Live Moto3: Drama Sepang, Veda Ega Pratama Tampil Tenang dan Brillian Rebut Podium Kedua
Kalimantan Update – 03 November 2026 | Pecinta balap tanah air kembali disuguhkan penampilan memukau dalam ajang live moto3 seri Malaysia 2026. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses menorehkan sejarah dengan finis di posisi kedua pada balapan utama yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (1/11/2026) siang WIB. Hasil ini menjadi podium kedua bagi rider berusia 17 tahun tersebut sepanjang musim perdananya di kelas Moto3, sekaligus menjadi momen bersejarah karena ia menjadi orang Indonesia pertama yang mampu meraih hasil tersebut di kejuaraan grand prix.
Bagi mereka yang mengikuti live moto3 secara langsung, balapan di Sepang memang menyajikan tensi yang tinggi sejak lap pertama. Veda yang memulai balapan dari posisi kedelapan langsung tancap gas dan merangsek ke urutan lima. Ia kemudian terlibat pertarungan sengit dengan trio pembalap KTM, yakni Alvaro Carpe, David Almansa, dan Hakim Danish. Keempat pembalap terus-menerus saling menyalip sepanjang balapan, namun ketenangan Veda di lap-lap akhir membuatnya mampu mengunci posisi kedua tepat di belakang Maximo Quiles yang keluar sebagai juara.
Penebus Kekecewaan di Phillip Island
Kemenangan ini terasa sangat istimewa bagi Veda. Sepekan sebelumnya, ia sejatinya tampil gemilang dengan meraih pole position di Sirkuit Phillip Island, Australia. Namun, balapan terpaksa dibatalkan akibat cuaca buruk yang melanda kawasan tersebut. Kekecewaan itu pun ia bayar lunas di Sepang. “Pekan lalu memang sangat menyakitkan, tetapi saya berhasil membayarnya di sini,” ujar Veda usai balapan.
Honda Team Asia melalui laman resminya menyebut Veda sebagai andalan Honda dalam perebutan posisi kedua. Menurut tim, pebalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tetap tenang dan menjalankan balapannya dengan brilian untuk memenangkan pertarungan melawan trio KTM. Bagi penggemar yang mengikuti live moto3, penampilan Veda di Sepang menjadi bukti bahwa ia mampu bersaing di rombongan depan melawan motor-motor pabrikan Eropa.
Raih 20 Poin Berharga
Tambahan 20 poin dari hasil ini memperkokoh posisi Veda di barisan delapan besar klasemen sementara kejuaraan dunia Moto3 2026. Ia kini menempati peringkat ketujuh dengan koleksi 131 poin, naik satu tingkat dari posisi sebelumnya. Sementara itu, Maximo Quiles memimpin klasemen dengan 376 poin, diikuti David Almansa dengan 228 poin dan Brian Uriarte dengan 205 poin.
| Posisi | Pembalap | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Maximo Quiles | 376 |
| 2 | David Almansa | 228 |
| 3 | Brian Uriarte | 205 |
| 7 | Veda Ega Pratama | 131 |
Balapan seri Malaysia juga diwarnai lima pembalap yang gagal finis akibat kecelakaan, yakni Hesus Rios, Joel Kelso, Scott Ogden, Rico Salmela, dan Mateo Bertil. Meski demikian, jalannya balapan tetap berlangsung seru hingga garis finis, dan bagi penonton yang menyaksikan live moto3, momen pertarungan di lap terakhir menjadi sajian paling menegangkan.
Dukungan Keluarga di Podium
Kebahagiaan Veda semakin lengkap karena keluarganya turut hadir memberikan dukungan langsung di Sepang. Ia mengaku sangat senang bisa berdiri di podium di depan orang tua, saudara perempuan, dan sepupunya. “Saya harus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim. Mereka telah melakukan pekerjaan hebat akhir pekan ini, dan terima kasih juga kepada keluarga, teman, dan semua orang yang telah menyemangati saya,” tuturnya.
Sejumlah pengamat menilai konsistensi Veda dalam beberapa seri terakhir, mulai dari finis keenam di Mandalika, pole position di Phillip Island, hingga podium di Sepang, menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan. Catatan positif ini menjadi modal berharga bagi rider binaan Astra Honda Racing Team tersebut untuk menghadapi seri-seri berikutnya. Bagi publik yang rutin memantau live moto3, sosok Veda kini layak diperhitungkan sebagai salah satu talenta muda yang patut diwaspadai di lintasan.
Dengan performa yang terus menanjak, Veda Ega Pratama membuktikan bahwa ketenangan dan kerja keras mampu mengalahkan tekanan. Podium di Sepang bukan sekadar torehan angka, melainkan simbol kebangkitan setelah kekecewaan di Australia. Ke depan, tantangan tentu semakin berat, namun modal kepercayaan diri dari hasil di Malaysia menjadi bekal berharga untuk terus bersaing di papan atas kelas Moto3.
