MTQH Kaltim 2026 Jadi Peluang Kukar Tingkatkan PAD dari Sektor Pariwisata, Seribuan Kafilah Siap Berbelanja
Kalimantan Update – 04 November 2026 | Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) XLVI tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah. Ajang bergengsi ini tidak sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi peluang emas untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Dengan hadirnya sekitar 1.516 kafilah dan ofisial dari berbagai kabupaten dan kota, MTQH Kaltim 2026 Jadi Peluang Kukar Tingkatkan PAD dari Sektor Pariwisata yang patut dimaksimalkan melalui aktivitas ekonomi dan usaha lokal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa kehadiran para peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Menurutnya, seluruh sumber daya di bidang pariwisata perlu digerakkan agar memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. “Teman-teman Dinas Pariwisata memang harus lebih kita dorong agar bisa lebih optimal dalam memaksimalkan seluruh sumber daya di bidang pariwisata untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan pendapatan asli daerah,” ujar Sunggono setelah mengikuti ekspose kesiapan MTQH XLVI di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa (3/11/2026).
Pembinaan Pelaku Usaha Jadi Kunci
Dalam paparannya, Sunggono meminta Dinas Pariwisata memastikan pembinaan terhadap berbagai unsur pendukung pariwisata berjalan optimal. Hal itu mencakup penggiat wisata, pelaku usaha, pengelola perhotelan, rumah makan, hingga sektor lain yang berkaitan dengan pelayanan pengunjung. Kesiapan para pelaku usaha dinilai menjadi bagian penting agar kunjungan peserta MTQH turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pemerintah daerah telah memperhitungkan jumlah kafilah dan ofisial yang diperkirakan mencapai 1.516 orang. Aktivitas belanja peserta selama berada di Kukar menjadi salah satu peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Sunggono bahkan menghitung potensi perputaran uang dengan asumsi sederhana. “Kami menghitung jumlah seluruh kafilah dan ofisial kurang lebih 1.516 orang. Jadi, kalau diasumsikan setiap hari mereka berbelanja, misalnya satu orang mengeluarkan Rp100 ribu, berapa jumlahnya dikalikan 12 hari,” terangnya.
Dengan perhitungan tersebut, potensi belanja peserta bisa mencapai miliaran rupiah selama 12 hari penyelenggaraan. Angka ini tentu menjadi berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kukar, terutama di sekitar lokasi kegiatan. Inilah alasan mengapa MTQH Kaltim 2026 Jadi Peluang Kukar Tingkatkan PAD dari Sektor Pariwisata tidak boleh dilewatkan begitu saja.
Hospitality dan Dukungan Kesultanan
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, Sri Wahyuni, mengapresiasi kesiapan Kukar dalam menyambut para peserta. Ia menekankan bahwa aspek pelayanan atau hospitality menjadi bagian penting untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh kafilah. Dukungan Kesultanan Kutai Kartanegara melalui jamuan khusus pada Pawai Ta’aruf serta kesiapan liaison officer (LO) menjadi bagian dari pelayanan yang disiapkan tuan rumah.
“Kita berharap kafilah dari berbagai daerah di Kalimantan Timur yang hadir bisa merasa nyaman selama penyelenggaraan MTQ di Kukar,” tuturnya. Kenyamanan peserta, menurut Sri Wahyuni, akan berdampak pada citra daerah sekaligus mendorong mereka untuk lebih lama tinggal dan berbelanja di Kukar.
Sinergi untuk PAD dan Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi sektor pariwisata dalam ajang MTQH Kaltim 2026 Jadi Peluang Kukar Tingkatkan PAD dari Sektor Pariwisata menuntut sinergi lintas sektor. Selain Dinas Pariwisata, peran pelaku usaha, pengelola hotel, restoran, hingga pelaku transportasi perlu dikoordinasikan dengan baik. Pemerintah daerah berharap kegiatan berskala provinsi ini tidak hanya berjalan sukses sebagai agenda keagamaan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah.
“Mudah-mudahan nanti kita bisa mengoptimalkan sumber daya manusia mereka untuk meningkatkan PAD,” tandas Sunggono. Harapan ini sejalan dengan visi menjadikan setiap event daerah sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
Dengan perencanaan yang matang, MTQH Kaltim 2026 Jadi Peluang Kukar Tingkatkan PAD dari Sektor Pariwisata sekaligus memperkuat identitas Kukar sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar dampak ekonominya terasa hingga ke tingkat bawah. Jika seluruh potensi pariwisata dan usaha lokal dimaksimalkan, bukan tidak mungkin ajang ini menjadi contoh sukses bagaimana kegiatan keagamaan berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan asli daerah dan kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara.
