Pipa BPAM Banjarbakula Bocor, PTAM Intan Banjar Optimalkan Air Irigasi Riam Kanan untuk Jaga Pasokan Air
Kalimantan Update – 11 Oktober 2026 | Gangguan distribusi air bersih kembali melanda wilayah Banjarbaru dan Martapura setelah terjadinya insiden Pipa BPAM Banjarbakula Bocor PTAM Intan Banjar Optimalkan Air Irigasi Riam Kanan untuk Jaga Pasokan Air. Kebocoran pipa transmisi air baku milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula di kawasan Sungai Landas, Desa Mandikapau, Kabupaten Banjar, memaksa PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar bergerak cepat melakukan langkah mitigasi agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu secara berkepanjangan.
Manajemen PTAM Intan Banjar bersama BPAM Banjarbakula langsung mengambil tindakan darurat dengan berkoordinasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin. Koordinasi tersebut dilakukan untuk meminta izin pemanfaatan air baku dari jaringan Irigasi Riam Kanan sebagai sumber alternatif selama pasokan dari jaringan transmisi utama mengalami gangguan akibat kebocoran pipa.
Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, mengungkapkan bahwa proses pengolahan air baku alternatif tersebut mulai dilakukan sejak Sabtu sekitar pukul 17.00 Wita. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kontinuitas pasokan air bersih bagi pelanggan di wilayah Banjarbaru dan Martapura yang selama ini mengandalkan pasokan dari jaringan BPAM Banjarbakula.
“Sejak pukul 17.00 Wita PTAM Intan Banjar bersama BPAM Banjarbakula sudah mulai mengolah air baku dari Irigasi Riam Kanan. Saat ini air hasil pengolahan sudah masuk ke reservoir dan selanjutnya akan disalurkan kepada pelanggan,” ujar Mahyuni dalam keterangannya kepada awak media.
Kapasitas Produksi Gabungan Mencapai 300 Liter per Detik
Melalui upaya bersama antara PTAM Intan Banjar dan BPAM Banjarbakula, kapasitas produksi gabungan berhasil mencapai 300 liter per detik. Angka tersebut dinilai cukup untuk mendukung pasokan air bersih bagi pelanggan di wilayah Banjarbaru dan Martapura, meskipun masih dalam kondisi pemulihan pasca insiden Pipa BPAM Banjarbakula Bocor PTAM Intan Banjar Optimalkan Air Irigasi Riam Kanan untuk Jaga Pasokan Air.
Meski air bersih mulai tersedia, distribusinya belum dapat langsung normal. Hal ini dikarenakan diperlukan proses pengembalian tekanan jaringan secara bertahap agar air dapat menjangkau seluruh pelanggan, terutama di wilayah yang jauh dari pusat distribusi. Proses pemulihan tekanan jaringan menjadi tahapan krusial yang harus dilalui sebelum pasokan air kembali normal sepenuhnya.
“Air sudah masuk ke reservoir, tetapi tekanan jaringan harus dipulihkan terlebih dahulu. Jadi, distribusi dilakukan bertahap dan tidak bisa langsung menjangkau seluruh pelanggan secara bersamaan,” jelas Mahyuni.
Koordinasi Lintas Instansi Jadi Kunci Penanganan
Mahyuni menambahkan, koordinasi dengan BWS Kalimantan III menjadi bagian penting dalam penanganan gangguan tersebut. Pemanfaatan air dari jaringan irigasi memerlukan persetujuan instansi yang berwenang dalam pengelolaan sumber daya air, sehingga sinergi lintas sektor menjadi syarat mutlak dalam upaya pemulihan pasokan air bersih.
Manajemen PTAM Intan Banjar pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BWS Kalimantan III atas dukungan dan kerja sama dalam upaya pemanfaatan sumber air alternatif tersebut. Menurut Mahyuni, sinergi ini sangat membantu upaya perusahaan bersama BPAM Banjarbakula untuk menjaga pelayanan air bersih kepada masyarakat di tengah gangguan yang terjadi.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada BWS Kalimantan III atas dukungan dan koordinasi yang terjalin. Sinergi ini sangat membantu upaya kami bersama BPAM Banjarbakula untuk menjaga pelayanan air bersih kepada masyarakat di tengah gangguan yang terjadi,” ungkapnya.
Pengalaman Kebocoran Sebelumnya Jadi Pembelajaran
Insiden kebocoran pipa transmisi Banjarbakula bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi pada April dan September 2024 di kawasan Mandikapau. Saat itu, pemanfaatan air baku dari jaringan Irigasi Riam Kanan juga menjadi salah satu langkah alternatif untuk membantu menjaga pelayanan selama proses perbaikan berlangsung.
Berbagai pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi manajemen untuk memperkuat koordinasi lintas instansi, mengoptimalkan sumber air alternatif, serta mempercepat penanganan agar dampak gangguan terhadap pelanggan dapat diminimalkan. Dengan demikian, insiden Pipa BPAM Banjarbakula Bocor PTAM Intan Banjar Optimalkan Air Irigasi Riam Kanan untuk Jaga Pasokan Air dapat ditangani secara lebih terukur dan responsif.
Langkah mitigasi yang dilakukan PTAM Intan Banjar juga menjadi bagian dari manajemen risiko operasional dalam menghadapi gangguan pasokan air baku yang berasal dari infrastruktur eksternal. Ketergantungan terhadap jaringan transmisi BPAM Banjarbakula menuntut adanya rencana kontingensi yang matang agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Daftar Langkah Mitigasi PTAM Intan Banjar
- Koordinasi cepat dengan BPAM Banjarbakula dan BWS Kalimantan III Banjarmasin.
- Permohonan izin pemanfaatan air baku dari jaringan Irigasi Riam Kanan.
- Pengolahan air baku alternatif sejak pukul 17.00 Wita.
- Peningkatan kapasitas produksi gabungan hingga 300 liter per detik.
- Pemulihan tekanan jaringan secara bertahap ke seluruh wilayah pelanggan.
Mahyuni menegaskan, meskipun gangguan terjadi pada infrastruktur pemasok air baku di luar jaringan distribusi PTAM Intan Banjar, manajemen tetap berupaya maksimal mempertahankan pelayanan kepada masyarakat. Prinsip pelayanan publik menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional perusahaan.
“Prinsip kami, pelayanan kepada masyarakat harus tetap diupayakan semaksimal mungkin. Karena itu, koordinasi dengan BPAM Banjarbakula dan BWS Kalimantan III terus dilakukan agar dampak gangguan dapat ditekan dan distribusi air bersih bisa segera pulih,” tegas dia.
Kesimpulan
Insiden Pipa BPAM Banjarbakula Bocor PTAM Intan Banjar Optimalkan Air Irigasi Riam Kanan untuk Jaga Pasokan Air menunjukkan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menjaga layanan air bersih bagi masyarakat Banjarbaru dan Martapura. Meskipun distribusi belum sepenuhnya normal karena proses pemulihan tekanan jaringan berlangsung bertahap, langkah cepat PTAM Intan Banjar bersama BPAM Banjarbakula dan BWS Kalimantan III patut diapresiasi. Pengalaman berulang kebocoran pipa transmisi di kawasan Mandikapau menjadi catatan penting bahwa penguatan manajemen risiko dan sumber air alternatif harus terus dioptimalkan demi keberlanjutan pelayanan publik di Kalimantan Selatan.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: kanalkalimantan.com
