KPK Selidiki Barel Uang Rp934 Juta dalam Kasus Bupati Klaten
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami penggunaan barel sebagai tempat menyimpan uang senilai Rp934 juta yang diduga terkait kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Langkah ini merupakan buntut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Dalam penyelidikan terbaru, KPK Selidiki Barel Uang Rp934 Juta dalam Kasus Bupati Klaten dengan menelusuri peran adik bupati, Hanaku Agni Sadewo, yang rumahnya menjadi lokasi penemuan uang tersebut.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa penyidik akan mendalami alasan di balik penggunaan barel untuk menyimpan uang tunai dalam jumlah besar. Menurutnya, pemeriksaan mencakup kemungkinan bahwa wadah tersebut sengaja dipakai untuk menyembunyikan uang agar tidak terdeteksi oleh aparat penegak hukum. “Penyidik akan mendalami mengapa uang itu disimpan di dalam barel. Apakah ada maksud tertentu, misalnya untuk menyamarkan keberadaan dana,” ujar Budi dalam keterangannya, Senin (14/10/2024).
Selain mengusut asal-usul barel, KPK juga fokus pada keterlibatan Hanaku Agni Sadewo dalam pengelolaan dana yang ditemukan. Penyidik menelusuri aliran uang masuk dan keluar serta sejauh mana peran adik bupati dalam mengatur keuangan tersebut. KPK Selidiki Barel Uang Rp934 Juta dalam Kasus Bupati Klaten menjadi sorotan publik karena nominalnya yang fantastis dan melibatkan pejabat daerah.
Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada pekan lalu berhasil mengamankan Hamenang Wajar Ismoyo beserta sejumlah barang bukti. Dari rumah Hanaku, penyidik menemukan uang tunai Rp934 juta yang tersimpan dalam beberapa barel plastik. Penemuan ini memicu dugaan bahwa praktik korupsi di Klaten telah berlangsung lama dan melibatkan jaringan keluarga.
Pengamat antikorupsi menilai penyelidikan terhadap barel uang tersebut menjadi kunci untuk mengungkap modus operandi yang digunakan. Menurut mereka, penyimpanan uang dalam barel merupakan pola yang tidak lazim dan patut diduga sebagai upaya menghindari pelacakan transaksi keuangan. “Jika benar ada kesengajaan menyembunyikan uang, ini bisa menjadi pintu masuk untuk mendalami tindak pidana pencucian uang,” kata seorang pengamat yang enggan disebutkan namanya.
KPK sendiri belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai status hukum Hanaku Agni Sadewo. Namun, penyidik dijadwalkan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai klarifikasi, termasuk staf dan kerabat dekat bupati. KPK Selidiki Barel Uang Rp934 Juta dalam Kasus Bupati Klaten akan terus bergulir seiring dengan pengumpulan alat bukti.
Dalam perkembangan terpisah, KPK juga tengah menelusuri kemungkinan keterkaitan uang tersebut dengan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Klaten. Penyidik akan menelusuri dokumen anggaran dan pengadaan barang/jasa untuk melihat apakah ada penyimpangan yang mengalir ke pihak-pihak tertentu. Bupati Hamenang sendiri belum memberikan komentar resmi terkait penangkapan dan penyelidikan ini.
Masyarakat Klaten berharap kasus ini diusut tuntas tanpa tebang pilih. Mereka menilai pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas agar kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah kembali pulih. KPK Selidiki Barel Uang Rp934 Juta dalam Kasus Bupati Klaten diharapkan menjadi momentum untuk membersihkan praktik korupsi di daerah.
Hingga berita ini diturunkan, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi. Penyidik juga akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana yang mencurigakan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyimpanan uang secara tidak wajar, seperti di dalam barel, dapat menjadi petunjuk penting dalam pengungkapan tindak pidana korupsi.
Dengan berbagai temuan tersebut, KPK Selidiki Barel Uang Rp934 Juta dalam Kasus Bupati Klaten dipastikan akan terus menjadi perhatian. Publik menantikan transparansi proses hukum dan hasil akhir yang adil bagi semua pihak. Penegakan hukum yang tegas menjadi kunci untuk mencegah terulangnya praktik serupa di masa depan.
