Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menegaskan bahwa Rendi Solihin Peralatan Relawan Pemadam Kebakaran Harus Memadai menjadi salah satu prasyarat utama dalam menekan risiko kebakaran di kawasan permukiman. Pernyataan itu disampaikannya di Tenggarong, Jumat (16/10/2026), saat menyoroti pentingnya kesiapan petugas dan relawan di lapangan.
“Kami meminta pemerintah daerah memastikan dukungan terhadap petugas dan relawan berjalan seiring dengan penguatan pencegahan di lingkungan masyarakat,” tegas Rendi.
Dukungan Anggaran Jadi Prioritas
Rendi menilai, dukungan tersebut perlu menjadi bagian dari prioritas perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah. Penguatan itu mencakup penyediaan peralatan, pelatihan, perlindungan bagi relawan, hingga kesiapan operasional saat menghadapi keadaan darurat. Tanpa itu, ia khawatir kesiapsiagaan di tingkat bawah tidak berjalan optimal.
Salah satu unsur yang menjadi perhatian ialah Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakarcana). Keberadaan relawan dinilai penting dalam membantu penanganan kebakaran, sehingga kesiapan mereka perlu ditunjang dengan fasilitas dan kemampuan yang memadai. Prinsip Rendi Solihin Peralatan Relawan Pemadam Kebakaran Harus Memadai pun dinilainya sejalan dengan kebutuhan organisasi tersebut.
“Upaya mengurangi risiko kebakaran tidak cukup hanya dengan memperkuat penanganan ketika api sudah muncul,” imbuhnya.
Pencegahan di Permukiman Padat
Untuk itu, Rendi meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan para camat mengintensifkan langkah pencegahan, terutama di kawasan permukiman padat penduduk yang rawan kebakaran. Ia menginstruksikan pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), patroli malam, serta mitigasi bencana hingga tingkat kelurahan dan rukun tetangga (RT).
Pemerintah kecamatan, kelurahan, pengurus RT, dan OPD teknis diminta membangun koordinasi agar upaya pencegahan dapat berjalan terarah dan melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kunci karena merekalah yang paling memahami kondisi lingkungan sekitar.
“Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” tuturnya.
Belajar dari Tragedi Kebakaran
Rendi turut menyoroti kebakaran terakhir di Tenggarong yang menewaskan seorang ayah dan dua anaknya. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat upaya perlindungan terhadap masyarakat sebelum bencana terjadi.
“Keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi fokus kita hari ini,” tegasnya.
Selain mengaktifkan siskamling dan patroli malam, pemerintah diminta memperluas edukasi mengenai penyebab kebakaran yang kerap muncul di lingkungan permukiman. Masyarakat perlu lebih waspada terhadap instalasi listrik, penggunaan kompor, serta sumber risiko lain yang dapat memicu kebakaran. Melalui keterlibatan pemerintah hingga tingkat RT, potensi bahaya diharapkan dapat dikenali lebih awal.
Edukasi dan kesiapsiagaan warga juga menjadi bagian penting agar masyarakat mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat. Dengan begitu, prinsip Rendi Solihin Peralatan Relawan Pemadam Kebakaran Harus Memadai tidak hanya berhenti pada penyediaan alat, tetapi juga tumbuh menjadi budaya sadar risiko di tengah masyarakat.
Langkah Konkret yang Diharapkan
Beberapa langkah yang menurut Rendi perlu segera dijalankan antara lain:
- Penyediaan peralatan pemadam kebakaran yang layak dan siap pakai bagi relawan.
- Pelatihan berkala untuk meningkatkan kemampuan relawan dan petugas.
- Perlindungan kerja serta jaminan keselamatan bagi relawan.
- Pengaktifan siskamling dan patroli malam di kawasan rawan.
- Edukasi masyarakat soal instalasi listrik dan penggunaan kompor.
Rendi mengingatkan OPD dan camat agar tidak menunggu terjadinya kebakaran baru mengambil tindakan. Pencegahan, kesiapan sarana pemadam, serta dukungan kepada relawan harus berjalan beriringan untuk mengurangi risiko dan melindungi keselamatan warga Kukar. Ia menegaskan bahwa Rendi Solihin Peralatan Relawan Pemadam Kebakaran Harus Memadai adalah pesan yang harus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata, bukan sekadar imbauan.
“Jangan menunggu musibah terjadi baru kita bergerak. Setiap menit sangat berarti dan setiap nyawa harus kita lindungi,” pungkasnya.
Sebagai penutup, pernyataan Rendi Solihin menegaskan bahwa penanganan kebakaran tidak bisa dilepaskan dari kesiapan sumber daya manusia dan peralatan. Tanpa dukungan anggaran, pelatihan, serta koordinasi lintas instansi hingga tingkat RT, upaya pencegahan akan sulit berjalan maksimal. Karena itu, penguatan relawan pemadam kebakaran dan penyediaan peralatan yang memadai harus menjadi agenda bersama demi melindungi keselamatan jiwa warga Kutai Kartanegara.

