Estudiantes vs Flamengo: 0-0 di La Plata Bikin Semifinal Libertadores Membara, Maracaná Jadi Penentu
Kalimantan Update – 21 Oktober 2026 | Duel Estudiantes La Plata vs Flamengo pada leg pertama semifinal Copa Libertadores 2026 berakhir tanpa pemenang. Skor 0-0 di Estadio UNO Jorge Luis Hirschi membuat Estudiantes La Plata vs Flamengo harus diselesaikan pada pertemuan kedua di Maracaná, Rio de Janeiro, Kamis, 22 Oktober 2026. Hasil ini memastikan tidak ada tim yang punya keunggulan untuk dijaga, sekaligus menjadikan laga revancha sebagai ujian mental, taktik, dan ketajaman bagi kedua kubu.
Estudiantes La Plata vs Flamengo di leg pertama menyuguhkan pertarungan intensitas tinggi sejak menit awal. Tuan rumah yang dilatih Alexander Medina tampil agresif dengan tekanan tinggi dan memanfaatkan bola-bola mati sebagai senjata utama. Tim berjuluk Pincha itu tercatat melepaskan 16 tembakan dan memaksa kiper Flamengo, Agustín Rossi, melakukan enam penyelamatan krusial. Namun, rapatnya pertahanan Flamengo membuat gawang tim tamu tetap steril hingga peluit panjang.
Di sisi lain, Flamengo asuhan Leonardo Jardim lebih banyak menguasai bola dengan persentase penguasaan mencapai 55 persen. Kendati demikian, juara bertahan Libertadores itu minim penetrasi di sepertiga akhir lapangan dan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Penampilan Gonzalo Plata menjadi sorotan, lantaran winger asal Ekuador itu baru masuk pada sepuluh menit terakhir laga pertama. Pada leg kedua nanti, Plata berpeluang mendapat porsi bermain lebih besar untuk menggedor lini belakang Estudiantes.
Jalannya pertandingan diwarnai sejumlah momen penting yang memicu perdebatan. Salah satunya adalah pelanggaran keras Lucas Paquetá terhadap Ezequiel Piovi di babak kedua yang hanya diganjar kartu kuning oleh wasit Juan Gabriel Benítez. Keputusan tersebut memantik protes keras dari bangku cadangan dan suporter tuan rumah. Meski terus menekan hingga menit akhir, Estudiantes gagal memanfaatkan peluang emas untuk membawa modal kemenangan ke Brasil.
Dari kubu Flamengo, kiper Agustín Rossi menilai hasil imbang ini sebagai modal berharga. Menurutnya, bermain di hadapan publik sendiri di Maracaná akan menjadi keuntungan besar untuk menuntaskan misi ke final. Pelatih Leonardo Jardim mengakui laga berjalan dengan tuntutan fisik tinggi, terutama saat mengantisipasi bola-bola mati, dan mengakui timnya kehilangan presisi dalam penguasaan bola. Ia juga masih memantau kondisi kebugaran Saúl Ñíguez dan Giorgian De Arrascaeta yang menjadi andalan di lini tengah.
Sementara itu, pelatih Estudiantes, Alexander Medina, menegaskan timnya telah tampil maksimal dan hanya kurang efektif dalam menyelesaikan peluang. Kualitas permainan Estudiantes La Plata vs Flamengo pada leg pertama memang menunjukkan bahwa wakil Argentina itu bukan lawan yang bisa diremehkan, meski status juara bertahan melekat pada Flamengo.
Pemenang dari Estudiantes La Plata vs Flamengo akan melaju ke final Copa Libertadores yang dijadwalkan berlangsung pada 28 November 2026 di Estadio Centenario, Montevideo, Uruguay. Di semifinal lain, Palmeiras mengalahkan Fluminense dengan skor 2-1 di Maracaná melalui gol José Manuel López dan Marlon Freitas, sementara Wesley Natã memperkecil kedudukan di masa tambahan waktu. Palmeiras akan menjamu Fluminense pada leg kedua di NuBank Parque, São Paulo, untuk memastikan tiket final.
Bagi Flamengo, laga di Maracaná menjadi kesempatan emas untuk mempertahankan gelar sekaligus membuktikan kualitas sebagai tim paling dominan di Amerika Selatan. Adapun Estudiantes, mereka membawa modal percaya diri karena sudah membuktikan mampu menyulitkan sang juara bertahan di kandang sendiri. Pertandingan leg kedua akan disiarkan melalui ESPN dan dimulai pukul 19.30 waktu Ekuador atau 21.30 waktu Brasil.
Dengan segala dinamika yang tersaji, Estudiantes La Plata vs Flamengo pada leg kedua diprediksi berjalan sengit. Kedua tim wajib tampil agresif sejak awal karena tidak ada lagi ruang untuk berspekulasi. Flamengo mengandalkan dukungan suporter dan kedalaman skuad, sedangkan Estudiantes mengandalkan soliditas pertahanan serta efektivitas bola mati. Siapa pun yang lebih tenang dan tajam pada malam nanti di Maracaná, dialah yang berhak melangkah ke partai puncak dan menantang wakil Brasil lainnya di Montevideo.
