Diklat BCKS Guru dari HSU Digelar Serentak Bersama Balangan dan Tapin, 59 Guru Siap Jadi Kepala Sekolah
Kalimantan Update – 12 Oktober 2026 | Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dunia pendidikan. Kali ini, Diklat BCKS Guru dari HSU Digelar Serentak Bersama Balangan dan Tapin, sebuah langkah strategis untuk mencetak calon pemimpin sekolah yang berkualitas. Kegiatan bergengsi ini berlangsung di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Selatan yang berlokasi di Banjarbaru.
Yang menarik, khusus untuk guru dari Kabupaten HSU, seluruh biaya pendidikan dan pelatihan ini sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah serius dalam menyiapkan generasi pemimpin pendidikan yang unggul dan berdaya saing.
Pembukaan Diklat BCKS ini dihadiri oleh tokoh penting nasional, yaitu Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Alex. Kehadiran pejabat eselon I kementerian tersebut tidak hanya menjadi simbol dukungan, tetapi juga memberikan suntikan motivasi serta wawasan strategis bagi para calon pemimpin sekolah dari ketiga daerah.
Kegiatan ini dirancang dengan dua tahap pembelajaran yang terstruktur. Tahap pertama adalah pembelajaran daring melalui Learning Management System (LMS) yang dilaksanakan pada 4–10 September 2026. Selanjutnya, tahap tatap muka berlangsung pada 11–20 September 2026. Kombinasi metode ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif bagi para peserta.
59 Guru Terpilih dari HSU
Sebanyak 59 guru terpilih dari Kabupaten HSU mengikuti Diklat BCKS Guru dari HSU Digelar Serentak Bersama Balangan dan Tapin ini. Komposisi peserta terdiri dari empat guru TK, 45 guru SD, dan 10 guru SMP. Keberagaman jenjang pendidikan ini menunjukkan bahwa program pengembangan kepemimpinan sekolah mencakup seluruh level pendidikan dasar.
Kepala BGTK Provinsi Kalsel, Warsimin, menjelaskan bahwa tujuan utama diklat ini adalah melahirkan pemimpin sekolah yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga visioner dan mampu membawa inovasi nyata di sekolah masing-masing.
“Kami ingin kepala sekolah bukan sekadar pelaksana administrasi, tetapi juga inovator yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan sekolahnya,” ujar Warsimin dalam sambutannya.
Alokasi APBD sebagai Investasi Jangka Panjang
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSU, Rahman Heriadi, menyebut alokasi APBD untuk kegiatan ini sebagai langkah strategis jangka panjang. Menurutnya, kepala sekolah adalah ujung tombak kemajuan unit pendidikan.
“Kami menaruh ekspektasi tinggi agar para peserta mampu menyerap seluruh materi, demi mewujudkan sekolah-sekolah yang unggul di Hulu Sungai Utara,” katanya, Senin (12/10/2026) siang.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Diklat BCKS Guru dari HSU Digelar Serentak Bersama Balangan dan Tapin bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan di Kalimantan Selatan.
Antusiasme Peserta
Salah satu peserta, Ilin Karlina dari SDN Kota Raden Hulu 1, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab HSU atas kesempatan berharga tersebut. Ia berharap seluruh ilmu yang didapat dapat meningkatkan kompetensi para guru.
“Kami berharap seluruh ilmu yang didapat dapat meningkatkan kompetensi kami, agar pendidikan di Hulu Sungai Utara ke depannya semakin meningkat,” ujarnya penuh semangat.
Antusiasme serupa juga dirasakan oleh peserta dari Kabupaten Balangan dan Tapin. Mereka menyadari bahwa menjadi kepala sekolah bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang tanggung jawab besar untuk memajukan pendidikan generasi penerus bangsa.
Kolaborasi Tiga Kabupaten
Pelaksanaan Diklat BCKS Guru dari HSU Digelar Serentak Bersama Balangan dan Tapin ini menunjukkan semangat kolaborasi antar daerah di Kalimantan Selatan. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan standar kompetensi kepala sekolah yang merata di wilayah tersebut.
Dengan dilaksanakannya diklat ini, Kabupaten HSU, Balangan, dan Tapin bersiap menyambut generasi kepala sekolah baru yang dedikatif, kompeten, dan siap memajukan pendidikan di Banua. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah berinvestasi pada sumber daya manusia untuk masa depan yang lebih cerah.
Ke depan, diharapkan semakin banyak program serupa yang melibatkan kolaborasi lintas kabupaten, sehingga kualitas pendidikan di Kalimantan Selatan terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional.
