Naturalisasi Demiane Agustien hingga Arina Varaksina: PSSI dan Pelti Bergerak Cepat Menuju Piala Dunia 2030 dan SEA Games 2027
Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | Jakarta – Proses naturalisasi kembali menjadi sorotan utama dalam dunia olahraga Indonesia. Setelah sukses menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI dan PP Pelti bergerak cepat untuk menambah kekuatan dengan pemain keturunan. Naturalisasi Demiane Agustien, wonderkid Arsenal U-21, dan Arina Varaksina, petenis putri asal Rusia, menjadi bukti nyata ambisi Indonesia menembus panggung dunia.
Staf Khusus Menteri Hukum Bidang Transformasi Digital, Noor Korompot, mengungkapkan bahwa tim pengacara PSSI tengah menangani proses naturalisasi Demiane Agustien. Pemain berusia 19 tahun itu memiliki darah Indonesia dari pihak ibunya, yang memiliki keturunan campuran Mesir-Indonesia, serta nenek yang lahir di Jakarta. “Prosesnya, Insha Allah. Tim Lawyer PSSI sedang bekerja,” tulis Noor melalui akun Instagram @noorkorompotalks, Selasa (13/10/2026).
Agustien lahir di Oss, Belanda, pada 28 Juli 2007. Ia merupakan putra dari Kemy Agustien, mantan pesepak bola berpaspor Curacao yang pernah memperkuat Birmingham City, Swansea City, Crystal Palace, dan Brighton & Hove Albion. Kemampuan bermain sebagai gelandang serang dan penyerang sayap membuatnya cocok dengan karakteristik yang diinginkan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang tengah mencari pemain diaspora untuk posisi nomor 7 dan 11.
Media Vietnam, TheThao247, mengklaim bahwa Timnas Indonesia berencana menambah 10 pemain naturalisasi untuk memperkuat skuad menuju Piala Dunia 2030. Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari PSSI, pelatih John Herdman membenarkan bahwa pihaknya masih aktif memantau potensi pemain baru. “Kami terus memantau pemain yang bisa memperkuat tim,” ujar Herdman dalam keterangan terpisah.
Tidak hanya sepak bola, cabang tenis juga melakukan langkah serupa. PP Pelti sedang memproses naturalisasi petenis putri asal Rusia, Arina Varaksina, yang diproyeksikan memperkuat Indonesia pada SEA Games 2027 di Malaysia. Kabid Pembinaan dan Prestasi PP Pelti, Ardi Rivali, menyatakan bahwa Arina sudah tinggal di Indonesia lebih dari 10 tahun sejak umur satu tahun dan tertarik membela Indonesia. “Dia memiliki kualitas yang menjanjikan. Saat ini peringkatnya 957 WTA, tetapi pernah mengalahkan pemain peringkat 150 dunia,” kata Ardi di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Selain Arina, Pelti juga menyiapkan dua petenis muda: Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp, keturunan Jerman yang pernah bermain di Piala Davis. Langkah ini merupakan bagian dari program jangka panjang untuk menghadapi SEA Games 2027 setelah Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Proses naturalisasi ini menegaskan prinsip yang dipegang pemerintah: hanya pemain dengan garis keturunan Indonesia yang akan dinaturalisasi. “Prinsip yang tidak berubah dari proses naturalisasi sebelumnya hanya akan dilakukan untuk pemain yang memiliki darah keturunan Indonesia,” tegas Noor Korompot.
Dengan berbagai upaya ini, Indonesia berharap dapat memperkuat daya saing di kancah internasional, baik di lapangan hijau maupun lapangan tenis. Naturalisasi menjadi strategi kunci untuk mencapai target ambisius: Piala Dunia 2030 dan medali emas SEA Games 2027.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A
Sumber Berita: VIVA, Suara.com, ANTARA, Bola.com
