Bayern Munich Dilanda Kontroversi: Kartu Merah Olise dan Misteri Knochenfund di Zugspitze

Foto: Istimewa

Bayern Munich Dilanda Kontroversi: Kartu Merah Olise dan Misteri Knochenfund di Zugspitze

Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | Bayern Munich kembali menjadi sorotan setelah serangkaian peristiwa mengejutkan dalam sepekan terakhir. Dari lapangan hijau di Stavanger hingga gletser di Zugspitze, nama bayern tidak hanya identik dengan prestasi sepak bola, tetapi juga dengan drama dan misteri yang menyelimuti klub raksasa Jerman tersebut.

Kartu Merah Olise yang Konyol

Dalam laga Liga Champions melawan Viking Stavanger, Bayern Munich harus puas bermain imbang 3-3 setelah Michael Olise menerima kartu merah kontroversial. Bertanding di Viking Stadion, Stavanger, Norwegia, Bayern tertinggal dua gol lebih dulu sebelum bangkit dan berbalik unggul melalui gol Harry Kane dan Luis Diaz. Namun, petaka datang di menit ke-74 ketika Olise, yang sudah mendapat kartu kuning karena menarik baju pemain lawan, melempar bola ke wajah kapten Viking, Zlatko Tripic. Wasit Georgi Kabakov langsung memberikan kartu kuning kedua, mengubahnya menjadi kartu merah.

Keputusan itu membuat Bayern harus bermain dengan 10 orang, dan Viking memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menyamakan kedudukan melalui Herman Haugen. Hasil imbang ini terasa seperti kekalahan bagi Bayern, yang kehilangan dua poin berharga dan harus kehilangan Olise untuk laga krusial melawan Arsenal pada 21 Oktober mendatang.

Reaksi Kane dan Kompany

Kapten Bayern, Harry Kane, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap tindakan Olise. “Kartu merah mengubah segalanya. Michael akan sangat kecewa, tetapi dia harus bertanggung jawab. Itu adalah kesalahan dan kesalahan bisa terjadi. Dia harus belajar dari itu,” ujar Kane kepada Canal+. Pelatih Vincent Kompany juga tidak segan mengkritik pemain asal Prancis tersebut. “Itu adalah reaksi bodoh. Nomor 10 lawan lebih pintar darinya. Saya sudah mengatakan dengan sangat jelas kepada Michael. Saya harap dia mengambil pelajaran,” tegas Kompany.

Meski demikian, tidak semua pihak menyalahkan Olise. Mantan gelandang timnas Jerman, Christoph Kramer, memberikan pembelaan dengan menyoroti provokasi yang dilakukan Tripic. “Tripic memang mencari-cari. Kita semua pemain profesional, dan itu seharusnya tidak terjadi. Tapi dalam situasi seperti itu, semuanya terjadi dalam sepersekian detik. Saya benar-benar memahami Olise,” kata Kramer. Direktur olahraga Bayern, Max Eberl, bahkan menyerang balik Tripic dengan menyebutnya “bermain seperti bajingan”.

Misteri Knochenfund di Zugspitze

Di sisi lain, nama Bayern juga muncul dalam berita yang lebih tidak biasa. Di Grainau, Bavaria, tim penyelamat gunung menemukan beberapa tulang di gletser Höllentalferner, di bawah puncak Zugspitze. Penemuan ini terjadi saat operasi pembersihan yang melibatkan 14 anggota Bergwacht, dua petugas polisi, dan empat anggota helikopter polisi Bavaria. Selain tulang, mereka juga menemukan tas punggung, kantong tidur, dan peralatan usang yang telah terkubur di es selama bertahun-tahun.

Seorang dokter dari Bergwacht mencurigai bahwa tulang tersebut mungkin berasal dari manusia. Polisi saat ini sedang menyelidiki kemungkinan kaitan dengan kasus orang hilang. Sebanyak 700 kilogram sampah berhasil diangkut dari gletser menggunakan helikopter polisi “Edelweiß 6”. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai asal tulang tersebut.

Dampak bagi Bayern Munich

Kartu merah Olise tidak hanya merugikan tim secara sportif, tetapi juga memicu perdebatan di Jerman. Beberapa pengamat menilai Olise kurang disiplin, sementara yang lain menyoroti provokasi lawan. Yang jelas, Bayern Munich harus segera bangkit dan fokus menghadapi laga melawan Arsenal tanpa Olise. Sementara itu, misteri di Zugspitze masih menjadi teka-teki yang menunggu jawaban.

Kedua peristiwa ini menunjukkan bahwa bayern selalu menjadi pusat perhatian, baik di lapangan maupun di luar lapangan. Klub berjuluk Die Roten ini dituntut untuk tetap solid menghadapi tekanan, sekaligus mengungkap kebenaran di balik penemuan misterius di pegunungan Bavaria.