Torino vs Como: Drama 10 Menit Terakhir, Gli Azzurri Bangkit dan Rebut Posisi Empat Besar
Kalimantan Update – 28 Oktober 2026 | Pertandingan torino vs como pada pekan kesembilan Liga Italia menyajikan drama yang tak terlupakan di Stadion Olimpico Grande Torino, Turin, Selasa (27/10/2026) waktu setempat. Como 1907 sukses membalikkan keadaan dan menaklukkan tuan rumah Torino dengan skor 3-1, sebuah hasil yang memastikan tim asuhan Cesc Fabregas terus melaju ke papan atas klasemen sementara.
Laga torino vs como sendiri berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Como langsung mengambil inisiatif menyerang dan sempat membobol gawang Torino melalui Anastasios Douvikas. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah pengecekan VAR menunjukkan posisi offside. Kegagalan itu tampaknya tak menyurutkan semangat pasukan tamu, meski justru tuan rumah yang lebih dulu memecah kebuntuan.
Adams Bawa Torino Unggul Lebih Dulu
Pada menit ke-24, Torino membuka keunggulan lewat Che Adams yang memanfaatkan umpan Kian Fitz-Jim. Kesalahan Jacobo Ramon dalam penguasaan bola di sisi kanan menjadi awal petaka bagi tim tamu, dan Adams dengan tenang menaklukkan kiper Sanchez dari jarak dekat. Keunggulan 1-0 untuk Torino bertahan hingga turun minum, sementara Como terus berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan.
Memasuki babak kedua, dinamika pertandingan berubah drastis. Como meningkatkan intensitas tekanan dan mulai menguasai jalannya pertandingan, sementara Torino memilih bertahan dan mengandalkan serangan balik. Sejumlah peluang tercipta di kedua sisi, termasuk dua bola yang membentur mistar gawang, masing-masing dari Caqueret untuk Como dan Simeone lewat sundulan untuk Torino. Baturina yang masuk sebagai pemain pengganti juga sempat mengancam lewat lob yang menghantam mistar.
Comeback Kilat dalam Sepuluh Menit
Puncak drama torino vs como baru terjadi di sepuluh menit terakhir pertandingan. Pada menit ke-81, Nico Paz mengirim bola ke tiang jauh dan Jacobo Ramon, yang sebelumnya menjadi biang keladi gol Torino, menebus kesalahannya dengan mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1. Enam menit berselang, giliran Nico Paz yang menjadi pahlawan melalui sundulan memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan Couto, membawa Como berbalik unggul 2-1.
Belum puas, Como memastikan kemenangan pada masa tambahan waktu babak kedua. Martin Baturina memanfaatkan kesalahan antisipasi Vlasic dan menaklukkan kiper Perri, mengubah kedudukan menjadi 3-1. Skor tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, memastikan tiga poin penuh bagi tim tamu.
Dampak pada Klasemen
Kemenangan dalam laga torino vs como ini membawa Como naik ke peringkat keempat klasemen sementara Liga Italia dengan koleksi 20 poin dari sembilan pertandingan, terpaut lima poin dari Lazio yang memimpin di puncak klasemen. Sementara itu, Torino harus tertahan di peringkat kedelapan dengan 13 poin, berjarak tujuh poin dari zona Liga Champions, sekaligus menghentikan tren tiga kemenangan beruntun mereka.
Dari kubu Torino, pelatih Abate menegaskan bahwa kekalahan ini tidak boleh menghapus progres yang telah dibangun timnya. Selama delapan puluh menit pertama, Torino tampil disiplin dengan blok pertahanan rapat dan serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini belakang Como. Sayangnya, ketahanan mental yang menjadi kunci pertahanan mereka runtuh tepat di momen paling krusial.
Bagi Como, hasil ini menegaskan konsistensi performa mereka musim ini. Fabregas disebut-sebut berhasil membangun identitas permainan menyerang yang efektif, dengan Nico Paz dan Baturina sebagai motor penggerak di lini tengah. Kemenangan atas Torino menjadi modal berharga sebelum menghadapi jadwal padat berikutnya, termasuk laga lanjutan di kompetisi Eropa.
Secara keseluruhan, pertandingan torino vs como menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, pertandingan baru benar-benar usai ketika wasit meniup peluit terakhir. Torino telah menunjukkan kualitasnya selama sebagian besar laga, tetapi Como membuktikan bahwa ketenangan dan efisiensi di momen-momen menentukan adalah pembeda antara tim yang sekadar tampil baik dan tim yang mampu meraih hasil maksimal.
