DBL 2026 Menyala: Kisah Aymie Kembali Menari hingga Dominasi Juara di Berbagai Daerah
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Kompetisi dbl 2026 kembali mencuri perhatian publik tanah air. Bukan hanya karena persaingan sengit di lapangan basket, ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 ini juga menghadirkan cerita-cerita inspiratif dari para pelajar yang berkompetisi di berbagai cabang, mulai dari basket lima lawan lima, AZA 3X3 Competition, hingga AQUA DBL Dance. Semangat generasi muda untuk berprestasi dan mengekspresikan diri mewarnai setiap rangkaian acara dbl yang digelar di berbagai kota.
Salah satu kisah menyentuh datang dari Aymie Aizawa Kanginnadhi, dancer kelas XI SMA Dyatmika Denpasar. Setelah cukup lama tidak menari di hadapan penonton, ia akhirnya kembali merasakan atmosfer panggung melalui AQUA DBL Dance 2026 Bali. Bersama tim dance sekolahnya, Aymie mendapat kesempatan untuk kembali melakukan hal yang ia sukai sejak kecil. Perjalanan Aymie di dunia tari dimulai ketika usianya baru tiga tahun, saat sang ibu mengenalkannya pada balet yang ia tekuni selama lima hingga enam tahun. Ketika duduk di bangku sekolah dasar, ia juga sempat mengikuti kegiatan cheerleading sepulang sekolah.
Namun, ketertarikannya pada dunia tari sempat terhenti setelah pandemi COVID-19 melanda. Aymie berhenti mengikuti kelas tari karena harus membagi waktu dengan banyak kegiatan ekstrakurikuler lain. Meski begitu, keinginan untuk kembali menari tidak pernah padam. “Aku sebenarnya selalu ingin kembali menari, tetapi saat itu aku mengikuti banyak kegiatan ekstrakurikuler lain sehingga tidak punya waktu untuk mengikuti kelas dance secara rutin,” ungkapnya.
Tanpa mengikuti kelas formal, Aymie tetap berusaha dekat dengan dunia tari melalui latihan mandiri di rumah. Ia mempelajari berbagai koreografi K-pop dan tarian populer di media sosial bersama teman-temannya. Dari kebiasaan itu, ia mulai mengenal beragam gaya tari dan melihat dance dari sudut pandang yang berbeda. “Meski begitu, aku tetap sering berlatih menari sendiri di rumah saat waktu luang. Aku belajar banyak koreografi K-pop dan tarian TikTok bersama teman-temanku. Dari situ, aku bisa melihat dance dari sudut pandang baru, mengenal berbagai gaya tari, dan memahami lagi alasan aku menyukainya sejak awal,” tuturnya.
Kesempatan tampil kembali akhirnya datang melalui panggung dbl. Bagi Aymie, pengalaman tersebut terasa istimewa karena ia sudah menunggu selama beberapa tahun. “DBL menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan dan akan selalu aku kenang karena aku sudah menunggu selama beberapa tahun untuk akhirnya bisa mengalaminya. Sudah lama sekali aku tidak menari di atas panggung di depan penonton. Jadi, aku sangat senang bisa kembali menari dan melakukan hal yang aku sukai bersama teman-temanku!” ceritanya penuh semangat.
Sementara itu, persaingan di lapangan basket juga memanas. Di Honda DBL 2026 South Jakarta yang berlangsung pada 6 hingga 16 Oktober 2026, tim putra SMA Raffles Christian School dan tim putri SMAN 70 Jakarta sukses mempertahankan gelar juara pada partai final di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. Pada kategori putri, SMAN 70 Jakarta mengukuhkan posisi sebagai juara setelah menaklukkan SMA Bina Nusantara Simprug dengan skor 58-29, sekaligus menjadi gelar kelima mereka di ajang dbl South Jakarta. Sementara itu, tim putra SMA Raffles Christian School meraih gelar juara setelah menundukkan SMA Pangudi Luhur Jakarta dengan skor 85-69.
Prestasi serupa juga diraih tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru yang mempertahankan gelar juara Honda DBL 2026 Riau. Mereka tampil dominan dan mengandaskan perlawanan SMA Witama Pekanbaru dengan skor telak 76-43 pada partai final di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Sabtu, 17 Oktober 2026. Sejak kuarter pertama, Darma Yudha langsung menggebrak dengan keunggulan 19-15, lalu memperlebar jarak menjadi 40-31 pada kuarter kedua, dan semakin tak terbendung pada kuarter ketiga dengan skor 64-37. Pelatih Danang mengungkapkan rasa syukur atas perjuangan para pemain yang sukses memenuhi target tim. Ia berharap para pemain berbakat dari kompetisi dbl ini dapat terus berkembang hingga mampu menembus level nasional.
Ketegangan juga terasa di Honda DBL 2026 North Sulawesi yang mengasuki babak Big Eight di GOR Politeknik Negeri Manado. Perebutan tiket menuju babak Fantastic Four semakin panas, di mana setiap kesalahan kecil bisa menjadi penentu akhir perjalanan setiap tim. Selain persaingan lima lawan lima, AZA 3X3 Competition 2026 North Sulawesi juga memperebutkan tiket ke babak semifinal. Dari sektor putri, SMA Kristen 1 Tomohon melawan SMAN 2 Manado, disusul SMA Unklab Airmadidi melawan SMAN 3 Tondano. Sementara dari sektor putra, SMAN 9 Manado berhadapan dengan SMAN 3 Tondano. Kemenangan dramatis SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon atas Manado Independent School pada laga sebelumnya berhasil membawa mereka beranjak ke babak Big Eight.
Rangkaian kompetisi dbl 2026 membuktikan bahwa ajang ini bukan sekadar turnamen olahraga, melainkan panggung bagi pelajar untuk mengekspresikan bakat, membangun karakter, dan meraih prestasi di berbagai bidang. Mulai dari Aymie yang kembali menemukan panggungnya, hingga tim-tim basket yang konsisten mempertahankan gelar, semuanya mencerminkan semangat juang generasi muda Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor dan sekolah, turut menjadi kunci keberhasilan ajang ini dalam mencetak atlet dan talenta muda yang siap bersaing hingga level nasional.
