Momen 4 Pesawat Tempur Mendarat di Tol Paspro, Warga Antusias Nonton: Petani Rela Tinggalkan Sawah demi Jet F-16
Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Suasana di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Jawa Timur, mendadak berubah dari biasanya pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026. Jalan bebas hambatan yang biasanya dipadati kendaraan itu disulap menjadi landasan pacu darurat bagi pesawat tempur TNI Angkatan Udara. Inilah Momen 4 pesawat tempur mendarat di Tol Paspro, warga antusias nonton dari pinggir jalur tol, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.
Ratusan warga sekitar berbondong-bondong mendatangi kawasan tol di kilometer 834 hingga kilometer 837+500. Mereka rela meninggalkan aktivitas harian, termasuk para petani yang menepi dari sawah, demi menyaksikan manuver pesawat tempur dari jarak dekat. Salah satunya Sallem (45), petani asal Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
“Pesawatnya gagah sekali. Saya istirahat dulu mencangkul di sawah, ingin melihat langsung dari dekat walau hanya bisa menonton dari bawah jalur tol,” ujar Sallem.
Uji coba dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Dua pesawat EMB-314 Super Tucano dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, lebih dulu melintas di ketinggian rendah untuk pengecekan akhir landasan. Setelah mendapat izin dari menara kontrol darurat, Super Tucano mendarat mulus di atas aspal tol yang markanya telah dimodifikasi menyerupai landasan pacu. Suara mesin meraung keras disambut tepuk tangan warga.
Tak berselang lama, giliran jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Lanud Iswahjudi, Madiun, yang melakukan pendaratan. Dengan kecepatan tinggi, jet buatan Amerika Serikat itu menyentuh landasan, mengerem dalam jarak pendek, lalu melaju pelan sempurna di tengah ruas tol. Setelah dinyatakan aman oleh tim teknis, kedua pesawat melakukan lepas landas dan meninggalkan kepulan asap tipis di ujung landasan.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menjelaskan bahwa uji coba ini bertujuan menguji kesiapan operasional serta kemampuan memanfaatkan infrastruktur daerah sebagai landasan alternatif. Menurutnya, ruas Tol Paspro dinilai sangat layak karena memiliki lebar 24 meter, jalur lurus tanpa rintangan sepanjang 3,4 kilometer, serta relatif aman dari pemukiman padat.
“Uji coba ini merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk menguji kesiapan operasional serta kemampuan kami memanfaatkan infrastruktur daerah, terutama jalan tol sebagai landasan alternatif dalam mendukung operasi udara,” kata Tonny.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan jalan tol sebagai landasan alternatif bersifat terbatas dan situasional. Fungsi utama jalan tol sebagai sarana transportasi masyarakat serta aspek keselamatan pengguna jalan dan kepentingan publik tetap menjadi prioritas. “Misalnya kami sudah tidak bisa menggunakan lagi landasan atau bandara atau pangkalan udara untuk kepentingan operasi penerbangan, maka kami dapat memanfaatkan jalan tol sebagai landasan alternatif,” ujarnya.
Uji coba di Tol Paspro merupakan yang kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di ruas Tol Terbanggi Besar, Lampung, pada 11 Februari 2026. Dalam simulasi ini, TNI AU juga mengerahkan dua unit helikopter Super Caracal, sehingga total ada enam alutsista andalan yang diterjunkan. Usai pendaratan dan lepas landas, jet-jet tempur melakukan atraksi flypass di hadapan KSAU, Wakil Menteri Kesehatan, dan jajaran pejabat Kementerian Pekerjaan Umum.
Tonny menambahkan, TNI AU telah mengidentifikasi sejumlah ruas tol lain yang berpotensi digunakan, termasuk Tol Cibinong-Cilincing serta rencana pembangunan jalan tol di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ke depan, TNI AU akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pembangunan dan pemetaan jalan tol agar ruas yang memenuhi syarat dapat disiapkan sebagai landasan alternatif.
Bagi warga pedesaan di sekitar jalur tol, Momen 4 pesawat tempur mendarat di Tol Paspro, warga antusias nonton menjadi atraksi spektakuler yang belum tentu terulang seumur hidup. Riuh kekaguman pecah saat dua jenis burung besi legendaris meluncur bergantian di atas aspal selebar 24 meter. Dari anak-anak, ibu rumah tangga, hingga kalangan lanjut usia tampak terpana menyaksikan pendaratan presisi pesawat tempur taktis dan jet supersonik tersebut.
Di balik riuhnya antusiasme warga, aksi ini merupakan bagian dari skenario pertahanan strategis militer. Uji coba ini menjadi simulasi kesiapan operasional memanfaatkan infrastruktur sipil sebagai pangkalan udara darurat (austere strip), sekaligus antisipasi jika pangkalan udara utama mengalami kerusakan atau tidak dapat digunakan.
Untuk mendukung kelancaran dan keselamatan simulasi, ruas Tol Paspro di titik uji coba ditutup sementara sejak 19 Oktober dan kembali dibuka untuk umum pada Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB. Penutupan ini sempat membuat arus lalu lintas dialihkan, namun tidak menyurutkan semangat warga untuk menyaksikan langsung Momen 4 pesawat tempur mendarat di Tol Paspro, warga antusias nonton.
Dengan keberhasilan uji coba ini, TNI AU semakin optimistis bahwa infrastruktur jalan tol nasional dapat menjadi bagian dari sistem pertahanan udara yang tangguh. Masyarakat pun berharap agar kegiatan serupa tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Momen langka ini akan menjadi cerita tersendiri bagi warga Probolinggo, bahwa aspal tol yang biasa mereka lalui suatu hari bisa berubah menjadi landasan pacu jet tempur kebanggaan Indonesia.
