Nilai Kinerja Prabowo-Gibran Cuma 4 dari 10, Mahfud MD: Belum Lulus Ujian!
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Penilaian tajam kembali datang dari mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. Dalam forum diskusi bertajuk “Indonesia yang Kita Wariskan: Keadilan, Demokrasi, dan Kesejahteraan” yang disiarkan melalui kanal YouTube pribadinya pada Senin malam (19/10/2026), Mahfud MD memberikan rapor merah terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Bak seorang dosen yang tengah mengevaluasi mahasiswanya, ia memberi nilai 4 dari skala 10, sebuah angka yang menurutnya berada di bawah ambang kelulusan.
Forum tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Guru Besar Universitas Padjadjaran Prof. Susi Dwi Harijanti, pakar hukum tata negara Feri Amsari, pengamat politik Hendri Satrio, serta perwakilan mahasiswa. Menurut Mahfud MD, nilai 4 itu merupakan hasil rata-rata dari penilaian seluruh pakar yang hadir dalam diskusi tersebut.
Analogi Dosen: Nilai 4 Artinya Belum Lulus
Menggunakan pendekatan akademik, Mahfud MD menjelaskan bahwa nilai tersebut jauh dari standar minimum keberhasilan. Ia menegaskan bahwa dalam sistem perkuliahan, nilai 5,75 saja baru menghasilkan predikat C, sehingga skor 4 jelas menandakan kegagalan.
“Kalau dirata-ratakan dari semua penilai, ini kira-kira cuma empat nilainya. Artinya ini belum lulus. Kalau orang kuliah kan belum lulus, minimal 5,75 baru dapat C atau enam,” ujar Mahfud MD.
Ia menambahkan bahwa skor rendah tersebut mencerminkan persoalan mendasar dalam tata kelola kebijakan yang tidak bisa sekadar ditutupi lewat strategi komunikasi publik atau pencitraan instan. Menurutnya, pemerintah harus melakukan perbaikan menyeluruh dari akar masalah, bukan memoles citra.
“Ini baru empat koma sekian. Enggak bisa didongkrak, harus ngulang ujiannya dulu,” tegasnya.
Sorotan Publik dan Isu Hoaks yang Membelit
Penilaian kritis dari Mahfud MD ini menambah panjang sorotan publik terhadap jalannya pemerintahan. Di sisi lain, nama mantan Cawapres 2024 itu juga kerap menjadi sasaran kabar bohong di media sosial. Sejumlah hoaks yang mencatut namanya beredar di Facebook, mulai dari klaim pembagian bantuan modal usaha hingga isu pelantikan sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu hoaks yang paling menonjol adalah video yang diklaim menampilkan Mahfud MD membagikan dana tunjangan dan bantuan modal usaha sebesar Rp 100 juta per orang. Narasi dalam video tersebut menyebut bantuan itu resmi dan bukan rekayasa, lengkap dengan ajakan menghubungi akun Messenger tertentu. Klaim semacam ini telah terverifikasi sebagai informasi palsu dan berpotensi merugikan masyarakat.
Berikut rangkuman isu yang perlu diwaspadai terkait penyalahgunaan nama tokoh publik:
- Klaim bantuan modal usaha Rp 100 juta per orang yang mengatasnamakan Mahfud MD.
- Isu pelantikan Mahfud MD sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Prabowo Subianto.
- Ajakan menghubungi akun pribadi untuk mencairkan dana bantuan yang tidak resmi.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi sebelum mempercayai atau menyebarluaskannya.
Secara keseluruhan, evaluasi yang disampaikan Mahfud MD mencerminkan tingginya ekspektasi publik terhadap pemerintah. Nilai 4 dari 10 bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Alih-alih mengandalkan pencitraan, perbaikan kebijakan yang nyata dan terukur menjadi kunci untuk meraih kepercayaan rakyat. Publik kini menanti apakah kritik tersebut dijawab dengan langkah konkret atau justru diabaikan.
