A2O LITE Gebrak Peta K-Pop: Dari Rekor Spotify Hingga Kontroversi Kostum dan Utang Orang Tua
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Nama a2o tengah menjadi perbincangan panas di jagat industri hiburan Korea Selatan. Grup besutan mantan produser eksekutif SM Entertainment, Lee Soo-man, ini mencuri perhatian lewat dua entitas barunya, yakni A2O LITE dan A2O SOUL, yang langsung mengguncang tangga lagu sekaligus memicu sederet kontroversi. Debut mereka menjadi salah satu fenomena paling mengejutkan di dunia K-Pop tahun ini, dengan capaian yang bahkan melampaui grup-grup papan atas sekaliber NewJeans dan Rosé.
Debut A2O LITE dengan lagu bertajuk “NEON” pada 13 Oktober lalu langsung menorehkan sejarah. Hanya dalam waktu 29 jam setelah perilisan, lagu tersebut berhasil menduduki puncak tangga lagu Melon TOP100, serta menempati posisi teratas di Melon Hot100, Bugs, dan Genie TOP200. Fenomena a2o ini sontak mengubah peta persaingan grup idola wanita yang selama ini didominasi nama-nama besar.
Namun, kesuksesan tersebut tak lepas dari dugaan manipulasi. Data dari situs agregator musik Kwabeu menunjukkan bahwa “NEON” mencetak 299.898 pemutaran harian di Spotify Korea pada 16 Oktober. Angka itu melampaui puncak harian tertinggi NewJeans dengan “Ditto” yang mencapai 179.043 pemutaran, serta unggul 28,4 persen dari “APT.” milik Rosé dan Bruno Mars yang mencatat 233.523 pemutaran. Sejumlah komunitas internasional mencurigai adanya komentar pujian yang seragam terhadap Lee Soo-man, hingga dugaan penggunaan bot dan promosi berbayar. Meski begitu, hingga kini belum ada bukti konkret yang membuktikan tuduhan tersebut.
Di tengah sorotan prestasi, kontroversi lain muncul dari segi penampilan para personel. A2O LITE yang beranggotakan sembilan orang dengan rentang usia 13 hingga 17 tahun itu dianggap tampil terlalu dewasa. Dalam sebuah penampilan membawakan “NEON”, personel termuda, AIJING (Sheng Aijing) yang baru berusia 13 tahun, terlihat mengenakan celana pendek yang memperlihatkan bagian dalam pakaiannya secara berlebihan. Hal serupa dialami OA, rekan sebayanya, yang roknya dinilai terlalu pendek hingga menyentuh pangkal paha. Publik pun terbelah, sebagian menilai kostum tersebut tidak pantas untuk usia mereka, sementara yang lain berpendapat bahwa pengamanan pakaian sudah memadai.
Kontroversi tak berhenti di situ. Nama a2o juga terseret persoalan pribadi salah satu personelnya, AIJING, yang merupakan warga negara Tiongkok. Ibu dari AIJING yang menjabat sebagai direktur sebuah perusahaan pendidikan dituding menunggak gaji karyawan. Nilai eksekusi pengadilan terkait perusahaan tersebut dilaporkan mencapai 3,45 juta yuan atau sekitar Rp6,85 miliar. Pada 14 Oktober, sang ibu menyampaikan permohonan maaf dan berjanji menyelesaikan kewajiban tersebut, sembari menegaskan bahwa AIJING tidak terlibat dalam sengketa itu. Sebagian warganet Tiongkok bahkan menuntut agar AIJING keluar dari grup, sementara pihak lain menduga isu ini sengaja dimunculkan sebagai strategi pemasaran.
Menariknya, di tengah badai kontroversi, A2O Entertainment justru dibanjiri tawaran iklan. Laporan Sina Entertainment pada 17 Oktober menyebutkan bahwa A2O LITE dan A2O SOUL menerima 56 proposal iklan hanya dalam sehari. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik a2o di pasar tetap kuat, terlepas dari berbagai isu yang menerpa.
Sebagai bagian dari promosi, A2O LITE dan A2O SOUL dijadwalkan tampil dalam program musik SBS Life “The Show” pada 20 Oktober. Acara itu juga akan dimeriahkan oleh Yuju, Sung Han-bin, FLARE U, VERIVERY DYG, serta sejumlah artis lain. A2O LITE akan membawakan “NEON” dengan konsep “Zalpha Pop” yang disebut-sebut membuka gerbang generasi kelima K-Pop, sementara A2O SOUL menyiapkan panggung debut yang penuh semangat mengejar mimpi. Penampilan ini menjadi momen penting bagi a2o untuk membuktikan kualitas mereka di hadapan penggemar global.
Fenomena A2O LITE sekaligus menghadirkan dinamika baru di industri musik Korea. Di bulan yang sama, sejumlah grup papan atas seperti IVE, NMIXX, BABYMONSTER, ILLIT, dan RESCENE turut merilis karya baru. Kehadiran pendatang baru yang langsung menancapkan kukuh di puncak tangga lagu tentu membuat persaingan memperebutkan dominasi pasar semakin sengit.
Dengan kombinasi prestasi luar biasa, sorotan negatif, dan eksposur media yang masif, a2o menjelma menjadi fenomena yang sulit diabaikan. Perjalanan A2O LITE dan A2O SOUL ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya, apakah mereka mampu mempertahankan momentum dan menjawab keraguan publik, atau justru tersandung oleh kontroversi yang terus mengiringi. Yang jelas, industri hiburan Korea kembali memiliki bintang baru yang layak diperhitungkan.
