Dishub Kukar Rencanakan Pengadaan Kapal Angkutan Pelajar pada Tahun Anggaran 2027, Anggana Jadi Prioritas
Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk meningkatkan akses pendidikan bagi siswa di wilayah pesisir. Melalui rencana pengadaan satu unit kapal angkutan pelajar, Dishub Kukar Rencanakan Pengadaan Kapal Angkutan Pelajar pada Tahun Anggaran 2027. Program ini ditujukan bagi siswa yang menghadapi keterbatasan transportasi darat, terutama di kawasan pesisir Kecamatan Anggana.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, mengungkapkan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan anggaran. Menurutnya, wilayah pesisir Anggana menjadi prioritas utama karena terdapat tiga desa yang memiliki keterbatasan akses pendidikan dan transportasi, yaitu Sepatin, Tani Baru, dan Muara Pantuan. “Mereka harus ke Anggana untuk sekolah. Kalau naik kapal, perjalanan bisa satu setengah sampai dua jam,” ujar Junaidi di Tenggarong, Rabu (21/10/2026).
Selama ini, sebagian siswa di kawasan tersebut mengandalkan kapal milik masyarakat untuk berangkat ke sekolah. Namun, layanan itu tidak selalu tersedia sehingga perjalanan siswa sangat bergantung pada keberadaan transportasi yang bisa digunakan. Junaidi menambahkan bahwa sebelumnya pernah ada kapal yang diadakan melalui anggaran pokir, tetapi kondisinya kini mulai rusak. “Itu yang menjadi salah satu persoalan yang kami hadapi,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pelajar yang membutuhkan layanan kapal di Anggana diperkirakan mencapai sekitar 50 orang. Sementara di Desa Pela, Kebutuhan angkutan diperkirakan melayani 12-15 orang. Selain Anggana, Dishub Kukar juga mempertimbangkan kebutuhan transportasi air bagi pelajar di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun. Di wilayah tersebut, perjalanan menuju pusat Kecamatan Kota Bangun memerlukan waktu sekitar 30 menit melalui jalur air.
Dengan mempertimbangkan jumlah pengguna dan jarak tempuh, Anggana menjadi prioritas utama dalam rencana pengadaan kapal pada tahun anggaran 2027. Meski demikian, Dishub masih akan menyesuaikan jumlah armada dengan ketersediaan anggaran serta harga kapal yang dibutuhkan. “Anggarannya sekitar Rp1 miliar. Nanti kami lihat harga kapalnya berapa. Kalau memungkinkan dan anggarannya cukup, bisa dua kapal. Tetapi kalau hanya cukup untuk satu, kemungkinan diprioritaskan ke Anggana,” bebernya.
Harga kapal sendiri akan bergantung pada kapasitas, kualitas, serta spesifikasi mesin yang digunakan. Sebagai perbandingan, pengadaan kapal yang dilakukan sekitar empat tahun lalu menelan biaya kurang lebih Rp350 juta dengan kapasitas sekitar 30 penumpang. Junaidi menegaskan bahwa besaran anggaran pengadaan kapal tersebut belum bersifat final. “Kita masih dalam pembahasan. Garis besarnya masih bisa berubah, jadi nanti disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” terangnya.
Tak hanya soal pengadaan, Junaidi juga menyoroti pentingnya kesiapan pengelolaan operasional. Dishub Kukar menginginkan kendaraan maupun kapal yang disediakan dapat dikelola secara berkelanjutan oleh pihak setempat sehingga layanan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah kabupaten. “Kami ingin pengelolaannya sudah siap. Jangan sampai operasionalnya terus bergantung pada APBD. Kalau anggaran daerah sedang terbatas, layanan tetap harus bisa berjalan,” pungkasnya.
Rencana pengadaan kapal angkutan pelajar ini merupakan wujud komitmen Dishub Kukar dalam mendukung akses pendidikan yang merata, khususnya bagi siswa di wilayah pesisir. Dengan adanya kapal khusus, diharapkan siswa dapat lebih mudah dan aman menuju sekolah tanpa terkendala transportasi. Keberhasilan program ini juga akan sangat bergantung pada perencanaan anggaran yang matang serta kesiapan pengelolaan di tingkat lokal. Dishub Kukar Rencanakan Pengadaan Kapal Angkutan Pelajar pada Tahun Anggaran 2027 menjadi langkah awal yang baik, dan diharapkan dapat terealisasi sesuai target sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan di Kutai Kartanegara.
