St. Pauli Kembali Gagal Menang di Kandang Lawan, Darmstadt 98 Tahan Imbang Tanpa Gol di Böllenfalltor
Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Ambisi FC St. Pauli untuk meraih kemenangan tandang pertamanya di musim ini harus pupus setelah hanya mampu bermain imbang 0:0 melawan tuan rumah SV Darmstadt 98 dalam laga pekan kesembilan kasta kedua Jerman di Stadion am Böllenfalltor, Jumat malam waktu setempat. Hasil ini membuat st pauli tetap belum merasakan kemenangan di laga tandang, dengan lima pertandingan away yang semuanya berakhir imbang. Tim asuhan pelatih Marcel Rapp itu sebenarnya mendominasi penguasaan bola, namun minim kreasi di sepertiga akhir lapangan sehingga gagal membobol gawang tuan rumah.
Laga sempat tertunda tiga menit karena kelompok ultras Darmstadt, Row Seven, merayakan ulang tahun kesepuluh dengan koreografi ratusan balon yang beterbangan melintasi lapangan akibat cuaca berangin dan hujan deras. Begitu pertandingan dimulai, justru tuan rumah yang mendapat peluang emas lebih dulu pada menit keenam. Milan Smit yang lolos dari jebakan offside berhasil melewati bek Eric Smith dan berlari sendirian menghadapi kiper st pauli, Ben Voll, namun tembakannya melebar tipis di sisi gawang.
Situasi itu membuat bek kanan Arkadiusz Pyrka langsung mengantongi kartu kuning pada menit ketujuh setelah berduel dengan mantan pemain st pauli, Noah Weißhaupt. Seiring hujan yang kian deras, tim tamu mulai menemukan ritme permainan. Mathias Rasmussen memberi umpan kepada Connor Metcalfe, tetapi sepakan dari jarak sekitar 18 meter masih terlalu lemah dan tepat mengarah ke kiper Darmstadt, Marcel Schuhen. Tidak lama berselang, Joel Chima Fujita menusuk dari sisi kiri namun gagal menemukan rekan setim di kotak penalti.
Peluang terbaik st pauli di babak pertama datang melalui Youssoupha Niang pada menit ke-21 dan ke-33. Sayangnya, striker tersebut tampak terlalu terburu-buru. Pada kesempatan pertama ia seharusnya memberi umpan kepada Pyrka yang berlari bebas, sementara pada peluang kedua sundulannya dari jarak lima meter justru melambung ke luar gawang. Sementara itu, Darmstadt bermain khas tim peringkat ke-17: bertahan dalam blok rendah dan mengandalkan serangan balik yang hampir selalu terputus di garis tengah oleh para bek st pauli.
Memasuki babak kedua, pelatih Rapp langsung melakukan tiga pergantian dengan memasukkan Adam Dzwigala, Sam Klein, dan Martijn Kaars untuk menggantikan Pyrka, Ceesay, dan Rasmussen yang tampil kurang akurat. Namun perubahan itu belum membuahkan hasil. Justru Fujita yang menciptakan peluang melalui aksi individu dengan melewati dua pemain Darmstadt sebelum dijatuhkan Kai Klefisch di depan kotak penalti. Smith mengeksekusi tendangan bebas ke arah tiang kiper, tetapi bola membentur pemain lawan dan berakhir menjadi tendangan sudut.
Pada menit ke-68 Metcalfe kembali mendapat peluang, tetapi tembakannya terlalu tepat ke tengah sehingga Schuhen tak kesulitan mengamankan gawangnya. Di sisi lain, pelatih Darmstadt, Florian Kohfeldt, melakukan rotasi dengan menurunkan Aleksandar Vukotic, Lance Duijvestijn, dan Hojae Lee dari bangku cadangan, sementara Yannik Lührs, Noah Weißhaupt, dan Fynn Lakenmacher dipercaya tampil sejak awal. Weißhaupt menjadi salah satu pemain paling menonjol bagi tuan rumah lewat aksi-aksi individunya yang menghidupkan lini serang yang cenderung statis.
Secara keseluruhan, laga berlangsung keras dengan total tujuh kartu kuning dikeluarkan wasit Gansloweit dari Dortmund. Darmstadt menerima kartu untuk Petretta, Klefisch, dan Mikelbrencis, sedangkan st pauli mendapat kartu bagi Pyrka, Ceesay, Dzwigala, dan Smith. Pertandingan disaksikan 17.810 penonton yang memenuhi stadion.
Bagi Darmstadt, hasil imbang ini menjadi modal berharga setelah sebelumnya dihancurkan Karlsruher SC 0:4. Tim berjuluk Lilien itu tampil jauh lebih kompak dan disiplin, meski tetap tertahan di zona degradasi. Sementara itu, st pauli gagal memanfaatkan momentum untuk menembus posisi lima besar klasemen. Pelatih Rapp pun harus menghadapi pertanyaan besar soal konsistensi timnya, terlebih dengan catatan lima hasil imbang beruntun di laga tandang.
Hasil ini menegaskan bahwa st pauli masih memiliki pekerjaan rumah besar jika ingin bersaing serius di jalur promosi. Minimnya ide dan ketajaman di depan gawang menjadi sorotan utama, sementara Darmstadt membuktikan bahwa semangat juang di kandang sendiri masih mampu menjadi benteng yang sulit ditembus. Kedua tim kini harus segera bangkit dan memperbaiki performa pada pekan-pekan berikutnya demi menjaga asa di kompetisi yang kompetitif ini.
