Hari Santri 2026 di Martapura: 54 Ponpes Kalsel Unjuk Peran Santri Menuju Indonesia Emas
Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 resmi dibuka di Alun-alun Ratu Zalecha, Martapura, Kamis (22/10/2026) sore. Dalam gelaran tersebut, Hari Santri 2026 54 Perwakilan Ponpes di Kalsel Ikuti Kegiatan di Martapura menjadi sorotan karena melibatkan puluhan pondok pesantren dari berbagai daerah, menegaskan peran strategis santri dalam pembangunan bangsa.
Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, saat membuka kegiatan, menegaskan bahwa pesantren memiliki tiga fungsi utama yang sangat penting, yakni sebagai pusat pendidikan, lembaga dakwah, dan penggerak pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, melalui fungsi pendidikan, pesantren melahirkan generasi cerdas dan berakhlak mulia. Melalui dakwah, pesantren menebarkan pemahaman Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Sementara melalui pemberdayaan, pesantren mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi umat.
Habib Idrus menyampaikan ucapan selamat datang kepada para tuan guru, alim ulama, dan santri dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan di Kota Martapura yang dikenal sebagai Kota Serambi Mekkah. Ia menyebut kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Banjar sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi daerah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wabup menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar untuk mendukung penguatan sarana dan prasarana pendidikan keagamaan serta pengembangan potensi santri. Ia menilai berbagai kebijakan pemerintah, termasuk pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren pada Kementerian Agama Republik Indonesia, makin memperkuat posisi pesantren sebagai salah satu pilar pembangunan karakter bangsa.
“Santri dapat berperan dalam berbagai bidang, baik sebagai ulama, akademisi, teknokrat, pengusaha, maupun pemimpin daerah dan bangsa. Hal terpenting adalah setiap peran tersebut dilandasi niat untuk menuntut ilmu, menjaga akhlak dan memberikan manfaat bagi kemaslahatan masyarakat,” ujar Habib Idrus.
Ketua Panitia, Reni Deniati, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Menurut Reni, tema tersebut mengandung pesan bahwa jika pada masa kemerdekaan para santri menguatkan negeri melalui perjuangan fisik, maka pada era modern santri dituntut berkontribusi melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemandirian ekonomi, serta keteguhan dalam menjaga akhlak mulia. Hal ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Reni menambahkan, kegiatan tahun ini diikuti 54 pondok pesantren yang tersebar di 10 kabupaten di Kalimantan Selatan. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 22–27 Oktober 2026 dengan sembilan kategori perlombaan dan kegiatan.
- Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK)
- Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)
- Musabaqah Khattil Qur’an (MKQ)
- Pidato bahasa Arab
- Festival Habsyi
- Expo Pondok Pesantren se-Kalimantan Selatan
- Kirab Santri
- Bahtsul Masail
Antusiasme para santri terlihat sejak pembukaan. Mereka datang dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antarpondok pesantren. Expo Pondok Pesantren menjadi salah satu daya tarik karena menampilkan berbagai produk dan inovasi karya santri, mulai dari hasil kerajinan hingga produk pangan olahan.
Pemerintah daerah berharap momentum Hari Santri 2026 54 Perwakilan Ponpes di Kalsel Ikuti Kegiatan di Martapura dapat memperkuat sinergi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat. Pesantren diharapkan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi utama.
Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk menunjukkan kemampuan di bidang akademik, seni, dan keagamaan. Berbagai perlombaan seperti MQK, MTQ, dan MKQ tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat berprestasi di kalangan santri.
Dengan terselenggaranya rangkaian kegiatan selama enam hari tersebut, Hari Santri 2026 54 Perwakilan Ponpes di Kalsel Ikuti Kegiatan di Martapura diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Partisipasi 54 pondok pesantren dari 10 kabupaten menunjukkan bahwa pesantren memiliki jaringan yang kuat dan terus berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
Ke depan, dukungan terhadap penguatan sarana prasarana dan pengembangan potensi santri diharapkan terus berlanjut. Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi penerus tradisi keilmuan Islam, tetapi juga menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi dan sosial yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Peringatan Hari Santri di Martapura ini menjadi bukti bahwa semangat santri menguatkan negeri masih hidup dan terus relevan di tengah tantangan zaman.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Kanal Kalimantan
