Sulfikar Jelaskan Perbedaan Jalur Pendidikan Singapura, Soroti Sistem British dan Penyetaraan Ijazah
Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | Pakar sosiologi dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir, memberikan penjelasan mendalam mengenai perbedaan jalur pendidikan di Singapura. Dalam paparannya, Sulfikar Jelaskan Perbedaan Jalur Pendidikan Singapura yang mengadopsi model British system atau sistem Inggris, yang memiliki struktur berbeda dengan Indonesia namun tetap dapat dibandingkan melalui tingkat kualifikasi. Penjelasan ini muncul di tengah ramainya pembahasan penyetaraan ijazah antara kedua negara.
Sulfikar, yang merupakan dosen di School of Social Sciences, College of Humanity, Art, and Social Sciences, memaparkan pengalamannya mengajar di Singapura untuk memberikan gambaran yang jelas. Menurutnya, pendidikan dasar di Singapura dimulai melalui primary school pada usia 6 tahun, kemudian dilanjutkan ke secondary school selama 4 tahun. Struktur ini berbeda dengan Indonesia yang memiliki jenjang SD selama 6 tahun dan SMP selama 3 tahun. Meski demikian, Sulfikar Jelaskan Perbedaan Jalur Pendidikan Singapura tetap dapat disandingkan dengan sistem Indonesia berdasarkan kualifikasi lulusannya.
Struktur Pendidikan Singapura vs Indonesia
Dalam penjelasannya, Sulfikar merinci perbedaan mendasar antara kedua sistem. Sistem pendidikan Singapura mengadopsi British system yang menekankan pada spesialisasi dan jalur akademik maupun vokasional sejak dini. Berikut perbandingan jenjang pendidikan di kedua negara:
| Jenjang | Singapura | Indonesia |
|---|---|---|
| Pendidikan Dasar | Primary School (6 tahun) | SD (6 tahun) |
| Pendidikan Menengah | Secondary School (4 tahun) | SMP (3 tahun) + SMA/SMK (3 tahun) |
| Pendidikan Tinggi | Junior College/Polytechnic (2-3 tahun) lalu Universitas | Universitas (4 tahun) |
Perbedaan ini, menurut Sulfikar, tidak menghalangi proses penyetaraan ijazah asalkan kualifikasi yang dimiliki dapat dipetakan dengan benar. Ia menekankan bahwa Sulfikar Jelaskan Perbedaan Jalur Pendidikan Singapura bertujuan untuk memberikan pemahaman yang utuh bagi masyarakat, terutama mereka yang ingin melanjutkan studi atau bekerja di Singapura.
Kualifikasi Masuk Universitas di Singapura
Lebih lanjut, Sulfikar menjelaskan bahwa untuk masuk universitas di Singapura, siswa harus melalui jalur yang berbeda. Setelah secondary school, siswa dapat memilih junior college selama 2 tahun atau polytechnic selama 3 tahun. Lulusan junior college akan mendapatkan Singapore-Cambridge GCE A-Level, sedangkan lulusan polytechnic mendapatkan diploma. Kedua jalur ini diakui untuk masuk universitas, namun dengan syarat dan ketentuan yang berbeda.
Di Indonesia, jalur masuk universitas umumnya melalui SMA/SMK dan kemudian mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi. Sulfikar Jelaskan Perbedaan Jalur Pendidikan Singapura juga menyoroti bahwa sistem di Singapura lebih terstruktur dalam hal penjurusan, sehingga siswa sudah diarahkan sejak dini sesuai dengan minat dan bakatnya.
Penyetaraan ijazah antara Indonesia dan Singapura menjadi isu penting, terutama bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di Singapura atau sebaliknya. Sulfikar menegaskan bahwa pemahaman terhadap perbedaan ini akan memudahkan proses penilaian kesetaraan kualifikasi. Ia juga berharap agar pemerintah kedua negara dapat terus berkoordinasi dalam menyusun kerangka penyetaraan yang adil.
Dalam konteks global, sistem pendidikan Singapura dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Namun, Sulfikar mengingatkan bahwa setiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangan. Indonesia dapat belajar dari Singapura dalam hal manajemen pendidikan, tetapi tetap harus menyesuaikan dengan konteks budaya dan kebutuhan lokal.
Sebagai penutup, Sulfikar Jelaskan Perbedaan Jalur Pendidikan Singapura memberikan wawasan berharga bagi siapa pun yang tertarik dengan dunia pendidikan lintas negara. Dengan memahami perbedaan ini, diharapkan proses penyetaraan ijazah dapat berjalan lebih lancar dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Sulfikar juga mendorong para pelajar Indonesia untuk tidak ragu mengeksplorasi peluang pendidikan di Singapura, asalkan memahami betul jalur dan kualifikasi yang diperlukan.
Penulis: Syaifullah
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak
