Nuriah dan Khotib Wakili Indonesia ke Sarawak dan Abu Dhabi, Ini Pesan Bupati Banjar

Foto: Istimewa

Nuriah dan Khotib Wakili Indonesia ke Sarawak dan Abu Dhabi, Ini Pesan Bupati Banjar

Kalimantan Update – 12 Oktober 2026 | Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dua putra-putri terbaik daerah ini, Nuriah dan Ahmad Khotib, terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Al-Qur’an tingkat internasional di dua negara berbeda. Momen bersejarah ini menjadi perhatian publik, terlebih setelah keduanya menyampaikan kesiapan mereka di hadapan Bupati Banjar. Dalam pertemuan penuh kehangatan itu, pesan Nuriah dan Khotib Wakili Indonesia ke Sarawak dan Abu Dhabi Ini Pesan Bupati Banjar menjadi sorotan utama, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembinaan generasi Qurani.

Keduanya akan berlaga di dua event bergengsi. Nuriah akan mengikuti Abu Dhabi International of Holy Quran Award yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Oktober 2026 di cabang hafalan Al-Qur’an 30 juz. Sementara itu, Ahmad Khotib akan tampil di Majlis Tilawah Al-Qur’an Bandaraya Se-Borneo yang diselenggarakan oleh Majelis Islam Sarawak, Malaysia, pada 26 Oktober 2026 dengan cabang hafalan 15 juz.

Kesiapan keduanya disampaikan langsung oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Banjar saat bersilaturahmi dengan Bupati Banjar H Saidi Mansyur dan Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Senin (12/10/2026) pagi. Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penyemangat sebelum keduanya bertolak ke negara masing-masing.

Wakil Ketua LPTQ Kabupaten Banjar, Nisfuani, membeberkan bahwa Nuriah berhasil lolos seleksi daring yang diikuti peserta dari berbagai negara. Dari proses ketat tersebut, Nuriah terpilih sebagai salah satu dari 14 finalis dan berhak mewakili Indonesia di Abu Dhabi. Prestasi ini tentu bukan hal instan, melainkan buah dari kerja keras dan ketekunan yang panjang.

“Alhamdulillah, Nuriah berhasil lolos seleksi daring dan menjadi salah satu dari 14 finalis yang akan mewakili Indonesia di Abu Dhabi,” ujar Nisfuani.

Adapun Ahmad Khotib terpilih sebagai salah satu dari tujuh finalis dari kawasan Kalimantan atau Borneo yang akan mengikuti kompetisi di Sarawak, Malaysia. Kompetisi ini mempertemukan para hafiz terbaik dari berbagai wilayah di pulau Borneo, sehingga persaingan dipastikan berlangsung ketat.

Nisfuani menambahkan, LPTQ Kabupaten Banjar telah mempersiapkan kedua peserta melalui pembinaan dan latihan rutin setiap Sabtu dan Minggu. Program pembinaan ini mencakup pendalaman hafalan, penguatan tajwid, serta pembenahan makhrajul huruf agar penampilan keduanya maksimal saat berlaga di panggung internasional.

“Kami telah mempersiapkan keduanya dengan latihan rutin setiap akhir pekan. Harapannya, mereka dapat tampil maksimal dan meraih hasil terbaik,” jelasnya.

Nisfuani juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Banjar atas dukungan yang diberikan selama ini. Ia berharap Nuriah dan Ahmad Khotib dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan meraih hasil membanggakan dalam ajang yang diikuti. Dukungan moril maupun materiel dari pemerintah daerah dinilai sangat membantu proses persiapan.

Sementara itu, Nuriah mengungkapkan telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi kompetisi di Abu Dhabi. Ia juga memohon doa agar seluruh rangkaian perlombaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

“Persiapannya banyak, doa juga. Insya Allah berangkat bersama ayah,” ujar Nuriah dengan penuh haru.

Nuriah mengaku tidak menargetkan peringkat tertentu. Ia lebih fokus memberikan penampilan maksimal dan berusaha tampil lebih baik dibandingkan penampilannya pada MTQ yang selama ini diikutinya. Baginya, pengalaman berlaga di kancah internasional adalah kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan dan memperluas wawasan.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyambut baik keikutsertaan kedua peserta dalam ajang tersebut. Ia berharap Nuriah dan Ahmad Khotib dapat menjaga kesehatan, mempersiapkan diri dengan baik, serta tampil maksimal sehingga mampu mengharumkan nama daerah dan memberikan kebanggaan bagi Indonesia.

“Jaga kesehatan, persiapan matang, dan tampil maksimal. Harumkan nama Kabupaten Banjar dan Indonesia di mata dunia,” pesan Bupati Saidi Mansyur.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa dukungan terhadap kedua peserta ini diharapkan turut mendorong pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Banjar agar terus berkembang. Ia ingin prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi generasi muda lainnya untuk mendalami Al-Qur’an dan berprestasi hingga tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Prestasi Nuriah dan Ahmad Khotib menjadi bukti nyata bahwa pembinaan keagamaan di Kabupaten Banjar berjalan on the right track. LPTQ sebagai lembaga yang menaungi pengembangan tilawatil Qur’an terus berkomitmen mencetak hafiz-hafiz berkualitas yang mampu bersaing di kancah global. Dukungan dari pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat menjadi ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya generasi Qurani.

Keberangkatan Nuriah ke Abu Dhabi dan Ahmad Khotib ke Sarawak juga menjadi representasi wajah Islam Indonesia yang moderat, toleran, dan berprestasi. Keduanya tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga nama bangsa di pentas internasional. Semangat ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia.

Bagi masyarakat Kabupaten Banjar, momen ini menjadi kebanggaan tersendiri. Doa dan dukungan terus mengalir agar kedua duta daerah ini dapat tampil gemilang. Harapan besar disematkan pada pundak Nuriah dan Ahmad Khotib untuk mengharumkan nama Indonesia melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Dengan persiapan matang, pembinaan intensif, serta doa restu dari berbagai pihak, Nuriah dan Khotib Wakili Indonesia ke Sarawak dan Abu Dhabi Ini Pesan Bupati Banjar menjadi pengingat bahwa prestasi lahir dari kolaborasi semua elemen. Semoga langkah keduanya dimudahkan dan membawa hasil terbaik bagi daerah, bangsa, dan agama.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Kanal Kalimantan