Iraola Kritik Kartu Merah Gravenberch Usai Liverpool Tumbang 0-3 dari Manchester City

Foto: Istimewa

Iraola Kritik Kartu Merah Gravenberch Usai Liverpool Tumbang 0-3 dari Manchester City

Kalimantan Update – 12 Oktober 2026 | Manajer Bournemouth, Andoni Iraola, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan kartu merah yang diterima gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, dalam laga kontra Manchester City di Anfield pada Minggu (11/10/2026) malam WIB. Kritik Iraola ini mencuat setelah Liverpool harus bermain dengan 10 pemain dan akhirnya tumbang 0-3. Dalam pernyataannya, Iraola menilai bahwa kartu kuning kedua yang diberikan kepada Gravenberch sangatlah keras dan tidak konsisten dengan keputusan wasit di pertandingan lain. Isu Iraola Kritik Kartu Merah Gravenberch Usai Liverpool Tumbang pun menjadi sorotan publik sepak bola tanah air.

Pertandingan yang berlangsung di Anfield tersebut awalnya berjalan seimbang. Kedua tim saling menyerang namun tidak ada gol yang tercipta hingga menit ke-60. Namun, momentum berubah drastis ketika Gravenberch melakukan pelanggaran terhadap pemain Manchester City, Jeremy Doku. Wasit yang memimpin pertandingan menganggap pelanggaran itu layak mendapat kartu kuning kedua, sehingga Gravenberch harus meninggalkan lapangan. Keputusan ini memicu protes dari kubu Liverpool, termasuk dari manajer mereka, Arne Slot.

Iraola, yang dikenal sebagai pelatih vokal, mengungkapkan bahwa dirinya telah menonton tayangan ulang insiden tersebut. Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan Gravenberch tidak lebih kasar dari beberapa pelanggaran serupa yang hanya diberi peringatan lisan atau kartu kuning pertama. “Saya pikir itu bukan kartu kuning kedua. Terlalu banyak inkonsistensi dalam pengambilan keputusan seperti itu. Ini merugikan Liverpool dan membuat pertandingan tidak seimbang,” ujar Iraola dalam konferensi pers usai pertandingan. Kritik Iraola terhadap kartu merah Gravenberch ini menambah panjang daftar keluhan tentang standar wasit di Premier League musim ini.

Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan oleh Manchester City. Hanya sekitar dua setengah menit setelah Gravenberch diusir, Erling Haaland mencetak gol pembuka yang membuat Anfield terdiam. Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Di babak kedua, City semakin nyaman mengendalikan permainan. Jeremy Doku, yang menjadi korban pelanggaran Gravenberch, menambah gol kedua pada menit ke-72. Kemudian, Rayan Cherki menutup kemenangan City dengan gol ketiga pada menit ke-85. Liverpool yang bermain dengan 10 pemain tidak mampu membalas hingga peluit panjang berbunyi.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Liverpool. Mereka gagal mendapatkan poin di kandang sendiri dan tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin. Hasil ini juga membuat posisi Arne Slot sebagai manajer semakin tertekan. Sementara itu, Manchester City terus melaju di papan atas dan menunjukkan dominasinya. Isu Iraola Kritik Kartu Merah Gravenberch Usai Liverpool Tumbang menjadi diskusi hangat di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.

Kritik Iraola terhadap kartu merah Gravenberch juga menyoroti perlunya perbaikan dalam sistem pengambilan keputusan wasit, terutama dengan adanya teknologi VAR. Iraola berharap agar ke depannya wasit lebih konsisten dalam memberikan hukuman, sehingga tidak ada tim yang dirugikan secara tidak adil. “Kami semua ingin pertandingan berjalan fair. Keputusan seperti ini bisa mengubah hasil pertandingan. Saya harap ada evaluasi,” tambahnya. Pernyataan Iraola ini sejalan dengan banyak pihak yang menilai bahwa kartu merah tersebut terlalu berlebihan.

Di sisi lain, kubu Manchester City menolak berkomentar banyak tentang kontroversi tersebut. Manajer City, Pep Guardiola, hanya menyatakan bahwa timnya fokus pada permainan dan memanfaatkan situasi. “Kami hanya bermain sesuai instruksi. Kartu merah itu keputusan wasit, bukan urusan kami,” ujar Guardiola singkat. Namun, kemenangan 3-0 ini tetap menjadi bukti kekuatan City yang mampu menghukum lawan yang lengah.

Bagi Liverpool, kekalahan ini menambah catatan buruk dalam beberapa pertandingan terakhir. Mereka kini harus segera bangkit untuk menghadapi jadwal padat berikutnya. Arne Slot dituntut untuk bisa memotivasi pemain dan memperbaiki performa, terutama dalam hal disiplin. Sementara itu, kritik dari Iraola menjadi pengingat bahwa keputusan wasit bisa menjadi faktor penentu dalam sebuah pertandingan. Isu Iraola Kritik Kartu Merah Gravenberch Usai Liverpool Tumbang akan terus bergulir selama Premier League masih berjalan.

Dari sudut pandang pengamat, insiden ini menunjukkan bahwa standar wasit di Premier League masih menjadi perdebatan. Banyak yang menilai bahwa kartu kuning kedua untuk Gravenberch terlalu keras mengingat pelanggaran tersebut tidak berpotensi membahayakan. Beberapa analis bahkan menyarankan agar wasit lebih bijak dalam memberikan kartu, terutama pada momen-momen krusial. Kritik Iraola terhadap kartu merah Gravenberch bisa menjadi momentum untuk perubahan ke arah yang lebih baik.

Kesimpulannya, laga Liverpool vs Manchester City diwarnai kontroversi kartu merah Ryan Gravenberch yang memicu kritik dari Andoni Iraola. Kekalahan 0-3 membuat Liverpool tertahan di peringkat kesembilan, sementara City meraih kemenangan penting. Kritik Iraola menyoroti pentingnya konsistensi wasit dalam mengambil keputusan. Ke depan, diharapkan ada evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang dan merugikan tim mana pun. Isu Iraola Kritik Kartu Merah Gravenberch Usai Liverpool Tumbang menjadi cerminan dinamika Premier League yang penuh drama.