Sri Suparni Bahlil Ajak Perempuan Tak Tunda Pemeriksaan Kesehatan Lewat Vaksinasi HPV dan SADANIS
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Suparni Bahlil, menegaskan pentingnya kesadaran kesehatan sejak dini. Dalam pembukaan kegiatan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) di GOR Bulu Tangkis Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/10/2026), Sri Suparni Bahlil mengajak perempuan tak tunda pemeriksaan kesehatan hingga muncul keluhan. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen mendorong perempuan menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga.
“Bukan berarti kita sakit dulu baru ke rumah sakit. Jadi, ayo kita sama-sama lebih peduli kepada diri kita sendiri. Karena kita sebagai seorang ibu, sebagai perempuan, ini perannya sangat penting. Kalau kita sehat, insyaallah keluarga juga akan sehat,” ujar Sri Suparni di hadapan para peserta.
Kegiatan vaksinasi HPV yang digelar DWP Kementerian ESDM ini diikuti sebanyak 784 peserta yang tersebar di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Cepu. Khusus di Jakarta, tercatat 446 peserta terdaftar mengikuti vaksinasi. Selain vaksinasi HPV, acara ini juga menghadirkan pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS sebagai upaya deteksi dini kanker payudara.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81. Pelaksanaannya didukung oleh Badan Geologi, tenaga kesehatan, Rumah Sakit Dharmais, PT Bio Farma, serta Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam upaya meningkatkan kesehatan perempuan Indonesia.
Sri Suparni menjelaskan bahwa kegiatan ini secara khusus diarahkan bagi pegawai perempuan dan anggota DWP Kementerian ESDM. Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan perlu dimulai dari lingkungan terdekat sebelum diperluas kepada masyarakat luas. Dengan begitu, perempuan di lingkungan kerja dapat menjadi contoh nyata bagi keluarga dan komunitas sekitarnya.
“Jangan menunda pemeriksaan, jangan menunggu sakit dulu baru kita ke rumah sakit. Jangan biarkan rasa takut, malu, atau kesibukan menghalangi kita untuk menjaga kesehatan. Merawat diri adalah bagian dari cara kita merawat keluarga,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Sri Suparni Bahlil juga menyampaikan dua pesan penting kepada seluruh peserta. Pesan pertama, vaksinasi HPV bukanlah akhir dari upaya pencegahan. Deteksi dini kanker serviks tetap perlu dilakukan secara berkala sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pesan kedua, perempuan diharapkan menjadi agen kesehatan bagi keluarga dan lingkungannya dengan membagikan informasi yang benar, mengajak perempuan lain lebih peduli terhadap kesehatan, serta mendorong anak perempuan mengikuti imunisasi HPV sesuai program pemerintah.
Selain itu, Sri Suparni turut menyoroti pentingnya deteksi dini kanker payudara. Ia mengingatkan bahwa kanker payudara belum dapat dicegah melalui vaksinasi. Karena itu, perempuan perlu mengenali kondisi tubuhnya sendiri dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan perubahan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
- Vaksinasi HPV diikuti 784 peserta di empat kota: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Cepu.
- Sebanyak 446 peserta terdaftar di Jakarta.
- Pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) turut dihadirkan sebagai deteksi dini kanker payudara.
- Kegiatan merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81.
Ke depan, Sri Suparni berharap layanan pemeriksaan, termasuk mamografi, dapat diperluas agar semakin banyak perempuan di berbagai daerah memperoleh akses terhadap fasilitas deteksi dini kanker. Perluasan akses ini dinilai krusial mengingat tidak semua daerah memiliki fasilitas kesehatan yang memadai untuk pemeriksaan payudara dan serviks.
Ajakan Sri Suparni Bahlil agar perempuan tak menunda pemeriksaan kesehatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka kasus kanker pada perempuan. Dengan kesadaran yang tumbuh dari lingkungan terkecil, diharapkan makin banyak perempuan yang tergerak untuk memeriksakan diri secara rutin tanpa menunggu munculnya keluhan.
Melalui kegiatan ini, pesan Sri Suparni Bahlil agar perempuan tak tunda pemeriksaan kesehatan kembali ditegaskan sebagai langkah strategis membangun generasi yang lebih sehat. Kesehatan perempuan bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga fondasi bagi kesehatan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.
Sebagai penutup, kegiatan vaksinasi HPV dan pemeriksaan SADANIS yang digelar DWP Kementerian ESDM menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap kesehatan perempuan perlu diwujudkan melalui aksi konkret. Sri Suparni Bahlil mengajak seluruh perempuan untuk menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai kebiasaan, bukan beban, sehingga deteksi dini dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dan meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Kementerian ESDM
