anju Siahaan menyerah 42-55 dari pasangan Isyraf Hafizin dan Ahmad Redzuan.
Pelatih tim Indonesia, Eskar, mengakui Malaysia tampil lebih baik terutama dalam mengelola tekanan selama pertandingan. Ia menyoroti atmosfer arena yang dipadati suporter sebagai faktor yang memengaruhi performa para pemain muda.
“Dengan begitu banyak suporter yang memadati arena. Di satu sisi, itu memang menjadi tambahan energi, tetapi di sisi lain ternyata juga menjadi tekanan bagi anak-anak. Dengan teriakan yang tidak berhenti, itu menjadi beban tersendiri,” ujar Eskar.
Perjalanan Menuju Semifinal
Meski gagal melaju ke final, capaian semifinal ini sudah memenuhi target awal yang dipasang tim Indonesia sebelum berangkat ke Mesir. Sebelumnya, Garuda Muda memastikan tiket empat besar setelah mengalahkan Uni Emirat Arab pada perempat final dengan kemenangan dramatis 2-0 lewat skor set 55-54 dan 55-31.
Selisih kualitas di sektor ganda putri menjadi pembeda dalam laga kontra Malaysia. Negeri Jiran menurunkan pemain tunggal putri junior nomor satu yang sulit ditaklukkan, membuat Indonesia kesulitan mengejar perolehan poin sepanjang pertandingan.
Fokus Beralih ke Nomor Perseorangan
Perjuangan para pebulu tangkis junior Indonesia di Piala Suhandinata 2026 belum sepenuhnya berakhir. Setelah nomor beregu campuran yang berlangsung pada 5-10 Oktober rampung, para pemain akan beralih fokus ke nomor perseorangan yang dijadwalkan bergulir pada 12-17 Oktober di tempat yang sama.
Eskar berharap kekalahan ini menjadi bahan evaluasi berharga bagi para pemain untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Menurutnya, para pemain perlu belajar menjaga fokus pada setiap poin, menjalankan strategi yang telah disiapkan bersama pelatih, serta tetap tampil maksimal meskipun berada di bawah tekanan.
Rekap Hasil Semifinal
| Partai | Pemain Indonesia | Skor | Pemain Malaysia |
|---|---|---|---|
| Set 1 | Tim Indonesia | 49-55 | Tim Malaysia |
| Set 2 | Tim Indonesia | 42-55 | Tim Malaysia |
Hasil ini menjadi catatan penting bagi pembinaan bulu tangkis junior Indonesia. Status unggulan kesepuluh yang disandang tim Merah Putih sejatinya sudah melampaui ekspektasi dengan menembus empat besar. Namun, kesenjangan di sektor ganda putri dan ganda campuran masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi menjelang turnamen-turnamen berikutnya.
Dengan berakhirnya perjalanan di nomor beregu, seluruh perhatian kini tertuju pada nomor perseorangan. Para pemain diharapkan dapat bangkit dan menampilkan performa terbaik untuk bersaing memperebutkan gelar juara, sekaligus membuktikan bahwa kegagalan di Piala Suhandinata nomor beregu bukan akhir dari segalanya.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: ANTARA, Bola.com, Liputan6.com, Radartvnews.com, Ceritakita
