Indonesia dan Tiongkok Siapkan Riset Padi Bersama di Merauke, Dorong Produktivitas Papua Selatan
Kalimantan Update – 15 Oktober 2026 | Penguatan produktivitas pertanian di Papua Selatan menjadi sorotan utama dalam penjajakan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok. Melalui rencana pembentukan pusat penelitian dan pengembangan (litbang) padi di Merauke, Indonesia dan Tiongkok Siapkan Riset Padi Bersama di Merauke sebagai langkah strategis untuk meningkatkan hasil produksi padi nasional. Inisiatif ini dibahas dalam pertemuan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dengan Presiden Chinese Academy of Agricultural Sciences (CAAS), Huang Sanwen, di Beijing, Tiongkok, Senin (12/10/2026).
Kerja sama ini diarahkan untuk mengembangkan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakteristik agroekologi Merauke. Kedua pihak membahas penguatan riset sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil produksi padi sekaligus mendukung pengembangan kawasan transmigrasi. Langkah ini dinilai krusial mengingat Merauke memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan menjadi bagian dari program strategis nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Huang Sanwen mengajukan usulan pengembangan penelitian bersama. Tawaran itu disambut positif oleh M. Iftitah Sulaiman Suryanagara yang menyatakan dukungan dan meminta agar pembahasannya segera ditindaklanjuti melalui perencanaan teknis yang lebih konkret. Menurutnya, kolaborasi riset ini harus segera diwujudkan dalam bentuk kerja sama yang terukur dan berdampak nyata bagi petani lokal.
Rencana pembentukan pusat litbang padi di Merauke ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Indonesia dan Tiongkok Siapkan Riset Padi Bersama di Merauke dengan fokus pada pengembangan varietas padi unggul yang tahan terhadap kondisi iklim tropis dan lahan gambut. Teknologi yang dikembangkan diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan di kawasan tersebut.
Merauke dipilih karena memiliki keunggulan agroekologi yang khas. Kawasan ini dikenal memiliki lahan basah yang luas dan cocok untuk budidaya padi. Namun, tantangan seperti kesuburan tanah, ketersediaan air, dan serangan hama masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, kehadiran pusat riset bersama diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan tersebut melalui pendekatan ilmiah dan inovasi teknologi.
Kerja sama Indonesia dan Tiongkok Siapkan Riset Padi Bersama di Merauke juga sejalan dengan agenda pengembangan kawasan transmigrasi. Menteri Transmigrasi menekankan bahwa penguatan riset pertanian akan menjadi fondasi bagi pengembangan ekonomi lokal. Dengan adanya riset yang mumpuni, kawasan transmigrasi di Merauke dapat bertransformasi menjadi sentra produksi padi yang mandiri dan berdaya saing.
Chinese Academy of Agricultural Sciences (CAAS) merupakan lembaga riset pertanian terkemuka di Tiongkok yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan teknologi padi. Kolaborasi ini membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya para peneliti dan penyuluh pertanian di Papua Selatan.
Pemerintah Indonesia berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan. Diperlukan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk merealisasikan pembentukan pusat litbang padi di Merauke. Dukungan anggaran, regulasi, serta keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga riset nasional menjadi faktor penentu keberhasilan inisiatif ini.
Selain aspek teknologi, kerja sama ini juga berpotensi memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok di bidang pertanian. Kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas pangan regional. Dengan semangat saling menguntungkan, Indonesia dan Tiongkok Siapkan Riset Padi Bersama di Merauke diharapkan menjadi model kerja sama internasional yang berkelanjutan.
Ke depan, pembahasan teknis akan difokuskan pada desain pusat riset, ruang lingkup penelitian, serta mekanisme pendanaan. Pemerintah daerah Merauke dan Provinsi Papua Selatan diharapkan dapat memfasilitasi penyediaan lahan dan infrastruktur pendukung. Partisipasi masyarakat lokal juga menjadi kunci agar program ini diterima dan memberikan manfaat langsung.
Dengan adanya pusat litbang padi di Merauke, Indonesia optimistis mampu meningkatkan produksi padi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor. Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa diplomasi ekonomi dan teknologi dapat diarahkan untuk memperkuat kedaulatan pangan. Indonesia dan Tiongkok Siapkan Riset Padi Bersama di Merauke sebagai langkah awal menuju pertanian modern yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, rencana pembentukan pusat penelitian dan pengembangan padi di Merauke mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat sektor pertanian melalui kolaborasi internasional. Dukungan dari Tiongkok melalui CAAS menjadi peluang besar untuk mempercepat transfer teknologi dan inovasi. Jika direalisasikan dengan baik, kerja sama ini tidak hanya akan meningkatkan produktivitas padi di Papua Selatan, tetapi juga memperkokoh posisi Indonesia sebagai lumbung pangan di kawasan Asia Pasifik. Keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada tindak lanjut yang konkret, sinergi antarlembaga, serta partisipasi aktif semua pemangku kepentingan.
Penulis: Sukardi
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: Suara Landak
