Kabar Baik untuk Timnas Putri: Wiegman Perpanjang Kontrak, Indonesia Bangkitkan Liga dan Pembinaan Usia Dini
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Kabar baik menghampiri dunia sepak bola perempuan, khususnya bagi timnas putri Inggris yang memastikan masa depan pelatihnya. Sarina Wiegman resmi menandatangani perpanjangan kontrak jangka panjang hingga 2029, sebuah keputusan yang sekaligus menjadi dorongan besar bagi Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Sementara di tanah air, semangat serupa ikut menyala lewat bergulirnya kembali kompetisi sepak bola perempuan nasional yang diharapkan menjadi ladang talenta baru untuk timnas putri Indonesia.
Perpanjangan kontrak Wiegman memastikan pelatih asal Belanda itu tetap memimpin skuad Inggris untuk siklus turnamen besar berikutnya. Sebelumnya, kontraknya dijadwalkan berakhir setelah Piala Dunia 2027. Namun, kesepakatan baru ini membuatnya bertahan hingga setelah Kejuaraan Eropa 2029. Wiegman sempat menghindari pertanyaan soal rencana jangka panjangnya menjelang laga play-off melawan Yunani, tetapi kini kepastian telah diberikan.
Bukan hanya Wiegman yang memperpanjang komitmen. Asisten pelatih Janneke Bijl dan Arvid Smit, serta pelatih kiper Darren Ward, turut menandatangani kontrak baru hingga 2029. Seluruh staf teknis akan tetap bersama untuk siklus turnamen besar berikutnya, menjaga kesinambungan proyek yang telah berjalan sukses.
Rekam Jejak Gemilang di Bangku Pelatih
Wiegman mengungkapkan kegembiraannya bisa melanjutkan kiprahnya bersama Inggris. Ia menyebut kecintaannya terhadap peran tersebut serta dukungan yang terus diberikan organisasi. Ia tetap bertekad membawa skuad ini meraih prestasi lebih tinggi.
“Saya sangat senang bisa terus bersama skuad ini dan tidak bisa membayangkan pekerjaan yang lebih baik di dunia sepak bola,” ujarnya. “Saya merasa terhormat atas kepercayaan mereka, yang tidak pernah saya anggap remeh, dan ingin terus menjaga kemitraan luar biasa ini.”
Kepala Eksekutif FA, Mark Bullingham, memuji pengaruh Wiegman terhadap tim nasional. Ia menyebutnya sebagai pelatih luar biasa dengan rekam jejak yang tak tertandingi di turnamen-turnamen besar. Menurutnya, keberlanjutan kerja sama ini penting untuk siklus EURO berikutnya.
Wiegman mulai bekerja untuk FA pada September 2021. Sebelumnya, ia membawa Belanda menjuarai Euro 2017 dan mencapai final Piala Dunia 2019. Keunggulannya sebagai pelatih membuatnya lima kali meraih penghargaan Pelatih Wanita Terbaik FIFA, sebuah catatan yang menegaskan kelasnya di level tertinggi.
Geliat Sepak Bola Perempuan Indonesia
Di sisi lain, sepak bola perempuan Indonesia juga menunjukkan tanda kebangkitan. Indonesia Women’s League 2026 resmi bergulir pada 18 Oktober 2026, mengakhiri masa vakum kompetisi sejak 2019. Pekan perdana digelar di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan laga Persija melawan FC Bekasi City sebagai pembuka.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut positif bergulirnya kompetisi tersebut. Ia menilai sepak bola putri memiliki peran penting dalam meningkatkan jam terbang pemain, sekaligus melahirkan talenta baru bagi timnas putri Indonesia. Menurutnya, tidak ada perbedaan perlakuan antara pemain lelaki dan perempuan.
“Kita lihat pembukaan tadi berjalan bagus, kita berikan yang terbaik, tidak ada perbedaan dengan lelaki dan perempuan,” ujar Erick kepada awak media.
Pada pekan perdana, sejumlah talenta baru dari kelompok usia U-17 hingga senior mulai muncul. Pemain-pemain yang sebelumnya belum banyak terpantau kini mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan. Hal ini diharapkan memperluas pilihan pemain berkualitas yang bisa memperkuat timnas putri di level regional maupun internasional.
Untuk menjaga keberlangsungan kompetisi, PSSI menerapkan komitmen kontrak lima tahun bagi klub peserta dengan evaluasi berkala. Pada tahap awal, IWL 2026 melibatkan enam klub yang berpusat di sekitar Jakarta. PSSI juga membuka peluang bagi klub juara untuk bertanding di luar negeri.
Pemain Garudayaksa Women, Ellen Tria Ferlika, merasakan langsung atmosfer kebangkitan itu. Ia menyebut para pemain telah lama menantikan hadirnya liga. Ketatnya persaingan sudah terasa sejak pertandingan pertama, dengan setiap pemain berusaha menunjukkan kemampuan terbaik demi membantu tim meraih hasil positif.
Menyemai Bibit Muda
Pembinaan usia dini juga menjadi fondasi penting. MilkLife Soccer Challenge Bekasi dan Kudus Seri 1 2026/2027 mencatat peningkatan peserta, baik secara kuantitas maupun kualitas. Program Manager MLSC, Edi Supriyanto, menilai tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme yang terus tumbuh terhadap sepak bola putri usia dini.
Head Coach MLSC, Timo Scheunemann, mengapresiasi kerja keras penyelenggara, pelatih, dan pemain. Ia menekankan pentingnya keseriusan sekolah dalam menyiapkan tim, karena hasil terbaik umumnya datang dari tim yang berlatih dua hingga tiga kali seminggu.
“Kalau saya lihat, yang masuk delapan besar ke atas semuanya berlatih dua atau tiga kali seminggu. Itu yang saya inginkan, sekolah-sekolah lebih serius lagi,” kata Timo.
Dari Bekasi, SDN Pulogebang 07 keluar sebagai juara KU10 dan SDN Cipayung 02 menjuarai KU12. Sementara di regional Kudus, SDN 02 Jambean Pati menjadi juara KU10 dan SD Unggulan Muslimat NU menjuarai KU12.
Rangkaian kabar ini menunjukkan satu benang merah: ekosistem sepak bola perempuan tengah dibangun dari berbagai lini. Di Inggris, stabilitas kepelatihan menjadi kunci kesinambungan prestasi. Di Indonesia, kebangkitan liga dan pembinaan usia dini menjadi modal untuk memperkuat timnas putri di masa depan. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin mimpi membawa sepak bola putri Indonesia menembus panggung dunia perlahan menjadi kenyataan.
