California di Pusaran Kontroversi: Ancaman DOJ, Pemadaman Listrik, dan Ketidakpastian Ekonomi
Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | California kembali menjadi sorotan nasional setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) melayangkan ancaman hukum terhadap pejabat pemilu setempat. Dalam surat yang diperoleh media, DOJ menuntut peninjauan daftar pemilih yang diduga non-warga negara dalam waktu 48 jam. Jika tidak dipatuhi, DOJ mengancam akan menempuh upaya hukum darurat. Langkah ini menandai eskalasi baru dalam upaya pemerintah federal yang dipimpin Presiden Donald Trump untuk membersihkan daftar pemilih, meskipun pengadilan berulang kali menolak intervensi tersebut.
Surat yang ditandatangani Wakil Jaksa Agung Trent McCotter itu menyebutkan bahwa DOJ telah memberikan flash drive berisi nama-nama yang diyakini sebagai non-warga negara yang dikirimi surat suara tahun ini. Pejabat pemilu diminta untuk tidak mengirim surat suara kepada mereka dan memisahkan surat suara yang sudah dikirim sampai status kewarganegaraan mereka terkonfirmasi. McCotter menegaskan bahwa jika Los Angeles County tidak mengambil langkah yang diminta, DOJ “tidak punya pilihan selain mencari bantuan darurat.”
Ancaman ini muncul di tengah proses pemungutan suara awal yang sudah dimulai di California pada 5 Oktober. Lebih dari 190.000 nama disebut ada dalam daftar tersebut, meskipun Menteri Luar Negeri California, Shirley Weber, meragukan keandalan dan akurasi data itu. Juru bicara Weber dan Registrar-Recorder Los Angeles County, Dean Logan, belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan DOJ.
Pakar hukum pemilu menilai langkah DOJ ini sebagai upaya yang melampaui batas. Konstitusi AS menempatkan penyelenggaraan pemilu sebagai tanggung jawab utama negara bagian, dan Kongres hanya memiliki kewenangan terbatas untuk mengatur. Sebelumnya, DOJ juga mengirim surat peringatan kepada pejabat pemilu di berbagai negara bagian, namun ditanggapi dengan skeptis oleh pejabat dari kedua partai. Kasus ini diperkirakan akan berlanjut ke ranah pengadilan, menambah ketidakpastian menjelang pemilu paruh waktu.
Di sisi lain, California juga menghadapi tantangan infrastruktur. Perusahaan listrik PG&E mengumumkan rencana pemadaman listrik bergilir di wilayah Bay Area dan California Utara pada 15-17 Oktober. Sekitar 11.000 pelanggan di Bay Area dan hingga 70.000 pelanggan di seluruh California Utara akan terdampak. Pemadaman ini merupakan tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran hutan akibat kondisi kering dan berangin. Langkah ini bukan hal baru bagi warga California, yang sering mengalami pemadaman serupa selama musim kemarau.
Dari sisi ekonomi, pasar kerja California menempati peringkat ke-14 sebagai yang paling volatil di AS. Analisis terhadap data ketenagakerjaan federal selama 50 tahun terakhir menunjukkan bahwa stabilitas pekerjaan bukanlah ciri khas California. Meskipun demikian, dari segi pertumbuhan lapangan kerja, California berada di peringkat ke-13 dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 1,5%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 1,1%. Dengan kata lain, meskipun pasar kerja tidak stabil, California tetap menciptakan banyak lapangan kerja baru.
Selain itu, warga California akan segera menyesuaikan jam mereka. Pada Minggu, 1 November 2026, pukul 02.00 dini hari, waktu setempat akan mundur menjadi 01.00, menandai berakhirnya waktu musim panas dan kembalinya Waktu Standar Pasifik (PST). Perubahan ini berlaku di seluruh negara bagian, dari Los Angeles hingga San Francisco. Smartphone dan komputer biasanya menyesuaikan secara otomatis, tetapi jam dinding dan perangkat non-digital perlu diatur manual. Perbedaan waktu dengan zona lain, seperti Phoenix yang tidak menerapkan daylight saving, juga akan berubah.
Meskipun ada upaya legislatif untuk menetapkan daylight saving secara permanen melalui Sunshine Protection Act of 2025, rancangan tersebut masih menunggu di Senat. Presiden Trump mendukung gagasan itu, tetapi hingga kini California tetap mengikuti jadwal perubahan waktu yang berlaku.
Kesimpulannya, California saat ini menghadapi berbagai tekanan simultan: dari ancaman hukum DOJ terkait daftar pemilih, pemadaman listrik yang direncanakan, pasar kerja yang tidak stabil, hingga penyesuaian waktu. Semua ini terjadi di tengah persiapan pemilu yang sudah memasuki tahap awal. Bagaimana California menavigasi tantangan-tantangan ini akan menjadi cerminan bagi negara bagian lain dan sistem demokrasi AS secara keseluruhan.
