PSS Sleman Kehilangan Moussa Bagayoko hingga Empat Pekan, Lini Tengah Super Elang Jawa Diuji
Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | PSS Sleman dipastikan bakal tampil tanpa gelandang andalan asal Mali, Moussa Bagayoko, setelah pemain berusia 27 tahun itu mengalami cedera lutut. Kondisi tersebut membuat PSS Sleman Kehilangan Moussa Bagayoko hingga Empat Pekan, sebuah pukulan telak bagi skuad Super Elang Jawa yang tengah berjuang di BRI Super League 2026/2027.
Cedera yang dialami Bagayoko terjadi saat PSS Sleman berhadapan dengan PSM Makassar pada 11 Oktober 2026. Dalam laga tersebut, gelandang bertahan itu mengalami masalah pada lututnya dan harus ditarik keluar. Pelatih kepala Pieter Huistra mengonfirmasi bahwa pemain berusia 27 tahun tersebut telah menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit untuk mengetahui tingkat keparahan cederanya.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, diperkirakan ia akan absen selama tiga hingga empat pekan ke depan,” ujar Huistra dalam keterangannya kepada media, Senin (19/10/2026). “Kami tentu kehilangan salah satu pemain penting, tetapi tim harus tetap melangkah dan mencari solusi terbaik.”
Absennya Bagayoko membuat PSS Sleman Kehilangan Moussa Bagayoko hingga Empat Pekan pada momen krusial. Pemain yang dikenal memiliki kemampuan bertahan dan distribusi bola yang baik itu tidak dapat memperkuat tim saat Super Elang Jawa bermain imbang 2-2 melawan Persebaya Surabaya pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027, Minggu (18/10/2026), di Stadion Gelora Bung Tomo.
Dalam laga melawan Persebaya, lini tengah PSS Sleman tampak kesulitan mengimbangi permainan agresif tuan rumah. Tanpa kehadiran Bagayoko sebagai jangkar di tengah, transisi serangan dan pertahanan tim tidak berjalan mulus. Meski demikian, PSS Sleman mampu menyelamatkan satu poin berkat gol-gol yang tercipta di babak kedua.
Kini, Pieter Huistra dituntut segera menemukan komposisi lini tengah yang tepat untuk pertandingan berikutnya. Beberapa opsi pemain muda dan pengganti telah disiapkan, termasuk memaksimalkan peran gelandang serba bisa yang ada di skuad. “Kami memiliki beberapa pemain yang bisa mengisi posisi tersebut. Ini kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kualitas,” tambah Huistra.
PSS Sleman Kehilangan Moussa Bagayoko hingga Empat Pekan juga berdampak pada strategi rotasi pemain. Dengan jadwal pertandingan yang padat, kehilangan satu pemain kunci tentu memengaruhi keseimbangan tim. Bagayoko sendiri telah menjadi bagian penting dari skema permainan PSS Sleman sejak bergabung, dengan kontribusi signifikan di lini tengah baik dalam bertahan maupun menyerang.
Manajemen PSS Sleman berharap proses pemulihan Bagayoko berjalan lancar sehingga ia dapat kembali merumput lebih cepat dari perkiraan. Tim medis akan terus memantau perkembangan cedera lutut pemain asal Mali tersebut. Sementara itu, para penggemar Super Elang Jawa diimbau tetap memberikan dukungan penuh kepada tim yang akan menjalani beberapa laga tanpa gelandang favoritnya.
Dengan situasi ini, PSS Sleman Kehilangan Moussa Bagayoko hingga Empat Pekan menjadi ujian tersendiri bagi kedalaman skuad dan kemampuan pelatih dalam meracik strategi. Laga-laga mendatang akan menjadi pembuktian apakah Super Elang Jawa mampu tampil konsisten meski tanpa salah satu pilar utamanya.
Sebagai penutup, absennya Moussa Bagayoko selama tiga hingga empat pekan menjadi tantangan nyata bagi PSS Sleman dalam mengarungi kompetisi BRI Super League 2026/2027. Kreativitas Pieter Huistra dalam meramu lini tengah dan kesiapan pemain pengganti akan sangat menentukan hasil yang diraih tim. Dukungan suporter serta proses pemulihan yang optimal diharapkan mampu mengembalikan Bagayoko ke lapangan hijau lebih cepat, sehingga PSS Sleman dapat kembali tampil dengan kekuatan penuh.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Syaifullah
Sumber: Suara Landak
