Roma Vs Cagliari 4-2: Drama Tujuh Gol dan Pesta Serigala Muda di Olimpico
Kalimantan Update – 29 Oktober 2026 | Pertandingan roma vs cagliari di Stadion Olimpico, Rabu (28/10/2026) dini hari WIB, berakhir dengan kemenangan dramatis 4-2 bagi tuan rumah AS Roma. Laga lanjutan Liga Italia Serie A 2026/2027 ini tidak hanya menyajikan tujuh gol penuh kejutan, tetapi juga menjadi panggung bagi para pemain muda Giallorossi untuk unjuk gigi. Bagi pelatih Gian Piero Gasperini, kemenangan dalam roma vs cagliari tersebut terasa sangat berharga karena diraih melalui jalan berliku.
Jalannya Pertandingan
Cagliari sempat mengejutkan tuan rumah lebih dulu. Niccolo Pisilli melakukan handball di kotak penalti, dan M’Bala Nzola yang dipercaya mengeksekusi penalti tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa Rossoblu unggul. Namun Roma merespons dengan cepat. Emanuele Lulli dan Pisilli mencetak gol dalam rentang 12 menit untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit ke-15 hingga ke-21.
Memasuki babak kedua, Cagliari bangkit. Daniel Maldini, yang masuk dari bangku cadangan, mencetak gol penyama kedudukan 2-2 pada menit ke-81 lewat tembakan kaki kiri yang akurat. Gol itu sempat membuat Olimpico mencekam. Akan tetapi, Roma tidak kehilangan fokus. Pada menit ke-85, Rodrigo Mora mencetak gol lewat sundulan kepala, sebelum Donyell Malen memastikan kemenangan 4-2 pada menit ke-87.
Gasperini Puji Mentalitas dan Para Pemain Muda
Selepas laga, Gasperini mengakui bahwa roma vs cagliari bukan pertandingan yang mudah. Ia menilai Cagliari mampu menyulitkan timnya, terutama melalui serangan-serangan cepat mereka. Pelatih berusia 68 tahun itu juga menyoroti kelelahan yang mulai dirasakan para pemain lini tengah yang harus tampil di setiap pertandingan.
“Kami memang mengalami beberapa kesulitan hari ini. Mereka menciptakan masalah bagi kami saat menyerang, sementara kami juga menggunakan pemain lini tengah yang sama di setiap pertandingan dan kelelahan mulai terlihat,” ujar Gasperini.
Meski demikian, ia menilai tiga poin dari roma vs cagliari patut dibanggakan. Terlebih lagi, tiga dari empat gol Roma dicetak oleh pemain muda di bawah 23 tahun. Emanuele Lulli (19 tahun) dan Rodrigo Mora (19 tahun) sama-sama kelahiran 2007, sementara Niccolo Pisilli berusia 22 tahun. Lulli dan Pisilli merupakan produk akademi Roma.
“Mereka adalah pemuda-pemuda yang luar biasa. Di tim muda Roma, selalu ada pemain yang sangat mencintai klub ini, dan hal itu memberi mereka impian untuk bisa melakoni debut di sini,” kata Gasperini. Lulli, yang sempat dijanjikan pindah ke Avellino pada musim panas, justru ditahan oleh pelatih karena dinilai memiliki masa depan cerah.
Kekecewaan di Kubu Cagliari
Di sisi lain, pelatih Cagliari Fabio Pisacane menilai anak asuhnya telah tampil berani dan hanya kurang beruntung pada menit-menit akhir. “Kami hanya perlu tetap kompak dan seimbang. Ini adalah jalan yang benar,” ujarnya dalam konferensi pers.
Bagi Cagliari, roma vs cagliari menyisakan catatan tersendiri. Daniel Maldini dinobatkan sebagai pemain terbaik Rossoblu oleh pembaca CalcioCasteddu berkat gol penyamanya, sementara Yukinari Sugawara, yang menjalani debut sebagai starter, menjadi pemain paling tidak meyakinkan menurut para pendukung. Kekalahan ini menjadi kekalahan ketiga beruntun Cagliari, meski mereka masih berada di posisi kedelapan dengan 13 poin, atau sembilan poin di atas zona merah.
Dampak di Klasemen
Kemenangan dalam roma vs cagliari membawa AS Roma mengoleksi 21 poin dan menempati posisi ketiga Serie A. Mereka hanya terpaut satu angka dari Inter Milan di posisi kedua dan empat poin dari Lazio di puncak klasemen. Sementara itu, Cagliari tertahan di peringkat kedelapan dan masih berusaha mencari konsistensi setelah bulan Oktober yang sulit.
Secara keseluruhan, laga roma vs cagliari menjadi bukti bahwa Serie A musim ini menyajikan persaingan yang ketat. Bagi Roma, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan sinyal bahwa regenerasi pemain muda di bawah asuhan Gasperini berjalan sesuai rencana. Bagi Cagliari, penampilan berani di Olimpico menjadi modal berharga untuk bangkit pada laga-laga berikutnya. Drama tujuh gol di Olimpico akan dikenang sebagai malam ketika Serigala Muda menunjukkan taringnya.
