Morgan Stanley Ramal Ledakan AI 1,58 Triliun Dolar, Saham Nvidia hingga Seagate Jadi Buruan
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Lembaga keuangan global Morgan Stanley kembali mencuri perhatian pasar dengan sejumlah proyeksi besarnya di sektor teknologi dan infrastruktur data. Dalam laporan riset terbaru, Morgan Stanley memperkirakan belanja infrastruktur kecerdasan artifisial (AI) akan mencapai 1,58 triliun dolar AS pada 2027, sekaligus menempatkan sejumlah emiten sebagai kandidat kuat penerima limpahan investasi tersebut.
Menurut laporan bertajuk “Following AI’s $1.6 Trillion Money Trail: Mapping the Revenue Generated by the Capex Boom” yang disusun tim North America Insight pimpinan Nicholas Lentini, hyperscaler dan penyedia cloud AI khusus diperkirakan membelanjakan sekitar 980 miliar dolar AS pada 2026. Angka itu melonjak hampir 60 persen menjadi 1,58 triliun dolar AS pada 2027, lalu mencapai 1,8 triliun dolar AS pada 2028.
Proyeksi 2027 tersebut mencakup sekitar 195 miliar dolar AS untuk sewa pusat data yang dikategorikan Morgan Stanley sebagai “synthetic capex”, karena komitmen itu tidak muncul sebagai belanja modal konvensional dalam laporan arus kas. Para hyperscaler bahkan telah mengungkap komitmen sewa lebih dari 1,1 triliun dolar AS yang belum berjalan.
Dari estimasi tersebut, sekitar 1 triliun dolar AS belanja infrastruktur 2027 akan berubah menjadi pendapatan bagi perusahaan-perusahaan di indeks S&P 500, dengan hampir 700 miliar dolar AS di antaranya mengalir ke Nvidia. Morgan Stanley mencatat 91,7 persen pendapatan Nvidia pada 2027 terekspos pada permintaan infrastruktur AI, tertinggi di antara perusahaan yang dicakup. Vertiv menyusul di 90 persen dan Broadcom sekitar 81 persen.
Meski konsentrasi Nvidia sangat tinggi, Morgan Stanley justru menilai produsen semikonduktor itu menawarkan imbal hasil paling menarik setelah disesuaikan dengan risiko. Namun bank investasi tersebut juga mengingatkan adanya tekanan terhadap margin pemasok, meningkatnya ketergantungan pada pembiayaan utang, ketersediaan listrik, serta dominasi sejumlah kecil pelanggan teknologi raksasa.
Di sisi lain, Morgan Stanley melihat peluang besar pada sektor penyimpanan data. Analis Erik Woodring menilai permintaan hard disk drive (HDD) kini melampaui pasokan, dengan kekurangan sekitar 400 exabyte menurut perhitungan HSBC. Morgan Stanley mempertahankan rating overweight untuk Seagate Technology Holdings dan menaikkan target harga 12 bulan menjadi 1.200 dolar AS dari 1.187 dolar AS, yang menyiratkan potensi kenaikan hampir 82 persen dari penutupan sebelumnya.
“Kami tetap yakin pada kenaikan laba HDD meski jalur katalisnya memanjang. Pemeriksaan permintaan dan harga yang lebih kuat mendukung kinerja yang melampaui ekspektasi, sementara valuasi saat ini mendiskon akhir siklus yang terlalu menghukum,” ujar Woodring. Ia menambahkan bahwa transaksi spot Seagate belakangan ini dihargai dua hingga lima kali lipat dari level kontrak.
| Proyeksi Morgan Stanley | Nilai |
|---|---|
| Belanja infrastruktur AI 2027 | 1,58 triliun dolar AS |
| Belanja hyperscaler 2026 | 980 miliar dolar AS |
| Pendapatan Nvidia dari belanja AI 2027 | Hampir 700 miliar dolar AS |
| Eksposur pendapatan Nvidia pada AI | 91,7 persen |
Selain sektor teknologi, Morgan Stanley juga menyoroti kekuatan ekonomi Tiongkok di lantai pabrik. Ekonom utama Tiongkok di Morgan Stanley, Robin Xing, menilai Negeri Tiongkok berada pada posisi kuat untuk memimpin gelombang inovasi industri berikutnya melalui integrasi AI ke dalam pabrik, jaringan logistik, dan jaringan listrik. Ia menyebut Tiongkok telah memiliki lebih dari 30.000 pabrik pintar dan lebih dari 5 juta menara BTS 5G.
Morgan Stanley memproyeksikan pangsa Tiongkok terhadap nilai tambah manufaktur global naik dari sekitar 28 persen saat ini menjadi 30 persen pada 2035. Data Biro Statistik Nasional Tiongkok menunjukkan nilai tambah perusahaan manufaktur berskala besar tumbuh 5,7 persen secara tahunan pada tiga kuartal pertama, sementara manufaktur teknologi tinggi melesat 14,3 persen.
Tak hanya di pasar modal, Morgan Stanley juga aktif di ranah investasi langsung. Morgan Stanley Capital Partners mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi The Rapid Group, perusahaan penyedia layanan peralatan yang berbasis di Paterson, New Jersey. Perusahaan itu memeriksa, memperbaiki, dan merawat pompa, motor, generator, serta infrastruktur air bagi lebih dari 1.800 pelanggan di kawasan Timur Laut Amerika Serikat.
Di sisi lain, Morgan Stanley turut menempatkan Amazon dalam daftar top picks. Analis Brian Nowak menilai potensi pertumbuhan dan laba Amazon Web Services masih diremehkan, dan memperkirakan AWS akan membuka jalan bagi laba per saham konsorsium sebesar 16,50 dolar AS pada 2027 dan 2028, naik dari 7 dolar AS pada 2025. Morgan Stanley mempertahankan rating overweight dengan target harga 350 dolar AS dari sebelumnya 335 dolar AS, sekitar 33 persen di atas penutupan terakhir.
Dengan rangkaian proyeksi tersebut, Morgan Stanley menegaskan posisinya sebagai salah satu penentu arah narasi pasar global. Dari infrastruktur AI, penyimpanan data, manufaktur pintar, hingga akuisisi perusahaan jasa industri, semua lini tampak menjadi bagian dari satu peta besar peluang investasi yang mereka yakini masih panjang. Pasar pun kini menanti apakah ramalan-ramalan itu benar-benar terwujud dalam beberapa tahun mendatang.
