Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Krisis yang melanda udinese kian dalam setelah kekalahan 0-3 dari Lecce di Bluenergy Stadium, Minggu (18/10/2026). Bukan hanya mencatatkan kekalahan kelima beruntun di Serie A, klub Friuli itu juga harus kehilangan David Alaba yang mengalami cedera otot pada laga debutnya sebagai starter.
Alaba, bek Austria berusia 34 tahun yang bergabung sebagai pemain bebas transfer pada 24 September lalu dengan kontrak hingga 30 Juni 2027, hanya bertahan 45 menit. Ia ditarik keluar saat jeda dan digantikan Palma. Pelatih Kosta Runjaic mengonfirmasi bahwa pergantian tersebut bukan pilihan taktik, melainkan akibat masalah fisik.
Menurut laporan Il Messaggero Veneto, Alaba akan menjalani pemeriksaan instrumental pada Senin (19/10/2026) untuk memastikan tingkat keparahan cedera ototnya. Meski waktu pemulihan pasti belum diketahui, peluangnya tampil melawan Milan pada pekan kedelapan, Minggu (25/10/2026) pukul 20.45 di San Siro, sangat kecil.
Kondisi ini memperparah badai cedera yang menerpa udinese. Nicolò Zaniolo baru diperkirakan kembali awal November, sementara dua striker Bayo dan Gueye masih menepi. Bek tengah Abankwah juga absen akibat masalah otot fleksor kaki kiri. Dengan demikian, lini belakang dan depan Bianconeri kehilangan banyak pilar penting.
Kekalahan dari Lecce sendiri menjadi pukulan telak. Gaspar membuka skor pada menit ke-12 melalui sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok Gallo, memanfaatkan pengawalan longgar Karlstrom. N’Dri menggandakan keunggulan pada menit ke-33 setelah kemelut di kotak penalti. Udinese nyaris memperkecil kedudukan, tetapi peluang Davis terbuang, tembakan Fatah membentur mistar, dan Geubbels gagal menyelesaikan peluang emas sebelum turun minum. Siebert menutup pesta gol Lecce pada menit ke-86 lewat tembakan bawah mistar usai memanfaatkan kesalahan Piotrowski.
Runjaic tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyebut penampilan timnya sebagai yang terburuk sejak ia menangani udinese. “Lecce layak menang. Ini Udinese terburuk sejak saya di sini,” ujarnya usai laga. Piotrowski juga mengakui timnya membiarkan Lecce mendominasi dan menyerukan reaksi kolektif.
Meski demikian, posisi Runjaic untuk sementara masih aman. Manajemen dikabarkan belum akan mengambil keputusan dalam waktu dekat dan akan mengevaluasi setelah laga melawan Milan. Namun tekanan terus meningkat, dan tiga nama muncul sebagai kandidat pengganti:
- Paolo Zanetti, yang baru saja mengalami dua pemecatan di Empoli dan Verona setelah menyelamatkan kedua klub dari degradasi.
- Roberto D’Aversa, yang sempat menyelamatkan Torino pada Mei lalu, tetapi sebelumnya terdegradasi bersama Empoli dan dipecat di Lecce.
- Igor Tudor, yang meski gagal di Juventus dan Tottenham, pernah dua kali menyelamatkan Udinese pada 2018 dan 2019.
Di klasemen sementara, udinese terpuruk dengan empat poin, sejajar dengan Monza, Parma, Genoa, dan Fiorentina, hanya unggul satu poin dari Venezia di dasar klasemen. Sementara itu, Lecce naik ke sembilan poin dan meraih kemenangan tandang pertama yang meyakinkan dalam hampir tiga tahun.
Dengan jadwal berat melawan Milan, udinese berada di persimpangan. Kekalahan keenam beruntun bisa memicu perubahan besar di kursi pelatih, sementara kembalinya pemain dari cedera masih jauh dari harapan. Pertandingan di San Siro akan menjadi ujian sekaligus penentu arah musim bagi klub berjuluk Zebrette tersebut.
Kesimpulannya, krisis multidimensi tengah menghantam Udinese: performa buruk, badai cedera, dan ketidakpastian di bangku pelatih. Laga kontra Milan menjadi momen krusial yang bisa menentukan nasib Runjaic dan masa depan tim di kompetisi domestik.

