Sulsel Rayakan HUT ke 357 dengan Kirab Pangan dan Aksi Daerah, Puluhan Ribu Warga Meriahkan Jalan Sehat Anti Mager
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Provinsi Sulawesi Selatan menutup usia ke-357 tahun dengan gelaran yang sarat makna. Dalam rangkaian peringatan hari jadi yang berlangsung di Makassar pada 18–20 Oktober 2026, Sulsel Rayakan HUT ke 357 dengan Kirab Pangan dan Aksi Daerah yang menyatukan semangat kebersamaan antarpemerintah daerah, pengenalan potensi pangan, serta penguatan pembangunan wilayah. Momentum ini dimanfaatkan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk mendorong ketahanan pangan, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan mempererat koordinasi pembangunan lintas daerah.
Puncak keramaian terjadi pada Minggu (18/10/2026). Puluhan ribu peserta memadati kawasan sekitar Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, untuk mengikuti Jalan Sehat Anti Mager dan Kirab Swasembada Pangan. Kegiatan ini melibatkan masyarakat umum, aparatur sipil negara, pejabat daerah, hingga perwakilan berbagai instansi. Antusiasme warga terlihat sejak pagi, dengan lautan peserta mengenakan pakaian olahraga dan atribut daerah masing-masing.
Parade Hasil Bumi dari 24 Kabupaten dan Kota
Salah satu daya tarik utama dalam peringatan kali ini adalah kirab yang menampilkan perwakilan 24 kabupaten dan kota. Setiap daerah membawa hasil bumi unggulan, komoditas pangan khas, serta maskot daerah yang menjadi identitas lokal. Beras, jagung, kakao, kopi, hingga aneka hasil laut dipamerkan dalam parade yang berlangsung meriah. Momen ini menegaskan posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang memiliki keragaman komoditas strategis.
Setelah parade selesai, peserta menempuh rute jalan sehat sekitar lima kilometer. Rute melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Haji Bau, Jalan Sultan Hasanuddin, dan Jalan Bontolempangan sebelum kembali ke halaman rumah jabatan gubernur. Sepanjang perjalanan, peserta disuguhi suasana kebersamaan yang kental, sekaligus menjadi ajang silaturahmi antarwarga dan antardaerah.
Melalui kegiatan ini, Sulsel Rayakan HUT ke 357 dengan Kirab Pangan dan Aksi Daerah bukan sekadar seremoni. Pemerintah provinsi menekankan bahwa peringatan hari jadi menjadi titik tolak untuk memperkuat sinergi pembangunan, khususnya di sektor pertanian dan pangan. Koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dinilai krusial agar distribusi hasil pertanian berjalan lancar dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.
Makna di Balik Aksi Daerah
Konsep aksi daerah yang diusung dalam perayaan tahun ini menempatkan partisipasi publik sebagai inti. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam setiap rangkaian kegiatan. Hal ini sejalan dengan semangat membangun daerah dari bawah, dengan mengedepankan potensi lokal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Berbagai pihak menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut laporan yang dihimpun dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, keterlibatan lintas instansi menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program ketahanan pangan. Sinergi semacam ini diharapkan terus berlanjut pada agenda-agenda pembangunan berikutnya.
Berikut sejumlah poin penting rangkaian perayaan hari jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan:
- Jalan Sehat Anti Mager dan Kirab Swasembada Pangan diikuti puluhan ribu peserta.
- Kirab menampilkan perwakilan 24 kabupaten dan kota dengan hasil bumi unggulan.
- Rute jalan sehat sepanjang sekitar lima kilometer melintasi sejumlah ruas jalan utama Makassar.
- Kegiatan melibatkan masyarakat, ASN, pejabat daerah, dan perwakilan instansi.
- Fokus utama pada penguatan ketahanan pangan dan koordinasi pembangunan.
Perayaan berlangsung selama tiga hari, 18–20 Oktober 2026, dengan berbagai kegiatan yang menggabungkan kebersamaan, edukasi pangan, dan penguatan pembangunan. Sulsel Rayakan HUT ke 357 dengan Kirab Pangan dan Aksi Daerah menjadi cermin bagaimana sebuah daerah merayakan usianya dengan cara produktif, mendekatkan pemerintah kepada masyarakat, dan menegaskan identitasnya sebagai wilayah agraris yang tangguh.
Ke depan, semangat yang tumbuh dari perayaan ini diharapkan tidak berhenti pada momen seremonial. Kolaborasi antardaerah, inovasi pengelolaan pangan, dan partisipasi masyarakat perlu terus dijaga agar Sulawesi Selatan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional. Dengan begitu, peringatan hari jadi ke-357 bukan hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga titik awal bagi langkah pembangunan yang lebih solid dan berkelanjutan.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Sukardi
Sumber Berita: Suara Landak
