Julukan Iron Man untuk Eliano Reijnders, Bukti Nyata Pengaruh Tijjani Reijnders di Balik Layar Persib
Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Kiprah Eliano Reijnders bersama Persib Bandung musim ini tak lepas dari sorotan, terutama setelah sang pelatih, Igor Tolic, memberinya julukan bergengsi “Iron Man”. Menariknya, di balik konsistensi bek berdarah Indonesia-Belanda tersebut, sosok tijjani reijnders kerap disebut sebagai kakak yang turut membanggakan pencapaian sang adik. Nama tijjani reijnders sendiri belakangan mencuat di pentas Arab Saudi bersama Al Qadsiah, dan dukungannya terhadap Eliano menjadi cerita tersendiri yang menyedot perhatian publik sepak bola Tanah Air.
Julukan Iron Man diberikan Tolic bukan tanpa alasan. Eliano tampil penuh selama 90 menit lebih ketika Persib mengalahkan Persik Kediri dengan skor tipis 1-0 pada pekan kelima Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (18/10/2026) malam WIB. Gol tunggal Julio Cesar pada menit ke-79 lewat sundulan usai memanfaatkan sepak pojok Thom Haye memastikan tiga poin bagi Maung Bandung di hadapan Bobotoh.
“Itu kenapa kami mendatangkan dia, Iron Man. Dia bekerja keras sama seperti semuanya. Dia hanya salah satu dari mereka,” kata Igor Tolic usai pertandingan, sembari menegaskan bahwa kemenangan tim merupakan hasil kerja keras seluruh pemain.
Respons Eliano pun tergolong berkelas. Pemain berusia 25 tahun itu mengaku senang mendapat kepercayaan dari tim pelatih dan tak ragu menyatakan kesiapannya untuk terus bermain. “Saya merasa senang. Sekarang saya bersiap untuk pertandingan selanjutnya,” ujarnya, dikutip dari laman resmi klub.
Konsistensi Eliano memang terbilang impresif. Ia telah tampil dalam delapan pertandingan di berbagai kompetisi pada musim ini dan hampir selalu dipercaya turun sejak menit pertama. Bahkan, catatannya memperpanjang rekor menjadi tujuh pertandingan beruntun bermain selama 90 menit penuh. Satu-satunya laga yang ia lewatkan adalah pekan pertama Super League saat Persib menghadapi PSM Makassar.
Di tengah jadwal padat yang harus dijalani Persib di kompetisi domestik maupun Asia, kemampuan Eliano menjaga kebugaran menjadi aset berharga. Ia menegaskan kondisinya tetap fit dan siap tampil habis-habisan di setiap pertandingan. “Saya senang karena pelatih percaya kepada saya. Di setiap pertandingan, saya juga merasa senang dan kondisi saya fit untuk bermain,” jelasnya.
Menarik untuk dicatat, sebelum bergabung dengan Persib, Eliano sempat dirayu oleh pelatih Bali United, Johnny Jansen, yang merupakan mantan pelatihnya. Namun, sang pemain akhirnya memilih merapat ke Maung Bandung, sebuah keputusan yang kini terbukti tepat berkat performa apiknya.
Di sisi lain, nama tijjani reijnders terus menjadi perbincangan. Sang kakak yang kini memperkuat Al Qadsiah di Liga Arab Saudi sempat ikut merayakan kesuksesan Persib serta mengirim pesan khusus untuk Eliano. Tijjani reijnders bahkan disebut pernah menyaksikan laga Persib kontra Persijap dari Manchester, memberikan dukungan langsung terhadap aksi sang adik. Kedekatan kedua bersaudara ini pun menjadi warna tersendiri dalam perjalanan karier Eliano.
Pada laga melawan Persik Kediri, Eliano menilai timnya menghadapi perlawanan sengit. Persib harus bersabar membongkar pertahanan Macan Putih sebelum akhirnya memastikan kemenangan. “Seperti yang dikatakan pelatih, kami melakukan pekerjaan dengan baik. Tentu saja Kediri juga melakukan pekerjaannya dengan baik. Itu pertandingan yang berat, namun pada akhirnya kami mendapatkan tiga poin,” tuturnya.
Meski baru meraih kemenangan, Eliano tak ingin rekan-rekan setimnya larut dalam euforia. Ia langsung mengajak seluruh skuad mengalihkan fokus untuk pertandingan berikutnya melawan Madura United pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Kisah Eliano Reijnders bersama Persib sekaligus menegaskan bahwa kiprah tijjani reijnders di level internasional turut menjadi inspirasi bagi sang adik. Julukan Iron Man yang disematkan Igor Tolic menjadi bukti pengakuan atas etos kerja keras Eliano, sekaligus menambah panjang deretan cerita menarik dari keluarga Reijnders yang kini bersinar di dua benua berbeda.
Dengan jadwal yang semakin padat, kemampuan Eliano menjaga performa dan kebugaran akan sangat menentukan langkah Persib dalam perburuan gelar. Selama sang pemain mampu mempertahankan konsistensinya seperti yang ditunjukkan sejauh ini, julukan Iron Man bukan sekadar pujian, melainkan cerminan nyata dari kontribusinya di atas lapangan.
